Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Pelabuhan Bima

Kompas.com - 21/03/2021, 16:11 WIB
Warga saat berusaha melakukan evakuasi mayat tanpa identintas yang ditemukan mengapung di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. KOMPAS.COM/SYARIFUDINWarga saat berusaha melakukan evakuasi mayat tanpa identintas yang ditemukan mengapung di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima.

BIMA, KOMPAS.com- Sesosok mayat tanpa identintas ditemukan mengapung di sekitar Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Minggu (21/3/2021).

Saat ditemukan, jasad korban sudah dalam keadaan hancur dan membusuk.

Kepala Subbagian Humas Polres Bima Kota Iptu Ridwan mengatakan, jasad laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh nelayan pada hari ini sekitar pukul 12.30 Wita.

Baca juga: Di Perjalanan Saya Curiga, Biasanya Mengangkut Mayat dari Rumah ke Pemakaman, Ini Malah Sebaliknya

Saat ditemukan, mayat dalam kondisi mengambang dilaut, mengenakan kaus dan celana panjang hitam.

"Lokasi temuan mayat pria tersebut berada di dekat Dermaga Sape. Awalnya seorang nelayan melihat sesuatu mengapung. Begitu didekat dan dilihat ternyata mayat pria. Saksi kemudian melaporkan ke warga sekitar," kata Iptu Ridwan kepada Kompas.com.

Sejumlah warga disekitar lokasi langsung berbondong-bondong mendatangi tempat kejadian. Mereka kemudian berusaha melakukan evakuasi dan membawa mayat ini ketepi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak lama kemudian, petugas kepolisian yang mendapat informasi tiba dilokasi kejadian.

Petugas selanjutnya membawa mayat pria tersebut ke Puskesmas terdekat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Warga Temukan Mayat Dokter Spesialis dengan Kondisi Mulut Mengeluarkan Busa di Pantai

Ridwan mengatakan, tidak ada identitas sama sekali yang ditemukan di jasad itu.

"Setelah mayat tersebut dicek, tidak ada identitas yang ditemukan," ujar Iptu Ridwan

Meski tidak ditemukan identitas, di dalam tas ransel yang dibawa korban terdapat kartu ATM, topi dan batu.

"Barang bukti tersebut telah kami amankan untuk kepentingan penyelidikan," tuturnya.

Baca juga: Mayat Bayi di Saluran Pintu Air Gegerkan Warga

Disinggung mengenai perkiraan waktu korban meninggal, masih belum diketahui pasti.

"Untuk memastikan itu nanti setelah proses pemeriksaan oleh tim medis. Tapi kondisinya sudah membusuk," pungkasnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungi Korban Gempa, Gubernur Maluku Berikan 1 Ton Beras dan 240 Paket Makanan Siap Saji

Kunjungi Korban Gempa, Gubernur Maluku Berikan 1 Ton Beras dan 240 Paket Makanan Siap Saji

Regional
Satu Keluarga Jadi Bandar dan Pengedar Narkoba Diciduk Polisi

Satu Keluarga Jadi Bandar dan Pengedar Narkoba Diciduk Polisi

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Purbalingga Terapkan Jam Malam Selama Sepekan

Kasus Covid-19 Melonjak, Purbalingga Terapkan Jam Malam Selama Sepekan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 Juni 2021

Regional
13 Daerah di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar Perintahkan Lockdown Mikro

13 Daerah di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar Perintahkan Lockdown Mikro

Regional
Jumlah Sampel Swab Covid-19 di Jabar Naik 3 Kali Lipat

Jumlah Sampel Swab Covid-19 di Jabar Naik 3 Kali Lipat

Regional
Ibu, Bapak, dan Anak Meninggal Berurutan dalam 14 Hari, Dinkes Magetan Sebut Bukan Klaster Keluarga

Ibu, Bapak, dan Anak Meninggal Berurutan dalam 14 Hari, Dinkes Magetan Sebut Bukan Klaster Keluarga

Regional
Tambah 40, Warga Satu Dusun di Sleman Positif Covid-19 Jadi 70 Orang

Tambah 40, Warga Satu Dusun di Sleman Positif Covid-19 Jadi 70 Orang

Regional
Dibuka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Dibuka Lagi Pendaftaran Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Regional
Detik-detik Tubuh Pemancing Diterkam Buaya, Selamat Setelah Ditolong Adik

Detik-detik Tubuh Pemancing Diterkam Buaya, Selamat Setelah Ditolong Adik

Regional
Ini Formasi untuk CPNS dan PPPK di Provinsi Riau Tahun 2021

Ini Formasi untuk CPNS dan PPPK di Provinsi Riau Tahun 2021

Regional
'Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya'

"Kalau Wali Kota Mau Melakukan Swab, Silahkan di Keramaian Lainnya"

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 21 Juni 2021

Regional
Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Diserang 'Hacker', Sempat 'Error' 3 Jam

Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Diserang "Hacker", Sempat "Error" 3 Jam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 21 Juni 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X