Kisah Pilu TKI yang Dideportasi Malaysia, Difitnah, Dicambuk Rotan, hingga 12 Tahun Tak Jumpa Keluarga

Kompas.com - 18/04/2021, 21:05 WIB
Gedung Rusunawa Nunukan Kaltara. Bangunan ini menjadi tempat karantina bagi para deportan sebelum dikirim ke kampung halaman Kompas.com/Ahmad DzulviqorGedung Rusunawa Nunukan Kaltara. Bangunan ini menjadi tempat karantina bagi para deportan sebelum dikirim ke kampung halaman

Riswan kemudian dipindah ke Pusat Tahanan Sementara (PTS). Sebuah gedung tempat para TKI Malaysia yang akan dideportasi.

Bagi pendatang haram atau imigran gelap, ada hukuman yang menyakitkan berupa cambukan rotan sebanyak 3 kali.

‘’Seksyen Malaysia memang menerapkan aturan cambuk. Saya disuruh buka celana, lalu diminta jongkok dan pantat saya dicambuk 3 kali. Sakit sekali itu rasanya sampai ada cap 3 rotan itu di pantatku,’’katanya.

Baca juga: Miris, 5 Guru Honorer di Nunukan Hanya Digaji Rp 32.500 Per Bulan

Selain Riswan, Umar bin Ruddin (38) memiliki nasib lebih apes. Ketika izin anak istri merantau untuk bekerja di ladang sawit pada 2009, pria asal Bulukumba Sulawesi Selatan ini sama sekali tidak menyangka harus berdiam di penjara hampir 12 tahun lamanya sesampainya di Malaysia.

Umar ditangkap polis Malaysia karena membunuh orang di tengah kebun sawit di Silabukan Lahad Datu.

‘’Kami main gaple, dorang (mereka) warga lokal kalah sejuta. Dia minta balik uangnya dengan sabetkan pisau, kena saya punya bahu dan luka. Saya berlari juga ambil badik lawan dorang. Saya tikam pinggangnya dan matilah dia,’’kenangnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Umar pun hanya bisa pasrah saat polisi berseragam lengkap membawanya dengan borgol. Umar hanya menunduk dan menangis karena teringat akan nasib anak istrinya di kampung halaman.

Saat dia berangkat merantau, anak sulungnya masih usia 4 tahun dan si bungsu usia 2 tahun.

‘’Sejak itu tidak ada kabar, entah istriku menunggu ataukah tidak, saya tidak tahu. Kalaupun sudah ada kehidupan baru, mau diapa sudah? Saya dipenjara hampir 12 tahun bukan waktu sebentar,’’katanya sedih.

Umar saat ini hanya berniat melihat kondisi kedua anaknya di Sulawesi. Kalaupun keluarganya sudah memiliki kehidupan baru, ia akan menjauh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Operasi Gabungan di Kota Malang Akan Digencarkan Lagi

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Operasi Gabungan di Kota Malang Akan Digencarkan Lagi

Regional
BOR di Karawang Sudah 94,2 Persen, UGD Penuh, Satgas: Didominasi Klaster Keluarga dan Industri

BOR di Karawang Sudah 94,2 Persen, UGD Penuh, Satgas: Didominasi Klaster Keluarga dan Industri

Regional
Mobile Laboratorium PCR Senilai Rp 3,8 Miliar Dipertanyakan karena Tak Pernah Keliling, Ini Jawaban Satgas Covid-19 Magetan

Mobile Laboratorium PCR Senilai Rp 3,8 Miliar Dipertanyakan karena Tak Pernah Keliling, Ini Jawaban Satgas Covid-19 Magetan

Regional
Datangi Bandung, Menkes Sampaikan Pesan Presiden Soal Vaksinasi Massal

Datangi Bandung, Menkes Sampaikan Pesan Presiden Soal Vaksinasi Massal

Regional
Tuntut Penutupan Tambang Ilegal, Massa PMII Blokade Kantor Bupati Pamekasan

Tuntut Penutupan Tambang Ilegal, Massa PMII Blokade Kantor Bupati Pamekasan

Regional
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Walkot Kendari Tetap Ingin Munas Kadin Berlangsung

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Walkot Kendari Tetap Ingin Munas Kadin Berlangsung

Regional
Jokowi Setuju Stadion Pakansari untuk Vaksinasi Massal

Jokowi Setuju Stadion Pakansari untuk Vaksinasi Massal

Regional
Baru Sebulan Keluar dari Penjara, Pria Ini Ngamuk dan Aniaya Warga di Warung Kopi

Baru Sebulan Keluar dari Penjara, Pria Ini Ngamuk dan Aniaya Warga di Warung Kopi

Regional
Belasan Pegawainya Positif Covid-19, BPN Blora Tak Menerima Tamu Kantor

Belasan Pegawainya Positif Covid-19, BPN Blora Tak Menerima Tamu Kantor

Regional
Kronologi Sopir Angkot Curi Uang Pensiun Lansia, Korban Diminta Duduk Depan dan Pegangi Pintu yang Rusak

Kronologi Sopir Angkot Curi Uang Pensiun Lansia, Korban Diminta Duduk Depan dan Pegangi Pintu yang Rusak

Regional
Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Bagaimana Nasib Work From Bali dan Pembukaan Pariwisata Internasional?

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Bagaimana Nasib Work From Bali dan Pembukaan Pariwisata Internasional?

Regional
Video Viral Kerumunan Joget-joget di Sleman City Hall, Pengelola: EO yang Bikin Acara

Video Viral Kerumunan Joget-joget di Sleman City Hall, Pengelola: EO yang Bikin Acara

Regional
Petani Desa Ini Manfaatkan Urine Sapi Untuk Berantas Hama Tikus, Begini Ceritanya...

Petani Desa Ini Manfaatkan Urine Sapi Untuk Berantas Hama Tikus, Begini Ceritanya...

Regional
Viral, Video Pemulung Tua Dijambret, Kapolres Blitar: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Viral, Video Pemulung Tua Dijambret, Kapolres Blitar: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Regional
Dalam 3 Bulan, Kematian akibat Covid-19 di Kalbar Meningkat 4 Kali Lipat

Dalam 3 Bulan, Kematian akibat Covid-19 di Kalbar Meningkat 4 Kali Lipat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X