Selama Ramadhan, Pemkot Surabaya Larang Bagi-bagi Takjil di Pinggir Jalan, Buka Berama Dibatasi

Kompas.com - 14/04/2021, 17:12 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerbitkan surat edaran (SE) nomor 443/3584/436.8.4/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Surat edaran tersebut diterbitkan untuk memaksimalkan penanganan Covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

SE tersebut mengatur aturan tentang shalat tarawih, kegiatan buka dan sahur bersama, bagi-bagi takjil, hingga tadarus Al-Quran di masjid.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, pemerintah kota (pemkot) telah melakukan rapat koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan beberapa instansi terkait.

Rapat itu membahas persiapan dan pelaksanaan Ramadhan di masa pandemi Covid-19.

Menurut Febri, pelaksanaan kegiatan ibadah di masjid/mushala dilakukan secara tertib dan disiplin sesuai protokol kesehatan.

Baca juga: Antisipasi Harga Sembako Naik Selama Ramadhan, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Seluruh jemaah wajib menggunakan masker, mencuci tangan dengan memakai air mengalir serta sabun hand sanitizer secara rutin, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Kemudian, bagi-bagi takjil gratis di jalan dilarang pada saat buka puasa maupun sahur.

"Diutamakan agar (takjil) disalurkan melalui masjid/mushala atau lembaga sosial keagamaan guna menghindari terjadinya kerumunan," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (14/4/2021).

Pengurus masjid atau mushala diminta mengatur pembagian takjil saat buka puasa dan sahur. Kegiatan itu tak boleh dilaksanakan di pinggir jalan agar tak menyebabkan kerumunan.

Untuk pelaksanaan shalat lima waktu, tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, dan iktikaf agar dilakukan dengan pembatasan jumlah jemaah paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas masjid atau mushala.

Selain itu, menjaga jarak aman satu meter antarjemaah dan memberi tanda jarak pada lantai, serta mengimbau agar setiap jemaah membawa sajadah dan mukena masing-masing.

"Satu per satu sudah kami telaah. Intinya untuk pelaksanaan shalat tarawih bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Pemkot memberi lampu hijau," kata Febri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Naik, Pemkab Karawang akan Sewa Hotel untuk Rumah Sakit Darurat

Kasus Covid-19 Naik, Pemkab Karawang akan Sewa Hotel untuk Rumah Sakit Darurat

Regional
Kasus Covid-19 Naik, ASN Salatiga Diimbau Tak Terima Kunjungan Kerja Luar Daerah

Kasus Covid-19 Naik, ASN Salatiga Diimbau Tak Terima Kunjungan Kerja Luar Daerah

Regional
Pakai Keranjang Buah, 20 Ular Sanca Gagal Diselundupkan dalam Bus AKAP

Pakai Keranjang Buah, 20 Ular Sanca Gagal Diselundupkan dalam Bus AKAP

Regional
Korban Pencabulan Guru SMP di Padang Panjang Bertambah 4 Anak

Korban Pencabulan Guru SMP di Padang Panjang Bertambah 4 Anak

Regional
Kecelakaan Maut di Bundaran Digulis Pontianak, Kronologi hingga Polisi Temukan Botol Miras

Kecelakaan Maut di Bundaran Digulis Pontianak, Kronologi hingga Polisi Temukan Botol Miras

Regional
Kekosongan Kursi Wagub Papua Akan Dibahas Setelah 40 Hari Meninggalnya Klemen Tinal

Kekosongan Kursi Wagub Papua Akan Dibahas Setelah 40 Hari Meninggalnya Klemen Tinal

Regional
Kisah Pilu Pasangan Lansia Tinggal di Kandang Ayam, Menahan Lapar Saat Tak Punya Uang

Kisah Pilu Pasangan Lansia Tinggal di Kandang Ayam, Menahan Lapar Saat Tak Punya Uang

Regional
Video Bupati Bulukumba Mengamuk Viral, Tendang Ban yang Dibakar Mahasiswa

Video Bupati Bulukumba Mengamuk Viral, Tendang Ban yang Dibakar Mahasiswa

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Pos Penyekatan Suramadu, Ini yang Dilakukan Wali Kota Surabaya

Covid-19 Varian India Ditemukan di Pos Penyekatan Suramadu, Ini yang Dilakukan Wali Kota Surabaya

Regional
Polisi Beberkan Kronologi Puluhan Warga Tanggamus Bakar Kapal Ikan di Tengah Laut

Polisi Beberkan Kronologi Puluhan Warga Tanggamus Bakar Kapal Ikan di Tengah Laut

Regional
Kecelakaan Beruntun di Bundaran Untan Pontianak, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Kecelakaan Beruntun di Bundaran Untan Pontianak, 1 Orang Tewas dan 4 Luka-luka

Regional
Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Melonjak, Seluruh Daerah di Banten Zona Oranye

Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Melonjak, Seluruh Daerah di Banten Zona Oranye

Regional
Catat, Ini Jadwal Pelayanan GeNose dan Rapid Test Antigen di 4 Stasiun KAI Jawa Barat

Catat, Ini Jadwal Pelayanan GeNose dan Rapid Test Antigen di 4 Stasiun KAI Jawa Barat

Regional
Guru Berulang Kali Cabuli Siswanya di Ruang Kepala Sekolah, Alasannya demi Kepercayaan Diri

Guru Berulang Kali Cabuli Siswanya di Ruang Kepala Sekolah, Alasannya demi Kepercayaan Diri

Regional
Polisi Sebut Kenaikan Kasus Covid-19 di Banjarnegara Tembus 150 Persen, Bupati: Itu Hoaks dan Provokatif

Polisi Sebut Kenaikan Kasus Covid-19 di Banjarnegara Tembus 150 Persen, Bupati: Itu Hoaks dan Provokatif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X