Demi Mengajar di Pelosok, Guru Honorer Ini Melewati Sungai dan Lumpur, Sudah 9 Kali Ganti Motor

Kompas.com - 16/04/2021, 06:37 WIB
Sepeda motor yang digunakan oleh Andik Santoso dalam menjalankan tugasnya sebagai guru di SDN Juipurapah 2 Jombang. Dok. Andik SantosoSepeda motor yang digunakan oleh Andik Santoso dalam menjalankan tugasnya sebagai guru di SDN Juipurapah 2 Jombang.

 

"Sebab, saya sendiri ingin anak-anak yang ada di sana, tetap mendapatkan ilmu dan tidak kalah dengan anak-anak yang ada di wilayah lain dalam hal pendidikan," tutur Andik.

Saat ini, selain Andik, ada pula tiga orang lain yang juga berstatus sebagai guru honorer mengajar di SDN Juipurapah 2, ditambah dua orang guru berstatus PNS. Jumlah siswa-siswi sebanyak 35 anak.

Upah minim

Lantaran baru lulus SMA pada 2006, Andik sembari mengajar juga membagi waktunya untuk melanjutkan kuliah.

Dia mengambil jurusan sastra di IKIP Budi Utomo Malang, dan mengaku lulus mendapatkan gelar S-1 usai menempuh pendidikan selama empat tahun.

Pasca lulus kuliah, Andik kembali penuh mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mengajar di SDN Juipurapah 2 Jombang.

Baca juga: Cerita Kasan, Petani Bunga Jombang, Jelang Ramadhan Tanam Pacar Air, Saat Panen Bisa Dapat Rp 20 Juta

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dengan status guru honorer, Andik mengaku mendapatkan upah sebesar Rp 500.000 per bulan.

"Sebelumnya Rp 350.000, tapi sekarang alhamdulillah sudah naik Rp 500.000. Barusan saja, belum lama. Bahkan, saat 2006 itu, saya sempat hanya mendapat Rp 100.000 per bulan," kata Andik.

Andik mengaku, dirinya harus berjuang mendapat penghasilan tambahan di luar gaji yang diterima, untuk membeli bahan bakar sepeda motor yang ditumpangi olehnya dari kediaman di Lamongan menuju SDN Juipurapah 2 Jombang.

"Terkadang ya cari kayu bakar di hutan yang saya lewati, dijual untuk beli bensin," kata Andik.

9 kali ganti motor

Beratnya medan perjalanan yang harus ditempuh, membuat Andik sempat berganti sepeda motor hingga sembilan kali.

Sebab, tidak jarang motor yang dikendarainya mengalami kendala, ketika harus melintasi sungai dan jalanan berlumpur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Korban Pohon Tumbang di Ruang Publik Bisa Minta Ganti Rugi ke Pemerintah? Begini Penjelasannya

Benarkah Korban Pohon Tumbang di Ruang Publik Bisa Minta Ganti Rugi ke Pemerintah? Begini Penjelasannya

Regional
Bayi Tergeletak dan Tertutup Daun Jati, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Bayi Tergeletak dan Tertutup Daun Jati, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Regional
Ada Temuan Covid-19 Varian India, Ganjar Minta Pemeriksaan di Pelabuhan Diperketat

Ada Temuan Covid-19 Varian India, Ganjar Minta Pemeriksaan di Pelabuhan Diperketat

Regional
2.727 Peserta Lolos SBMPTN UNS, Ini Link Pengumuman, Jadwal, dan Persyaratan Daftar Ulang

2.727 Peserta Lolos SBMPTN UNS, Ini Link Pengumuman, Jadwal, dan Persyaratan Daftar Ulang

Regional
10 Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid-19, Ruangan di Gedung Dewan Diusulkan Ditutup

10 Anggota DPRD Surabaya Terpapar Covid-19, Ruangan di Gedung Dewan Diusulkan Ditutup

Regional
Izin Tambang Diambil Alih Pusat, Sumsel Minta UU Cipta Kerja Direvisi

Izin Tambang Diambil Alih Pusat, Sumsel Minta UU Cipta Kerja Direvisi

Regional
Aksi Tawuran dan Pemukulan Pegawai Kafe di Lamongan, Polisi: Kenapa Ada Live Music Saat Pandemi

Aksi Tawuran dan Pemukulan Pegawai Kafe di Lamongan, Polisi: Kenapa Ada Live Music Saat Pandemi

Regional
Marah UGD di Puskesmas Tutup 17.00, Bupati Solok: Dimana-mana 24 Jam

Marah UGD di Puskesmas Tutup 17.00, Bupati Solok: Dimana-mana 24 Jam

Regional
Kota Pontianak Terapkan PPKM Mikro, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

Kota Pontianak Terapkan PPKM Mikro, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

Regional
Sampel 28 Warga Kudus Terpapar Covid-19 Varian India Dikirim Sebelum Pemindahan Pasien ke Donohudan

Sampel 28 Warga Kudus Terpapar Covid-19 Varian India Dikirim Sebelum Pemindahan Pasien ke Donohudan

Regional
UB Paling Banyak Terima Calon Mahasiswa Jalur SBMPTN, Ini Cara Daftar Ulangnya

UB Paling Banyak Terima Calon Mahasiswa Jalur SBMPTN, Ini Cara Daftar Ulangnya

Regional
PPDB SMK Banten 2021: Kuota, Cara Daftar, dan Syarat

PPDB SMK Banten 2021: Kuota, Cara Daftar, dan Syarat

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Naik, Didominasi Klaster Keluarga, Ridwan Kamil: gara-gara Mudik dan Libur Lebaran

Kasus Covid-19 di Jabar Naik, Didominasi Klaster Keluarga, Ridwan Kamil: gara-gara Mudik dan Libur Lebaran

Regional
68 Persen Sumber Air Warga Kulon Progo Tercemar Limbah Rumah Tangga

68 Persen Sumber Air Warga Kulon Progo Tercemar Limbah Rumah Tangga

Regional
Gubernur Khofifah: 3 Warga Jatim Terinfeksi Covid-19 Varian India

Gubernur Khofifah: 3 Warga Jatim Terinfeksi Covid-19 Varian India

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X