2 Perangkat Desa Diduga Bantu Mantan Kades Korupsi Dana Desa, Modusnya Buat Laporan Fiktif

Kompas.com - 22/03/2021, 20:35 WIB
Kajari Kabupaten Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth. KOMPAS.COM/USMAN HADIKajari Kabupaten Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth.

NGANJUK, KOMPAS.com – Mantan Kepala Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Heri Indiyanto berstatus terpidana kasus korupsi mark up dana desa (DD) pada 2017.

Dalam prosesnya, Heri Kawul, julukan Heri Indiyanto turut menyeret mantan anak buahnya, mantan bendahara desa berinisial S dan mantan sekretaris desa berinisial RS.

Baca juga: PWNU Jatim: Vaksin AstraZeneca Suci dan Halal kendati Terdapat Unsur Babi Saat Pembuatannya

S dan RS telah ditetapkan sebagai tersangka. Kejaksaan Negeri Nganjuk telah mengirimkan berkas kedua tersangka itu ke Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada 19 Maret 2021.

“Perkara ini sendiri telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya pada Hari Jumat (19/3/2021) kemarin, dan mungkin kami tinggal menunggu penetapan hari sidang,” kata Kajari Kabupaten Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth, saat ditemui di kantornya, Senin (22/3/2021).

Akibat ulah mantan kades dan dua perangkat desa tersebut, terjadi kerugian negara sebesar Rp 661 juta.

“Kerugian negara dalam perkara ini Rp 661 juta,” ungkap Nophy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Nganjuk, Andie Wicaksono menjelaskan, kedua tersangka itu diduga berperan aktif membantu Heri dalam kasus korupsi dana desa tersebut.

S diduga menyusun laporan pertanggungjawaban (LPS) dana desa fiktif. Isi laporan itu diduga direkayasa tersangka S.

“Bendahara dalam perannya membuat pertanggungjawaban palsu semuanya. Itu, perannya aktif dalam melakukan tindak pidana korupsi membantu lurah (kades) yang sebelumnya (Heri Indiyanto),” tutur Andie.

Kasus ini bermula dari laporan warga ke Kejari Nganjuk. Mereka melaporkan dugaan mark up proyek paving di Desa Sugihwaras. Kasus yang mencuat akhir Desember 2018 ini langsung ditindaklanjuti Kejari.

Akhirnya Heri Indiyanto ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Desember 2019. Ia menjadi tersangka setelah pihak Kejari Nganjuk mengantongi hasil audit mark up sejumlah proyek DD dan alokasi dana desa (ADD).

Baca juga: Sampah Rumah Tangga hingga Pakaian Dalam Bekas Bertebaran di Pinggir Jalan, Warga Mengeluh Bau Busuk

Adapun kini Heri telah berstatus terpidana. Sementara tersangka S dan RS baru akan disidangkan.

Mereka terancam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uang Rp 3,9 Juta Keluar Lagi dari Mesin ATM Usai Disetor, Akhirnya Dicuri Nasabah Lain

Uang Rp 3,9 Juta Keluar Lagi dari Mesin ATM Usai Disetor, Akhirnya Dicuri Nasabah Lain

Regional
Viral, Video Remaja Tewas Kesetrum Tiang Plang ATM Saat Hujan

Viral, Video Remaja Tewas Kesetrum Tiang Plang ATM Saat Hujan

Regional
Peringatan UNESCO dan Menyoal Masa Depan Proyek Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Peringatan UNESCO dan Menyoal Masa Depan Proyek Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Regional
Pandemi, Sekadar Beli Kacang Goreng Pun Bayar Non-tunai...

Pandemi, Sekadar Beli Kacang Goreng Pun Bayar Non-tunai...

Regional
Garut PPKM Level 4, Tidak Ada Penyekatan Jalan

Garut PPKM Level 4, Tidak Ada Penyekatan Jalan

Regional
Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Yakini Status Tersangka Akan Gugur, Bukti Pembantah Disiapkan

Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Yakini Status Tersangka Akan Gugur, Bukti Pembantah Disiapkan

Regional
Dirawat 10 Hari, Wakil Bupati Konawe Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Dirawat 10 Hari, Wakil Bupati Konawe Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Regional
2 Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah Covid-19

2 Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Digma Gugur karena Covid-19, Pemkot Kediri Jamin Kesehatan Relawan

Digma Gugur karena Covid-19, Pemkot Kediri Jamin Kesehatan Relawan

Regional
Berburu Emas di Gunung Botak Pulau Buru

Berburu Emas di Gunung Botak Pulau Buru

Regional
Cerita Dokter Mey Beri Layanan Konsultasi Gratis untuk Pasien Covid-19

Cerita Dokter Mey Beri Layanan Konsultasi Gratis untuk Pasien Covid-19

Regional
Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Regional
Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Regional
3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X