Kasus Anak Pancung Ayah Kandung dengan Golok di Lampung Tengah, Diduga Soal Restu Nikah

Kompas.com - 23/03/2021, 13:59 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

KOMPAS.com - Pelaku pembunuhan ayah kandung di Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah, Sumatera Selatan, diduga alami gangguan jiwa.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan, saat ini pelaku telah diamankan sementara di kantor polisi.

"Saat ini dugaan sementara pelaku mengalami gangguan jiwa. Barang bukti (sebilah golok) dan pelaku (PK) sudah kami amankan," kata AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Senin.

Pihaknya akan menggandeng ahli kejiwaan untuk memastikan kondisi pelaku berinisial PK (25).

Baca juga: Anak Bunuh Bapak secara Sadis di Lampung Tengah, Bagian Tubuh Korban Dibawa Keliling Kampung

"Kami tidak berhenti di situ saja (melakukan penyidikan pelaku), dan masih terus dilakukan observasi, apakah memang (pelaku) mengalami gangguan kejiwaan atau tidak dengan melibatkan ahli kejiwaan (dokter dan psikiater)," sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, salah satu warga setempat bernama Edi mengatakan, PK tinggal lama bersama keluarganya.

Peristiwa itu mengejutkan warga dan menduga PK alami gangguan kejiwaan.

Baca juga: Anak Pancung Ayah Kandung dan Arak Keliling Kampung, Warga Histeris

 

"Orang-orang di sini juga tahunya dia (pelaku) itu mengalami gangguan jiwa. Tapi kalau pastinya gila atau tidak saya juga gak tahu," sebutnya, seperti dilansir dari Tribunnews.

Seperti diberitakan sebelumnya, PK diduga tega membunuh ayah kandungnya bernama Slamet (69), Senin (22/3/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Pengakuan Anak Pancung Bapak di Lampung Tengah: Tidak Diizinkan Menikah dan Merasa Mau Disantet

Diduga soal restu nikah

Korban dibunuh saat beristirahat di rumah usai pulang dari sawah. Pelaku lalu sempat membawa kepala korban keliling kampung.

"Diarak (kepala korban) diperlihatkan ke sejumlah warga sambil bilang, 'Bapak saya mati. Bapak saya mati'," kata Tarmin, salah satu warga, sambil mencontohkan ucapan PK.

Sementara itu, dari penyelidikan sementara, pelaku diduga kecewa karena rencana pernikahannya tak direstui korban.

"Dia ngakunya nggak diizinkan menikah oleh orangtuanya, dan merasa mau disantet," kata Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edi Qorinas.

(Penulis: Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor: Aprillia Ika)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul: 7 Fakta Anak Penggal Leher Ayah di Lampung Tengah, Istri Dengar Suara Gaduh



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penghasilan Kurang, Pemilik Kos di Mataram Nekat Buka Kantin Sabu, Penghuni Kamar Jadi Pembelinya

Penghasilan Kurang, Pemilik Kos di Mataram Nekat Buka Kantin Sabu, Penghuni Kamar Jadi Pembelinya

Regional
Banjir Bandang di Minahasa Tenggara, 80 Rumah Rusak dan 1 Korban Hanyut Belum Ditemukan

Banjir Bandang di Minahasa Tenggara, 80 Rumah Rusak dan 1 Korban Hanyut Belum Ditemukan

Regional
Akhirnya, Kota Medan Keluar dari PPKM Level 4, Walkot Bobby: Tidak Boleh Euforia

Akhirnya, Kota Medan Keluar dari PPKM Level 4, Walkot Bobby: Tidak Boleh Euforia

Regional
Video Ikan Teri Berkumpul di Tepi Pantai Viral, Ini Kata Dinas Kelautan dan Perikanan DIY

Video Ikan Teri Berkumpul di Tepi Pantai Viral, Ini Kata Dinas Kelautan dan Perikanan DIY

Regional
Alasan Capaian Vaksinasi di Serang Rendah hingga Disorot Jokowi: Kurang Vaksinator

Alasan Capaian Vaksinasi di Serang Rendah hingga Disorot Jokowi: Kurang Vaksinator

Regional
Capaian Vaksinasi di 4 Daerah Penyelenggara PON XX Papua Belum Penuhi Target

Capaian Vaksinasi di 4 Daerah Penyelenggara PON XX Papua Belum Penuhi Target

Regional
Wakil Ketua MPR: Kami Minta dengan Hormat, Pengabdian Guru Honorer Dianggap, Loloskan PPPK Tanpa Tes

Wakil Ketua MPR: Kami Minta dengan Hormat, Pengabdian Guru Honorer Dianggap, Loloskan PPPK Tanpa Tes

Regional
Agar Warga Tertarik Ikut Vaksinasi, Universitas Bangka Belitung Sediakan Beras 5 Kg hingga 'Doorprize' Motor

Agar Warga Tertarik Ikut Vaksinasi, Universitas Bangka Belitung Sediakan Beras 5 Kg hingga "Doorprize" Motor

Regional
Vaksinasi Covid-19 Baru 36 Persen, Kabupaten Magetan Kembali PPKM Level 3

Vaksinasi Covid-19 Baru 36 Persen, Kabupaten Magetan Kembali PPKM Level 3

Regional
Bupati Kolaka Timur Diperiksa di Mapolda Sultra Setelah Ditangkap KPK

Bupati Kolaka Timur Diperiksa di Mapolda Sultra Setelah Ditangkap KPK

Regional
Ditemukan di Dekat Permukiman Warga, Seekor Sanca Batik Berukuran Raksasa Dilepasliarkan ke Habitatnya

Ditemukan di Dekat Permukiman Warga, Seekor Sanca Batik Berukuran Raksasa Dilepasliarkan ke Habitatnya

Regional
Polda Sultra Benarkan Bupati Kolaka Timur Terjerat OTT KPK

Polda Sultra Benarkan Bupati Kolaka Timur Terjerat OTT KPK

Regional
Cekcok Usai Minum Miras, Pemuda Ini Gorok Leher Teman hingga Tewas, Polisi Buru Pelaku

Cekcok Usai Minum Miras, Pemuda Ini Gorok Leher Teman hingga Tewas, Polisi Buru Pelaku

Regional
Satu Guru Positif Covid-19, PTM Satu SMP di Pekanbaru Langsung Dihentikan

Satu Guru Positif Covid-19, PTM Satu SMP di Pekanbaru Langsung Dihentikan

Regional
Penyesalan Adik Usai Aniaya Kakak Kandungnya hingga Tewas

Penyesalan Adik Usai Aniaya Kakak Kandungnya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.