Demi Mengajar di Pelosok, Guru Honorer Ini Melewati Sungai dan Lumpur, Sudah 9 Kali Ganti Motor

Kompas.com - 16/04/2021, 06:37 WIB
Perjuangan Andik Santoso menjadi guru di SDN Juipurapah 2 Jombang. Dok. Andik SantosoPerjuangan Andik Santoso menjadi guru di SDN Juipurapah 2 Jombang.

 

Baik saat berangkat maupun pulang, Andik juga jarang memakai seragam layaknya seorang guru pada saat menempuh perjalanan.

Hal ini dikarenakan, medan jalanan yang tidak memungkinkan dan tidak menjamin pakaian yang dikenakan bakal tetap bersih jika digunakan.

"Saya sudah ganti motor sampai sembilan kali, semua saya preteli agar bisa dibuat menempuh perjalanan, seperti sepeda motor off road. Terakhir, yang sekarang ini sepeda motor (pabrikan) China, Happy," tutur Andik.

Andik juga menceritakan, dirinya pernah berjalan kaki untuk sampai di SDN Juipurapah 2 Jombang.

Sebab, ketika itu kondisi medan jalanan yang tidak memungkinkan untuk dilalui dengan sepeda motor.

Baca juga: Kiat Perajin Manik-manik di Jombang Bertahan Selama Pandemi Covid-19...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ini biasanya dialami oleh Andik bila di daerah tersebut diguyur hujan lebat.

"Di jalan sekitar 10 kilometer yang tidak enak itu, sebab jalannya hanya tanah dan tidak ada bebatuan, jadi tidak bisa dilalui sepeda motor," kata Andik.

Belum lulus tes

Andik mengatakan, dirinya sudah sempat empat kali mengikuti tes yang digelar oleh Pemkab setempat untuk menjadi guru tetap.

Namun, dari empat tes yang sudah dilakoni tersebut, tidak satupun yang berhasil dilalui dengan hasil maksimal.

Andik mengaku, dirinya juga sudah menempuh kuliah di Universitas Terbuka Jombang dengan mengambil jurusan Pendidikan Guru SD (PGSD), sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh pengambil kebijakan.

Namun, tetap saja, hingga kini ia masih berstatus sebagai honorer.

"Sudah ikut empat kali tes yang digelar Pemkab Jombang, tapi belum rezeki, tidak ada yang lolos," tutur Andik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Dana PBB 3.000 Warga Selama 7 Tahun, Kades di Luwu Ditahan Kejari

Gelapkan Dana PBB 3.000 Warga Selama 7 Tahun, Kades di Luwu Ditahan Kejari

Regional
Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Detik-detik Bocah 5 Tahun Tewas Tertembak Senapan Angin Saat Bercanda dengan Temannya

Regional
Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Kamis Malam, Gunung Merapi Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Regional
Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Situs Web PPDB Banten Eror, Anggota DPRD: Kesalahan Setiap Tahun

Regional
Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Puluhan Santri di Bantul Positif Covid-19, Seratusan Lainnya Dikarantina dan Kekurangan Logistik

Regional
Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Kasus Covid-19 di Ende Meningkat, Wisata Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Regional
Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Soal Video Viral Perawat Dianiaya Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Regional
Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Kerap Berpergian ke Luar Kota, 7 ASN Cianjur Positif Covid-19

Regional
Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Bikin Video Menghina Polisi dan Banser, Seorang Pemuda Ditangkap

Regional
Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Work From Bali Disebut Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Kata Sandiaga Uno

Regional
Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Perawat yang Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Alami Luka Memar, Wabup Garut: Tak Boleh Terulang Lagi

Regional
Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Sebuah Yayasan Pendidikan di Bandung Diduga Lakukan Penistaan Agama, Ini Kata Polisi

Regional
19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

19 Warga di Satu Perumahan Positif Covid-19 Setelah Arisan, 2 di Antaranya Meninggal

Regional
Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Usai 3 Hajatan Pernikahan dan Dangdutan, 60 Warga di Kulon Progo Positif Covid-19

Regional
147 Orang Jalani Tes Swab Jelang Yadnya Kasada 2021, Akses Menuju Bromo Ditutup

147 Orang Jalani Tes Swab Jelang Yadnya Kasada 2021, Akses Menuju Bromo Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X