Kompas.com - 03/05/2021, 05:24 WIB
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Jumlah kasus penularan Covid-19 di Sumatera Selatan menjadi sorotan pemerintah pusat. Sebab, jumlah kenaikan kasusnya tercatat mencapai angka 65 persen.

Lonjakan jumlah kasus Covid-19 tersebut diketahui tertinggi secara nasional.

"Ditempat-tempat lain bahkan diperkirakan yang ramai, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur itu tidak lebih 30 persen (ketersediaan bed). Sempat wisma atlet itu mencapai 80 persen setelah Nataru. Sekarang mereka sudah stabil di bawah 30 persen artinya ada orang sakit Covid-19 bisa diterima tidak antre dan ditolak, nah ini (Sumsel) naik sampai 65 persen (penularan Covid) datanya,"kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat berkunjung ke Palembang, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Alasan Gubernur Sumsel Izinkan Warganya Mudik: Kearifan Lokal Harus Dijunjung Tinggi

Kesadaran masyarakat berkurang

Menurutnya, tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Sumsel terjadi karena kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan menurun.

Hal itu terlihat dari banyaknya kerumunan yang terjadi di daerah tersebut dan banyak yang tak pakai masker.

"Saya muter kota Palembang, kondisi kesadaran prokesnya sudah menurun, pasar penuh tanpa masker, di jalan juga banyak yang enggak pakai masker. Acara kawinan di pinggir jalan penuh tidak pakai masker, kegiatan malam di Jakarta itu jam 10 malam sudah tutup, di Bandung juga sama," ujarnya.

Baca juga: Pulang Kampung, Mendagri Kaget Angka Penularan Covid-19 di Sumsel 65 Persen

Menyikapi tingginya lonjakan kasus itu, pihaknya meminta pemerintah daerah setempat dan juga aparat penegak hukum dapat lebih peka dengan kondisi tersebut.

Pasalnya, selain jumlah kasus aktif mengalami peningkatan, angka kematian di daerah tersebut juga telah mencapai angka 4,7 persen. Angka itu lebih tinggi dari nasional yang hanya 2,7 persen.

"Sumsel sekarang sudah lampu kuning dan menjadi perhatian. Aparat, tolong ya menghadapi Covid-19 ini bukan lari jarak pendek, ini lari marathon panjang, kita belum tahu kapan selesainya. Kalau global tidak selesai, indonesia akan terus berdampak, India sudah terjadi tsunami kematian di atas 3000 per hari, ini berdampak pada situasi gobal,"kata Tito.

Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor : Aprillia Ika

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Panglima OPM Tuntut Pemerintah Segera Tindak Tegas Lukas Enembe

Mantan Panglima OPM Tuntut Pemerintah Segera Tindak Tegas Lukas Enembe

Regional
10 Warga di Bima Diduga Keracunan Jamu Tradisional 'Lo'i Pa'i Piri', Polisi: Habis Minum lalu Muntah

10 Warga di Bima Diduga Keracunan Jamu Tradisional "Lo'i Pa'i Piri", Polisi: Habis Minum lalu Muntah

Regional
Korban Kercunan di Bima Usai Minum Jamu Tradisional Bertambah 30 orang

Korban Kercunan di Bima Usai Minum Jamu Tradisional Bertambah 30 orang

Regional
Stok Vaksin Meningitis di Riau Hanya untuk Calon Jemaah Umrah yang Sudah Daftar Online

Stok Vaksin Meningitis di Riau Hanya untuk Calon Jemaah Umrah yang Sudah Daftar Online

Regional
Polda Bengkulu Sita 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal, Diduga Dikirim dari Malang

Polda Bengkulu Sita 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal, Diduga Dikirim dari Malang

Regional
7 Pendaki Bawa Balita Tersesat di Gunung Soputan Sulut Berhasil Dievakuasi Tim SAR

7 Pendaki Bawa Balita Tersesat di Gunung Soputan Sulut Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kabur ke Hutan Usai Membacok 3 Rekannya, Pria di Malaka NTT Ditangkap

Kabur ke Hutan Usai Membacok 3 Rekannya, Pria di Malaka NTT Ditangkap

Regional
Kepala Balai TNTN Diancam Usai Tangkap Perambah Hutan Lindung di Riau

Kepala Balai TNTN Diancam Usai Tangkap Perambah Hutan Lindung di Riau

Regional
Gara-gara Bonus di Akun Judi Online Dipakai, Pemuda di Sumbawa Tebas Teman dengan Parang

Gara-gara Bonus di Akun Judi Online Dipakai, Pemuda di Sumbawa Tebas Teman dengan Parang

Regional
Kunjungan Ibu Negara Iriana Jokowi ke Labuan Bajo, Konser Suara 1.000 Sasando Siap Menyambut

Kunjungan Ibu Negara Iriana Jokowi ke Labuan Bajo, Konser Suara 1.000 Sasando Siap Menyambut

Regional
Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berpelukan di Riau, Diduga Dibunuh Perampok

Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Berpelukan di Riau, Diduga Dibunuh Perampok

Regional
Apes, Motor Curian Mogok Saat Dibawa Kabur, 2 Pelaku Diringkus di Jalan

Apes, Motor Curian Mogok Saat Dibawa Kabur, 2 Pelaku Diringkus di Jalan

Regional
Soal Kasus Korupsi Dana Covid-19, Kuasa Hukum Eks Sekda Flores Timur: Kita Akan Buat Kajian

Soal Kasus Korupsi Dana Covid-19, Kuasa Hukum Eks Sekda Flores Timur: Kita Akan Buat Kajian

Regional
Usut Dugaan Korupsi Rp 166 Miliar di Kota Bima, KPK Disebut Panggil 3 Kontraktor

Usut Dugaan Korupsi Rp 166 Miliar di Kota Bima, KPK Disebut Panggil 3 Kontraktor

Regional
Walima, Tradisi Unik dalam Merayakan Maulid Nabi di Gorontalo

Walima, Tradisi Unik dalam Merayakan Maulid Nabi di Gorontalo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.