Mengenal Pulau Cinta dan Ritual Mengharap Belahan Jiwa di Batu Jodoh

Kompas.com - 20/03/2021, 14:56 WIB

KOMPAS.com- Cinta. Demikian nama pulau yang terletak di Desa Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut, Kotabaru, Kalimatan Selatan ini.

Tak hanya memiliki pemandangan yang eksotis, Pulau Cinta ternyata memiliki kisah hingga kerap dijadikan tempat mengikrar janji sepasang kekasih.

Baca juga: MK Minta Pemungutan Suara Ulang di Kalsel Usai Kabulkan Sebagian Gugatan Denny Indrayana, Ini Perjalanan Sengketa Pilkada Kalsel

Mengenal pulau cinta

Ilustrasi pasangan suami istri.SHUTTERSTOCK Ilustrasi pasangan suami istri.
Pulau Cinta dapat dijangkau dari Banjarmasin menuju ke Kotabaru melalui jalur darat maupun udara.

Tiba di Kotabaru, dilanjutkan menuju ke daerah Lontar dan menempuh jalur laut menuju Tanjung Kunyit dan Teluk Aru.

Dari Teluk Aru, lokasi Pulau Cinta bisa diakses menggunakan kapal.

Hamparan bebatuan karang dan pepohonan rimbun menjadi lanskap menarik dari pulau ini.

Dahulu, oleh masyarakat, pulau ini sebenarnya menyebut dengan julukan Pulau Tapak Keladi yang dalam bahasa Banjar bermakna pulau kecil yang bentuknya seperti sejenis rumput.

Hal ini diduga lantaran bentuk pulau yang hanya seluas 0,31 hektare itu.

Namun, pulau itu kemudian dinamai Pulau Cinta. 

Baca juga: Ini Daftar TPS di Kalsel yang Diperintahkan MK Lakukan Pemungutan Suara Ulang

 

Ilustrasi cintaTeraphim Ilustrasi cinta
Ritual mengharap belahan jiwa, Malasuang Manu

Di sekitar Pulau Cinta, tinggal masyarakat Suku Mandar dan Banjar.

Mereka memiliki ritual bernama Malasuang Manu.

Melansir buku Ensikolpedia Pulau-Pulau Kecil Nusantara, pemuda dan pemudi akan duduk di Batu Jodoh, yang ditempuh dalam waktu 30 menit dari Pulau Cinta.

Di batu tersebut, mereka berharap jodoh hingga mengikrarkan janji setia bagi pasangan kekasih.

Secara turun-temurun, masyarakat setempat yakin jika sumpah kekasih akan dikabulkan.

Ternyata seiring berjalannya waktu, ritual ini tak hanya dilakukan oleh warga lokal namun juga pengunjung.

Ritual Malasuang Manu pun sudah dikemas menjadi wisata tahunan Kabupaten Kotabaru.

Biasanya, kemeriahan acara ritual ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus setiap tahunnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

6 Wilayah di NTT Alami Hari Tanpa Hujan Ekstrem Panjang, Mana Saja?

Regional
Warga Desa Waibao di Flores Timur Hibahkan 3,5 Hektar Lahan untuk Pangkalan TNI AL

Warga Desa Waibao di Flores Timur Hibahkan 3,5 Hektar Lahan untuk Pangkalan TNI AL

Regional
Kamis, Wapres Ma'ruf Amin Bakal Melakukan Kunker ke Banjarbaru, Ini Agenda Kegiatannya

Kamis, Wapres Ma'ruf Amin Bakal Melakukan Kunker ke Banjarbaru, Ini Agenda Kegiatannya

Regional
Bobol Kartu Kredit Orang Jatim, 2 Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Mewah hingga Beli 3 Mobil

Bobol Kartu Kredit Orang Jatim, 2 Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Mewah hingga Beli 3 Mobil

Regional
317 Produk Kosmetik Bermasalah Ditemukan di 4 Wilayah NTT

317 Produk Kosmetik Bermasalah Ditemukan di 4 Wilayah NTT

Regional
Kabel Optik Bawah Laut Putus karena Gempa, Layanan Perbankan di Simeulue Terganggu

Kabel Optik Bawah Laut Putus karena Gempa, Layanan Perbankan di Simeulue Terganggu

Regional
PSHT dan Warga yang Cekcok di Yogyakarta Berakhir Damai di Kantor Polisi

PSHT dan Warga yang Cekcok di Yogyakarta Berakhir Damai di Kantor Polisi

Regional
Begini Kronologi Pembunuhan Mayat Penuh Luka di Purworejo

Begini Kronologi Pembunuhan Mayat Penuh Luka di Purworejo

Regional
Hendak ke Malaysia, 58 Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar Diamankan di Riau

Hendak ke Malaysia, 58 Pekerja Migran Ilegal Asal Indonesia, Bangladesh dan Myanmar Diamankan di Riau

Regional
Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Profil Kota Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah

Regional
Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Sultan HB X Beri Pilihan untuk Siswi yang Dipaksa Pakai Jilbab, Orangtua dan Sekolah Berdamai

Regional
Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Diintimidasi Sopir Truk Batu Bara, 4 SPBU di Bengkulu Berhenti Jual Biosolar

Regional
Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Kasus PMK Melonjak, Pemkab Bima Bentuk Satgas

Regional
Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Konser Dream Theater di Solo, Perjuangan Fans: Izin Istri Dulu

Regional
Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Kabur, Polisi Sebar Foto Pria Diduga Bunuh Istri di Maluku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.