Dijuluki Ratu Tipu, LY Tawarkan Investasi Bodong Rp 48 Miliar, Sudah 3 Kali Dipenjara Kasus yang Sama

Kompas.com - 08/05/2021, 17:01 WIB
LY (tengah) ditangkap 4 kali karena kasus penipuan investasi KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALLY (tengah) ditangkap 4 kali karena kasus penipuan investasi
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Polisi mengamankan LY, perempuan berusia 48 tahun asal Pacar Keling, Tambkasari, Surabaya atas kasus penipuan investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp 48 miliar.

LY bukan pertama kali tersandung kasus penipuan. Dari catatan kepolisian, ia sudah 3 kali keluar masuk penjara atas kasus yang sama di Polrestabes Surabaya. Yakni tahun 2005, 2006, dan 2011.

Di kasus yang keempat, perempuan yang dijuluki ratu tipu ini menggunakan modus menawarkan investasi pembebasan lahan di wilayah Osowilangun, Surabaya.

Baca juga: Perempuan Ini Menipu hingga Rp 48 Miliar, Belum Kapok 3 Kali Dipenjara

Korban rugi hingga Rp 48 miliar

Korban terakhir penipuan LY adalah Liana Setyo warga Palm Hill F1, Lakarsantri, Surabaya. Ia melaporkan LY ke Polda Jatim pada 11 Desember 2020.

"Kerugian korban yang dilaporkan mencapai Rp 48 miliar. Korban diberi cek kosong," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, saat dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Oleh pelaku, korban dijanjikan keuntungan cukup besar. Dalam kurun waktu 6 bukan, korban secara bertahap menggelontorkan dana hingga Rp 48 miliar kepada pelaku.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tak Kapok 3 Kali Ditangkap Polisi, Perempuan Ini Menipu Lagi hingga Rp 48 Miliar

"Ternyata lahan yang diceritakan kepada korbannya adalah lahan milik orang lain," terang dia.

"Kerugiannya mencapai Rp 48 miliar. Dan tersangka memberikan cek kepada korbannya. Namun, saat dicairkan cek tersebut tidak bisa dicairkan," tutur Gatot.

Amankan barang bukti berupa barang-barang mewah

Dalam kasus ini, polisi mengamankan berbagai barang bukti barang mewah, di antaranya mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, empat Mercedes Benz, tiga mobil pikap.

Serta jam tangan Rolex, Franck Muller, tiga cincin Natural Blue Saphire, dan uang tunai sebesar Rp 100 juta.

Dari tangan pelaku, penyidik juga mengamankan tujuh lembar cek Bank BCA dan tujuh lembar surat keterangan penolakan dari BCA Cabang Kusuma Bangsa.

Baca juga: Investasi Bodong di Banyuwangi Bermodal Grup Whatsapp, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Sementara itu dikutip dari SuryaMalang.com, Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan pelaku dijerat pasal pencucian uang.

"Dari barang bukti yang disita tersangka kami kenakan pasal pencucian uang. Sehingga kami dapat mengembalikan aset pada pelapor," tambah Nasrun.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Achmad Faizal | Editor : Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seluruh Titik Api di Kilang Pertamina Cilacap Telah Dipadamkan

Seluruh Titik Api di Kilang Pertamina Cilacap Telah Dipadamkan

Regional
Detik-detik Pajero yang Dikendarai Remaja 17 Tahun Tabrak 3 Motor di Gunungkidul, 1 Tewas, 4 Terluka

Detik-detik Pajero yang Dikendarai Remaja 17 Tahun Tabrak 3 Motor di Gunungkidul, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
KPU Tetapkan Al Haris-Abdullah Sani Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Terpilih

KPU Tetapkan Al Haris-Abdullah Sani Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Terpilih

Regional
Sukses Raup Puluhan Juta dari Melukis, Penyandang Disleksia Ini Mulai Rambah Dunia Fotografi

Sukses Raup Puluhan Juta dari Melukis, Penyandang Disleksia Ini Mulai Rambah Dunia Fotografi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ridwan Kamil Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar | Wali Kota Salatiga Positif Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ridwan Kamil Ungkap Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jabar | Wali Kota Salatiga Positif Covid-19

Regional
Fakta Penangkapan Driver Ojol karena Antar Miras Pelanggan, Viral di Medsos hingga Gibran Turun Tangan

Fakta Penangkapan Driver Ojol karena Antar Miras Pelanggan, Viral di Medsos hingga Gibran Turun Tangan

Regional
Warga Abai Prokes, 2.517 Anak di Bangka Belitung Terpapar Covid-19

Warga Abai Prokes, 2.517 Anak di Bangka Belitung Terpapar Covid-19

Regional
Ulama Kharismatik KH Nawawi Abdul Jalil Tutup Usia, Khofifah: Umat Muslim Indonesia Berduka

Ulama Kharismatik KH Nawawi Abdul Jalil Tutup Usia, Khofifah: Umat Muslim Indonesia Berduka

Regional
Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Wafat, Sosok Ulama Rendah Hati yang Diterima Semua Golongan

Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Wafat, Sosok Ulama Rendah Hati yang Diterima Semua Golongan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Juni 2021

Regional
Swab Perantau yang Pulang dari Madura, Kades Temukan 18 Warganya Positif Covid-19

Swab Perantau yang Pulang dari Madura, Kades Temukan 18 Warganya Positif Covid-19

Regional
Curhatan Ojol yang Ditangkap karena Antar Paket Miras Viral, Ini Kata Polisi

Curhatan Ojol yang Ditangkap karena Antar Paket Miras Viral, Ini Kata Polisi

Regional
Sering Palak Warga, 79 Preman di Pekanbaru Diamankan, Polisi Sita Senjata Tajam hingga Pistol Mainan

Sering Palak Warga, 79 Preman di Pekanbaru Diamankan, Polisi Sita Senjata Tajam hingga Pistol Mainan

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun di Gunungkidul, Berawal dari Pecah Ban hingga 1 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun di Gunungkidul, Berawal dari Pecah Ban hingga 1 Orang Tewas

Regional
Tangkap dan Simpan Kukang di Rumah, Warga Riau Ditangkap Polisi

Tangkap dan Simpan Kukang di Rumah, Warga Riau Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X