Modal Bambu dan Uang Mainan 3,3 Miliar, Seorang Pria Tipu Korban Ratusan Juta, Ini Ceritanya

Kompas.com - 31/03/2021, 16:38 WIB
Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana bersama Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri saat menunjukkan barang bukti uang palsu atau uang mainan milik pelaku (kanan bawah), dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (30/3/2021). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHKapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana bersama Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri saat menunjukkan barang bukti uang palsu atau uang mainan milik pelaku (kanan bawah), dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (30/3/2021).

KOMPAS.com - Bermodal pring (bambu) petuk dan uang mainan pecahan Rp 100.000 sebanyak Rp 3,3 miliar, MA (55) menipu tiga warga senilai ratusan juta rupiah.  

Pria warga Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, itu mengaku mampu menggandakan uang milik korbannya. 

Ketiga korban MA, yaitu DS (46), DWN (44), dan S (46), mengaku telah menyetor sejumlah uang mahar untuk bisa digandakan.

DS kepada polisi mengaku telah memberikan uang tunai senilai Rp 65 juta kepada MA. Lalu DWN Rp 35 juta dan S, yang merupakan warga Mojokerto, memberi Rp 107 juta.

Baca juga: Ditangkap Densus 88, Terduga Teroris NM Berencana ke Luar Negeri, Ini Faktanya

"Terhadap DS dan DWN, mereka berdua diiming-imingi akan diberi pring (bambu) petuk dengan sejumlah uang," ujar Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana dalam rilis pengungkapan kasus di Mapolres Lamongan, Selasa (30/3/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mitos bambu petuk

Miko menjelaskan, kasus tersebut tak lepas dari mitos di masyarakat soal bambu petuk yang dianggap mampu memberi rezeki.

Namun, setelah korban menyerahkan uang mahar, janji pelaku MA untuk menggandakan uang tak segera terwujud.

Baca juga: Waspada Penipuan, Ada Akun Facebook Catut Nama Bupati Madiun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Ditangkap gara-gara Curi Ponsel Milik Dosen, Ini Ceritanya

Mahasiswa Ditangkap gara-gara Curi Ponsel Milik Dosen, Ini Ceritanya

Regional
Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Regional
Wali Kota Salatiga Yuliyanto Sembuh dari Covid-19, Keluarga Masih Positif

Wali Kota Salatiga Yuliyanto Sembuh dari Covid-19, Keluarga Masih Positif

Regional
Dana Covid-19 Rp 107 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan, Bupati Jember Bingung Cari Jawaban

Dana Covid-19 Rp 107 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan, Bupati Jember Bingung Cari Jawaban

Regional
Pendaftar PPDB Jabar Tahap I Tidak Merata, 40.000 Kuota Tak Terisi

Pendaftar PPDB Jabar Tahap I Tidak Merata, 40.000 Kuota Tak Terisi

Regional
Banten Darurat Covid-19, BOR Rumah Singgah 94 Persen, Ruang Isolasi 87 Persen, ICU 82 Persen

Banten Darurat Covid-19, BOR Rumah Singgah 94 Persen, Ruang Isolasi 87 Persen, ICU 82 Persen

Regional
8 RS di Yogyakarta yang Layani Vaksinasi Covid-19 Gratis, Simak Syaratnya

8 RS di Yogyakarta yang Layani Vaksinasi Covid-19 Gratis, Simak Syaratnya

Regional
Fakta Terbaru Warung Hadi yang Dirusak Preman, Berdiri di Lahan Orang dan Korban Menolak Lapaknya Dibongkar

Fakta Terbaru Warung Hadi yang Dirusak Preman, Berdiri di Lahan Orang dan Korban Menolak Lapaknya Dibongkar

Regional
RSUD Cibinong Bogor Kewalahan Tampung Pasien Covid-19, Bangun Tenda Darurat Depan IGD

RSUD Cibinong Bogor Kewalahan Tampung Pasien Covid-19, Bangun Tenda Darurat Depan IGD

Regional
253 Anak di Kota Malang Positif Covid-19, dari Mana Penularannya?

253 Anak di Kota Malang Positif Covid-19, dari Mana Penularannya?

Regional
Rencana Sekolah Tatap Muka di Madiun Tetap Jalan meski Muncul Klaster Hajatan dan Keluarga

Rencana Sekolah Tatap Muka di Madiun Tetap Jalan meski Muncul Klaster Hajatan dan Keluarga

Regional
Calon Pengantin Pria Positif Covid-19, Sempat Kabur hingga Diamankan Polisi, Akhirnya Menikah Virtual

Calon Pengantin Pria Positif Covid-19, Sempat Kabur hingga Diamankan Polisi, Akhirnya Menikah Virtual

Regional
PPDB SMA di Banten Kacau, Ombudsman Terima Banyak Aduan

PPDB SMA di Banten Kacau, Ombudsman Terima Banyak Aduan

Regional
Kota Bandung Dingin 5 Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Kota Bandung Dingin 5 Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Pasien Covid-19 di jambi Diduga Terinfeksi Varian Baru, Alami Mual, Diare hingga Nyeri Sendi

Pasien Covid-19 di jambi Diduga Terinfeksi Varian Baru, Alami Mual, Diare hingga Nyeri Sendi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X