Kisah Pemudik Pulang Pakai Travel ke Tasik: Ongkos 4 Kali Lipat, Bonus Surat Negatif Antigen, Dijamin Lolos Pos Penyekatan

Kompas.com - 07/05/2021, 06:47 WIB
Para penumpang sebuah mobil travel berhasil lolos dengan menunjukkan tes antigen positif saat melewati Pos Cileunyi dan Gentong saat berangkat mudik dari Bandung menuju Tasikmalaya, Kamis (6/5/2021) tengah malam. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPara penumpang sebuah mobil travel berhasil lolos dengan menunjukkan tes antigen positif saat melewati Pos Cileunyi dan Gentong saat berangkat mudik dari Bandung menuju Tasikmalaya, Kamis (6/5/2021) tengah malam.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Perusahaan travel ternyata memberikan pelayanan ongkos mahal dengan bonus surat hasil negatif tes antigen supaya bisa lolos di beberapa pos penyekatan yang dilewatinya meski larangan mudik sudah berlaku.

Seperti saat petugas Pos Penyekatan Gentong, Tasikmalaya, menemukan dua buah travel yang salah satunya masih mengangkut penumpang meski harganya bisa sampai empat kali lipat dari harga normal.

"Kita ini sudah dapat tes antigen negatif bagi para penumpang. Ini satu penumpang ongkosnya Rp 210.000 dari Bandung ke Tasikmalaya. Tadi kita sudah tunjukkan tes hasil antigennya ke petugas dan bisa lolos," jelas Andi (45), salah seorang sopir travel, usai diperiksa karena membawa penumpang dari Bandung ke Tasikmalaya di Pos Gentong, Kamis (6/5/2021) tengah malam.

Baca juga: Akal-akalan Pemudik di Cianjur, Naik Angkot biar Tak Kena Sekat

Bisa lolos saat larangan mudik 6 Mei 2021, dapat hasil tes antigen dari dokter di Bandung

Andi dari Bandung membawa tujuh orang penumpang dengan tujuan Tasikmalaya dan sudah lolos di Pos Penyekatan Cileunyi dan Pos Gentong, Tasikmalaya.

Dirinya kali pertama menjalankan kendaraan dengan ongkos berbonus hasil tes antigen oleh perusahaannya seusai diberlakukan larangan mudik mulai hari ini.

"Ternyata bisa dan lolos dari beberapa pos penjagaan asalkan penumpang dibekali tes hasil antigen. Ini surat keterangan tes antigennya dari seorang dokter di Bandung," tambah Andi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Satu Keluarga Nekat Jalan Kaki Mudik dari Gombong ke Bandung, Mengaku Tak Punya Ongkos

Pemudik: tak masalah ongkos mahal, asal bisa pulang Lebaran...

Para penumpang sebuah mobil travel berhasil lolos dengan menunjukkan tes antigen positif saat melewati Pos Cileunyi dan Gentong saat berangkat mudik dari Bandung menuju Tasikmalaya, Kamis (6/5/2021) tengah malam.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Para penumpang sebuah mobil travel berhasil lolos dengan menunjukkan tes antigen positif saat melewati Pos Cileunyi dan Gentong saat berangkat mudik dari Bandung menuju Tasikmalaya, Kamis (6/5/2021) tengah malam.
Sementara itu, Muhaemin (43), salah seorang penumpang kendaraan travel itu mengaku tak mempermasalahkan ongkos tinggi yang diterapkan oleh travel tersebut.

Dirinya bersama rekan-rekannya pun mengaku akhirnya masih bisa pulang mudik dan bertemu keluarga di Tasikmalaya pada Lebaran tahun ini.

"Biar mahal ongkosnya yang penting bisa pulang Lebaran. Pak. Lah ongkosnya Rp 210.000 dari Bandung ke Tasikmalaya dan ada bonus surat keterangan tes antigen tiap penumpang. Terima kasih, Pak, saya bisa pulang," ujar dia sembari melanjutkan perjalanan bersama rekan-rekan penumpang lainnya.

Baca juga: 32 Travel Gelap dari Jakarta Diamankan Sepanjang Pantura, Per Penumpang Bayar Mulai Rp 500.000

Lolos di pos penyekatan Gentong, akan hadapi penyekatan di Indihiang

Setelah pengecekan ketat oleh petugas Pos Penyekatan Gentong, Tasikmalaya, akhirnya travel berpenumpang tersebut dpersilakan melanjutkan perjalanan yang nantinya akan diperiksa kembali di Pos Penyekatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Adapun kondisi lalu lalang kendaraan yang melintas di jalur Gentong, Tasikmalaya, ini didominasi oleh kendaraan truk barang dari Jakarta dan Bandung menuju Tasikmalaya.

Baca juga: Edarkan Surat Bebas Covid-19 Palsu, Pegawai Dinkes Cianjur Ditangkap, Kasus Terungkap dari Pengakuan Sopir Travel Gelap

 

Ratusan motor dan mobil pemudik diputar balik di pos penyekatan Gentong

Diberitakan sebelumnya, Petugas Pos Penyekatan Gentong Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatat sebanyak 872 motor dan mobil sebagian besar asal Jakarta dan Bandung diputarbalikkan kembali saat hari pertama larangan mudik diberlakukan sejak dini hari tadi, Kamis (6/5/2021).

Kendaraan didominasi oleh pemudik motor yang berangkat sengaja sejak malam hari sampai pagi harinya, sedangkan ratusan mobil pun jumlahnya meningkat menjelang pagi harinya.

Baca juga: Cerita Pemudik Warga Tangerang Diputar Balik di Maja Banten, Awalnya Tak Percaya Ada Penyekatan

"Sehari ini, kita sudah memutarbalikkan kendaraan pemudik yang tak memiliki keterangan di pos penjagaan ratusan. Tepatnya ada 872 semuanya, sejak pagi tadi sampai sore ini 201 kendaraan dan sejak dini hari tadi sampai pagi tadi 671 kendaraan," jelas Perwira Pengendali Pos Gentong Tasikmalaya, Jawa Barat, Kompol Gunarto, kepada wartawan di lokasi penyekatan utama Tasikmalaya, Kamis sore.

Kawasan Fly Over Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sendiri selama ini dikenal wilayah macet selama musim mudik Lebaran beberapa dekade ke belakang sebelum adanya Tol Cikampek-Palimanan (Cipali).

Soalnya, jalur Gentong sempat menjadi jalur mudik utama selatan Jawa sebelum beroperasinya Tol Cipali.

Jalur Gentong merupakan rangkaian jalur mudik dari arah Bandung via Nagrek ke arah Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, sampai ke Cilacap, Jawa Tengah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Dipinjami Uang, Pria di OKU Timur Bunuh Teman Wanitanya, Ini Kronologinya

Tak Dipinjami Uang, Pria di OKU Timur Bunuh Teman Wanitanya, Ini Kronologinya

Regional
Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Ratusan Warga Dihukum Senam dan Berdoa

Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Ratusan Warga Dihukum Senam dan Berdoa

Regional
Ditolak RSUD AWS Samarinda karena Oksigen Habis, Nenek 80 Tahun Meninggal di Ambulans

Ditolak RSUD AWS Samarinda karena Oksigen Habis, Nenek 80 Tahun Meninggal di Ambulans

Regional
Syarat Terbaru Perjalanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal, Berlaku 26 Juli-2 Agustus 2021

Syarat Terbaru Perjalanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal, Berlaku 26 Juli-2 Agustus 2021

Regional
Ayah Penganiaya Balita hingga Tewas Tampak Tak Menyesal, Polisi: Biasa Saja, Tidak Menangis, Wataknya Memang Kasar

Ayah Penganiaya Balita hingga Tewas Tampak Tak Menyesal, Polisi: Biasa Saja, Tidak Menangis, Wataknya Memang Kasar

Regional
Satpol PP Kediri Bubarkan Resepsi Pernikahan yang Digelar di Hotel Saat PPKM

Satpol PP Kediri Bubarkan Resepsi Pernikahan yang Digelar di Hotel Saat PPKM

Regional
Mayat Perempuan Hanya Pakai Celana Dalam di Sleman Ternyata Warga Klaten

Mayat Perempuan Hanya Pakai Celana Dalam di Sleman Ternyata Warga Klaten

Regional
Domisili Bermasalah dan Tak Dapat Bantuan, Suami Istri Jual Alat Rumah Tangga demi Kebutuhan Hidup

Domisili Bermasalah dan Tak Dapat Bantuan, Suami Istri Jual Alat Rumah Tangga demi Kebutuhan Hidup

Regional
Tak Dipinjami Uang, Pria Ini Bunuh IRT Saat Suami Korban Shalat Jumat, Begini Ceritanya

Tak Dipinjami Uang, Pria Ini Bunuh IRT Saat Suami Korban Shalat Jumat, Begini Ceritanya

Regional
Cerita Bupati Muda Trenggalek Tangani Covid-19, Bikin Undian Hewan Ternak, Istri Ikut Blusukan Ingatkan Prokes

Cerita Bupati Muda Trenggalek Tangani Covid-19, Bikin Undian Hewan Ternak, Istri Ikut Blusukan Ingatkan Prokes

Regional
PPKM Level 4 Banjarmasin Berlaku Hari Ini, Pemkot Gelontorkan Anggaran Rp 34 M

PPKM Level 4 Banjarmasin Berlaku Hari Ini, Pemkot Gelontorkan Anggaran Rp 34 M

Regional
Polwan Ini Jadikan Rumahnya Posko Kemanusiaan untuk Puluhan Anak Korban Badai Seroja

Polwan Ini Jadikan Rumahnya Posko Kemanusiaan untuk Puluhan Anak Korban Badai Seroja

Regional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Penyekatan Jalan di Banyumas Kini Jadi 14 Titik

PPKM Level 4 Diperpanjang, Penyekatan Jalan di Banyumas Kini Jadi 14 Titik

Regional
Saat Warga Madiun Gunakan Tradisi Dongkrek Usir Wabah Covid-19...

Saat Warga Madiun Gunakan Tradisi Dongkrek Usir Wabah Covid-19...

Regional
Kronologi Seorang Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Ini Penyebabnya

Kronologi Seorang Mertua Tikam Menantunya di Pasar, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X