Perwakilan Suku Baduy Bertemu Bupati Lebak, Minta Pemerintah Bantu Jaga Hutan Sakral

Kompas.com - 22/05/2021, 06:00 WIB
Tradisi Seba Baduy digelar terbatas di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat (21/5/2021) KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINTradisi Seba Baduy digelar terbatas di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat (21/5/2021)

LEBAK, KOMPAS.com - Sebanyak 24 warga perwakilan suku Baduy menemui Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat tradisi Seba, Jumat (21/5/2021).

Dalam lawatannya tersebut, mereka membawa pesan khusus dimana meminta pemerintah daerah turut serta menjaga hutan yang rusak.

"Saya meminta bantuan ke pemerintah baik kabupaten maupun provinsi terkait masalah perusakan hutan lindung, dimanapun harus diselesaikan," kata tetua suku Baduy, Jaro Saija di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat.

Permintaan Saija tersebut disampaikan setelah peristiwa menghebohkan beberapa waktu lalu dimana salah satu hutan titipan yang disakralkan oleh suku Baduy dirusak oleh penambang emas liar.

Baca juga: Viral, Video Warga Baduy Menangis Minta Tolong, Hutan Sakralnya Dirusak Penambang Emas Liar

Total ada sekitar dua hektar hutan di kawasan Gunung Liman yang dirusak. Padahal hutan tersebut dilindungi oleh suku Baduy dan dititipkan oleh leluhur untuk dijaga.

Di kawasan hutan tersebut, terdapat sumber mata air sungai-sungai penting di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten, satu di antaranya adalah Sungai Ciujung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk hutan yang terlanjur rusak, Saija berharap pemerintah daerah bersama-sama masyarakat Baduy segera melakukan penghijauan kembali.

"Alam harus dijaga, karena itu tempat bernaung kita," kata dia.

Baca juga: Gelar Tradisi Seba Baduy Secara Sederhana Saat Pandemi, Bupati Lebak Minta Maaf

Seba Baduy adalah tradisi tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat Baduy dimana mengunjungi pemerintah daerah untuk menyampaikan hasil panen dan pesan dari leluhur.

Tradisi tetap digelar di tengah pandemi Covid-19. Bedanya kali ini tidak ada kemeriahan seperti tahun-tahun sebelumnya dimana diikuti ribuan peserta.

Seba Baduy hanya diikuti oleh 24 warga perwakilan suku Baduy Dalam dan luar. Mereka jalan kaki sejauh 40 kilometer menuju Pendopo Kabupaten Lebak di Rangkasbitung.

Penyambutan yang dilakukan juga sederhana dan terbatas lantaran masih dalam situasi pandemi.

Baca juga: Bupati Lebak soal Hutan Sakral Baduy Dirusak Tambang Emas: Ini Ketidakberhasilan Saya

 

Bupati Lebak kutuk perusakan hutan sakral suku Baduy

Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya mengutuk keras adanya aktivitas penambang emas liar di hutan sakral suku Baduy.

Menurutnya, rusaknya hutan adat akan menimbulkan bencana alam banjir bandang, hingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih.

"Saya mengutuk keras orang yang melakukan pertambangan di hutan adat," kata Iti kepada wartawan di Kota Serang. Minggu (2/5/2021).

Itu mengaku sedih mengetahui hutan adat Baduy rusak ulah orang-orang tidak bertanggung jawab yang merusaknya.

"Pasti sedih. Ini ketidakberhasilan saya memimpin Kabupaten Lebak. Jadi ini keterbatasannya saya, bahwa saya tidak bisa merangkul semuanya, tidak menyelasaikan semuanya," ucapnya.

Untuk itu, Iti menyerahkan proses hukum kasus penambangan emas liar itu kepada polisi untuk menangkap para pelaku penambang emas liar atau gurandil.

"Pertambangan di hutan lindung sudah jelas-jelas merusak alam. Apalagi di situ (Gunung Liman) ada ulayat Baduy yang memang dilindungi negara. Kepolisian juga sudah turun tangan, kita serahkan ke APH (aparat penegak hukum)," ujar Iti.

Iti menegaskan, Pemkab Lebak tidak pernah mengizinkan hutan adat untuk dieksploitasi dan eksplorasi oleh siapa pun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Banjir Terjang Pulau Kangean Sumenep, Sejumlah Rumah dan Sekolah Terendam

Regional
Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Wanita Pemeran Video Porno Tak Cuma Beraksi di Bandara YIA, Polisi: Ada di Beberapa Lokasi di Yogyakarta

Regional
Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Badan Geologi Perpendek Jarak Waktu Pemantauan Erupsi Gunung Semeru

Regional
Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Wanita Pemeran Video Porno di Bandara YIA Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Pakai Baju Tahanan, Bripda Randy Dijebloskan di Penjara Atas Kasus Aborsi Mahasiswi yang Tewas Bunuh Diri

Regional
Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru, 2 Dusun Disterilkan

Regional
Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Pemkot Surabaya Kirim Bantuan untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 5 Desember 2021

Regional
Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Ponton Timah Apung Tabrak Karang, Seorang Penambang Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 5 Desember 2021

Regional
Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Update Erupsi Gunung Semeru, Hujan Abu Turun Lagi, Evakuasi Terhalang Lahar Panas

Regional
Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Cerita Ladang Warga Ludes Tersapu Lahar Panas Gunung Semeru: Sudah Waktunya Panen, Kena Lahar

Regional
Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Gunung Semeru Masih Tetap Berstatus Level 2 Waspada, Ini Penjelasannya

Regional
Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Keluarga Korban Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Minta Pelaku Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional
Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Kembali ke Rumah, Hari Mengais Uang Rp 50 Juta Miliknya yang Terpendam Abu Vulkanik Gunung Semeru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.