Pemkab Blitar Beri Bantuan Uang untuk Korban Gempa yang Rumahnya Rusak

Kompas.com - 17/04/2021, 20:02 WIB
Warga, anggota Banser, dan warga membersihkan puing-puing bangunan rumah warga di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Rabu (14/4/2021), yang rusak berat akibat gempa bumi pekan lalu. KOMPAS.COM/ASIP HASANIWarga, anggota Banser, dan warga membersihkan puing-puing bangunan rumah warga di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Rabu (14/4/2021), yang rusak berat akibat gempa bumi pekan lalu.

BLITAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran bantuan kepada warga yang rumahnya rusak akibat gempa bumi yang terjadi di Malang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Achmad Cholik mengatakan, besaran uang bantuan yang diterima warga akan disesuaikan dengan kategori tingkat kerusakan.

"Untuk kategori rumah warga yang mengalami rusak ringan, besaran bantuan yang disiapkan sebesar Rp 1 juta," ujar Cholik kepada Kompas.com, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Kantornya Rusak akibat Gempa, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Curiga soal Pembangunan Gedung Rp 44 Miliar

Untuk kategori rusak sedang, menurut Cholik, dana bantuan yang disiapkan Pemkab Blitar sebesar Rp 2 juta.

Terakhir, untuk kategori rumah yang mengalami kerusakan berat akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 4 juta.

"Dana sebesar itu jelas jauh dari cukup untuk memperbaiki kerusakan, terutama kerusakan  sedang dan berat. Ini istilahnya dana stimulan saja," ujar Cholik.

Baca juga: Kisah Bocah SMP Gegar Otak akibat Dikeroyok Massa, Ternyata Korban Salah Sasaran

Cholik mengatakan, total rumah warga di wilayah Kabupaten Blitar yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi Malang sebanyak 832 unit.

Rinciannya, sebanyak 516 rusak ringan; 285 rusak sedang; dan 31 rusak berat.

Sementara kerusakan bangunan fasilitas sosial dan umum (fasum-fasos), menurut Cholik, sebanyak 92 unit dengan rincian 60 rusak ringan; 29 rusak sedang; dan 3 rusak berat.

Cholik mengatakan, fasum-fasos yang mengalami kerusakan meliputi tempat ibadah seperti masjid, mushala, dan gereja.

Kemudian kantor pemerintah seperti kantor desa, kantor kecamatan dan lainnya.

"Iya, termasuk Kantor DPRD dan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar di Kecamatan Kanigoro," ujar Cholik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Jaring 12 Pasangan Bukan Suami Istri dari 7 Penginapan di Pangandaran

Petugas Jaring 12 Pasangan Bukan Suami Istri dari 7 Penginapan di Pangandaran

Regional
Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Regional
Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Regional
Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Regional
Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Regional
Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Regional
Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Regional
Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Regional
Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

Regional
Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Regional
Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Regional
Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X