Ganjar Minta Persoalan Izin Rapid Test Ilegal di Semarang Didalami

Kompas.com - 07/05/2021, 04:03 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merespons pengungkapan kasus peredaran alat rapid test antigen ilegal di Kota Semarang.

Menurutnya, perlu ada pendalaman soal masalah izin edar karena ada kemungkinan barang tersebut berkualitas baik tapi terkendala oleh izin.

Akan tetapi, kata dia bisa juga ternyata kualitasnya tidak baik sehingga tidak keluar izin edar.

"Saya kira perlu dicek lebih dalam karena itu problem-nya tidak ada izin edar. Mungkin barang berkualitas. Tapi kalau tidak ada izin edar ini kualitasnya beneran atau enggak ya. Maka diminta pengecekan dan didalami," kata Ganjar kepad wartawan, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Polisi Bongkar Penjualan Rapid Test Antigen Ilegal di Semarang, Beromzet Miliaran Rupiah

Ganjar meminta agar pelaku dihukum berat apabila terbukti melakukan tindakan tidak benar.

"Kalau ada tindakan tidak benar sudahlah hukum seberat beratnya," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai informasi, Ditrekrimsus Polda Jateng mengungkap kasus penjualan alat rapid test antigen ilegal di wilayah Jawa Tengah.

Pelaku berinisial SPM (34) diamankan karena menjual alat rapid test antigen tanpa izin edar secara perseorangan, ke klinik dan rumah sakit.

Pelaku menjalankan aksinya sejak Oktober 2020 hingga Februari 2021 dengan omzet Rp 2,8 miliar.

Baca juga: Ganjar Minta Pengusaha Komitmen Bayarkan THR Penuh kepada Karyawan

Saat ini, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut karena SPM memiliki atasan di Jakarta.

SPM pun ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 197 Undang-undang (UU) RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan sebagaimana diubah dalam Pasal 60 angka 10 UU Cipta Kerja dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Kemudian untuk UU Perlindungan Konsumen, dia dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 112 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 112 Juni 2021

Regional
Satu Keluarga Terpapar Covid-19 dan Menulari 16 Orang di Sebuah SMK

Satu Keluarga Terpapar Covid-19 dan Menulari 16 Orang di Sebuah SMK

Regional
Merasa Bertanggung Jawab, Puan Maharani Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Dapilnya

Merasa Bertanggung Jawab, Puan Maharani Lakukan Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Dapilnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 12 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 12 Juni 2021

Regional
Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung, Berawal Sakit Hati Disebut Tak Berguna hingga Buat Rekayasa Perampokan

Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung, Berawal Sakit Hati Disebut Tak Berguna hingga Buat Rekayasa Perampokan

Regional
BNPT Gelar Dialog Nasional untuk Membangun Kesejahteraan Papua

BNPT Gelar Dialog Nasional untuk Membangun Kesejahteraan Papua

Regional
Usai Tanyakan Kenapa Kondisi Jalanan Gelap, Wanita Pengemudi Taksi Online Dibunuh Penumpangnya

Usai Tanyakan Kenapa Kondisi Jalanan Gelap, Wanita Pengemudi Taksi Online Dibunuh Penumpangnya

Regional
125 Nakes di Bangkalan Positif Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

125 Nakes di Bangkalan Positif Covid-19, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Bapak dan Anak Meninggal Hampir Bersamaan, Bermula Kaget Saat Sang Ayah Tenggelam

Bapak dan Anak Meninggal Hampir Bersamaan, Bermula Kaget Saat Sang Ayah Tenggelam

Regional
Remas Payudara Wanita, Pria di NTT Nyaris Diamuk Massa

Remas Payudara Wanita, Pria di NTT Nyaris Diamuk Massa

Regional
Yasonna Laoly: Istriku Telah Berjuang Melawan Penyakitnya, tapi Tuhan Berkata Lain

Yasonna Laoly: Istriku Telah Berjuang Melawan Penyakitnya, tapi Tuhan Berkata Lain

Regional
Langgar Prokes, Wisatawan dan Pedagang Pantai Alam Indah Tegal Diswab

Langgar Prokes, Wisatawan dan Pedagang Pantai Alam Indah Tegal Diswab

Regional
Dipulangkan Lewat Jalur Laut, 192 TKI asal Malaysia Jalani Karantina di Batam

Dipulangkan Lewat Jalur Laut, 192 TKI asal Malaysia Jalani Karantina di Batam

Regional
Ini Penyebab Utama Banjir Bandang di Solokan Jeruk Kabupaten Bandung

Ini Penyebab Utama Banjir Bandang di Solokan Jeruk Kabupaten Bandung

Regional
Gencar Sosialisasi Potensi Tsunami di Selatan Jatim, BMKG Tak Ingin Tragedi Palu Terulang

Gencar Sosialisasi Potensi Tsunami di Selatan Jatim, BMKG Tak Ingin Tragedi Palu Terulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X