Kisah Pilu TKI yang Dideportasi Malaysia, Difitnah, Dicambuk Rotan, hingga 12 Tahun Tak Jumpa Keluarga

Kompas.com - 18/04/2021, 21:05 WIB
Gedung Rusunawa Nunukan Kaltara. Bangunan ini menjadi tempat karantina bagi para deportan sebelum dikirim ke kampung halaman Kompas.com/Ahmad DzulviqorGedung Rusunawa Nunukan Kaltara. Bangunan ini menjadi tempat karantina bagi para deportan sebelum dikirim ke kampung halaman

NUNUKAN, KOMPAS.com – Pemerintah Diraja Malaysia intens mendeportasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Hampir setiap pekan ratusan deportan dikirim ke wilayah perbatasan RI – Malaysia ini. Terbaru adalah deportasi 134 TKI pada Senin (12/4/2021).

Mereka dideportasi dengan bermacam kasus, mulai kasus pelanggaran keimigrasian, kasus narkotika sampai tindak pidana berat.

Baca juga: Kampung Cerita Nunukan, Upaya Pemuda Tidung Pertahankan Jati Diri

Berbagai kisah dialami para perantau yang kerap disebut sebagai pahlawan devisa ini. Banyak kisah sedih dan haru yang sama sekali tidak mereka harapkan.

Riswan bin Londong (34) salah satunya. Niat awal ia ingin mengumpulkan uang untuk mengangkat perekonomian keluarga, namun yang terjadi justru dia dimasukkan penjara dengan tuduhan menjadi pelaku pembakar gudang pupuk di tempatnya bekerja di salah satu kebun kelapa sawit di Lahad Datu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

‘’Saya kenak kes tuduhan membakar gudang. Bulan Maret 2019 saya masuk Malaysia secara resmi, saya kenak fitnah bakar gudang dan masuk lokap (penjara) selama 6 bulan. Tiada bukti tuduhan itu, akhirnya saya pun dipenjara karena kasus dokumen,’’tutur pria asal Tana Toraja ini, Sabtu (17/4/2021).

Riswan hanya bisa tersenyum kecut saat mengenang nasibnya. Dia menyesal karena harus menanggung sesuatu yang tidak dia lakukan.

Saat kebakaran terjadi atau pada bulan Juli 2020, Riswan sedang berada di camp dan sama sekali tidak tahu menahu peristiwa tersebut.

Tiba tiba saja malam harinya ada polisi Malaysia berpakaian preman datang ke tempatnya dan langsung membawanya ke kantor polis dengan tuduhan sebagai pelaku pembakar gudang.

‘’Kemungkinan besar bos lama saya yang kasih saya begitu. Saya minta pindah kerja ke bagian lain dia tidak kasih izin. Jadi dia buatlah tuduhan itu ke saya. Selama 18 hari kasus disiasat, tidak ada bukti karena memang saya tidak lakukan pembakaran,’’lanjutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Lamongan, Barak Yon Zipur Babat Jadi Tempat Isolasi Pasien

Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Lamongan, Barak Yon Zipur Babat Jadi Tempat Isolasi Pasien

Regional
Cerita Lena, dari Matahari Terbit hingga Terbenam Tak Kunjung Dapatkan RS untuk Perawatan Suami

Cerita Lena, dari Matahari Terbit hingga Terbenam Tak Kunjung Dapatkan RS untuk Perawatan Suami

Regional
Sehari 24 Warga Terkonfirmasi Covid-19, Bupati Jember Larang Warga Gelar Hajatan

Sehari 24 Warga Terkonfirmasi Covid-19, Bupati Jember Larang Warga Gelar Hajatan

Regional
Ruang Isolasi di Pamekasan Penuh, Sri Bingung Rawat Keluarganya yang Positif Covid-19, Sempat Dirawat di Lorong RS

Ruang Isolasi di Pamekasan Penuh, Sri Bingung Rawat Keluarganya yang Positif Covid-19, Sempat Dirawat di Lorong RS

Regional
Lampung Tertinggi Ke-2 Indonesia Tingkat Kematian akibat Covid-19, Ini Penjelasan Diskes

Lampung Tertinggi Ke-2 Indonesia Tingkat Kematian akibat Covid-19, Ini Penjelasan Diskes

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Sejumlah Agen Oksigen Medis di Yogyakarta Kehabisan Stok

Kasus Covid-19 Naik, Sejumlah Agen Oksigen Medis di Yogyakarta Kehabisan Stok

Regional
Polresta Bandung Gelar Vaksinasi Massal Sabtu Besok, Begini Cara Daftarnya

Polresta Bandung Gelar Vaksinasi Massal Sabtu Besok, Begini Cara Daftarnya

Regional
Kebakaran Hutan dan Lahan Mulai Muncul di Riau

Kebakaran Hutan dan Lahan Mulai Muncul di Riau

Regional
7 Ruas Jalan Utama di Purwokerto Bakal Ditutup Mulai Kamis Malam

7 Ruas Jalan Utama di Purwokerto Bakal Ditutup Mulai Kamis Malam

Regional
UPDATE: Lokasi dan Aturan Baru Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang 29 Juni

UPDATE: Lokasi dan Aturan Baru Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang 29 Juni

Regional
Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Regional
Satu Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Jember Lockdown

Satu Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Jember Lockdown

Regional
Pengurus Sekolah yang Siswanya Rusak Makam di Solo: Kami Sudah Larang

Pengurus Sekolah yang Siswanya Rusak Makam di Solo: Kami Sudah Larang

Regional
Bupati Majalengka Positif Covid-19, 30 Orang Kontak Erat Jalani Isoman

Bupati Majalengka Positif Covid-19, 30 Orang Kontak Erat Jalani Isoman

Regional
Satgas Covid-19 Curiga Virus Varian Baru Menyebar di Pamekasan, Ini Penyebabnya

Satgas Covid-19 Curiga Virus Varian Baru Menyebar di Pamekasan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X