Bea Cukai Jateng Sita Pakaian Bekas dan Kain Impor Senilai Rp 14,6 Miliar yang Diangkut Kapal Ilegal

Kompas.com - 06/03/2021, 15:08 WIB
Penyelundupan ratusan koli ballpress atau pakaian bekas dan ribuan roll tekstil impor berhasil digagalkan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY. KOMPAS.com/Bea Cukai Jawa Tengah DIYPenyelundupan ratusan koli ballpress atau pakaian bekas dan ribuan roll tekstil impor berhasil digagalkan Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY.

SEMARANG, KOMPAS.com – Upaya penyelundupan ratusan koli ballpress atau pakaian bekas dan ribuan rol tekstil impor berhasil digagalkan Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Barang senilai Rp 14,6 miliar itu diangkut oleh sebuah kapal yang diduga ilegal, yakni KLM Hikmah Jaya 3 dari Pasir Gudang Malaysia.

Barang di dalam kapal tersebut kedapatan dibongkar di luar kawasan Pabean, yakni di sekitar Pelabuhan Kendal, tanpa disertai dokumen legalitas.

Baca juga: Bea Cukai Lelang Mobil Sitaan Mulai Rp 13,8 Juta, Ini Daftarnya

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng - DIY Tri Wikanto mengatakan, upaya penyelundupan ini menggunakan modus pengangkutan barang antar pulau.

"Muatan kainnya ditutupi dengan ballpress, kemudian ditutupi lagi dengan karung-karung kosong," kata Tri di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jumat (5/2/2021).

Tri menjelaskan, kapal ini dilengkapi dokumen yang diduga illegal, seolah-olah menunjukkan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan di Riau.

Namun, beberapa bukti menunjukkan bahwa kapal tersebut bergerak dari Pasir Gudang, Malaysia.

"Karena nahkoda tidak dapat menunjukkan dokumen legalitas atas kegiatan maupun atas barang yang dimuat, tim kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut, antara lain dengan melihat histori radar samyung. Didapati bahwa kapal telah melalui rute sebelumnya dari Pasir Gudang Malaysia," kata Tri.

Baca juga: Ada 14 Orang Mengaku Demokrat Jateng Datang ke KLB di Deli Serdang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Papua Ungkap Perjalanan KKB, dari Rencana Ganggu Freeport hingga Beraksi di Beoga

Kapolda Papua Ungkap Perjalanan KKB, dari Rencana Ganggu Freeport hingga Beraksi di Beoga

Regional
Tak Terima Dipalak, Remaja Ini Pepet Motor Pemalak lalu Tusuk Dadanya hingga Tewas

Tak Terima Dipalak, Remaja Ini Pepet Motor Pemalak lalu Tusuk Dadanya hingga Tewas

Regional
Heboh Tiket Masuk Pantai Anyer Rp 100.000 Disebut Kemahalan, Ini Kata Pengelola

Heboh Tiket Masuk Pantai Anyer Rp 100.000 Disebut Kemahalan, Ini Kata Pengelola

Regional
Ramadhan di Kota Serang, Ini 5 Kegiatan yang Boleh dan yang Dilarang

Ramadhan di Kota Serang, Ini 5 Kegiatan yang Boleh dan yang Dilarang

Regional
Guru yang Tewas Ditembak KKB Dituding Mata-mata, Ini Jawaban Kepala Dinas hingga Kapolda Papua

Guru yang Tewas Ditembak KKB Dituding Mata-mata, Ini Jawaban Kepala Dinas hingga Kapolda Papua

Regional
Jumlah Santri Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 20 Orang

Jumlah Santri Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 20 Orang

Regional
Cerita Siswa yang Ikuti Ujian di Bukit karena Tak Ada Internet di Sekolah: Kami Jalan Kaki 1,5 Jam...

Cerita Siswa yang Ikuti Ujian di Bukit karena Tak Ada Internet di Sekolah: Kami Jalan Kaki 1,5 Jam...

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Pengelola Pantai Anyer Soal Tiket Masuk Rp 100.000

Ini Penjelasan Lengkap Pengelola Pantai Anyer Soal Tiket Masuk Rp 100.000

Regional
Saung Ambruk Timpa 2 Petani hingga Tewas, Warga: Ada Angin Kencang Datang Tiba-tiba

Saung Ambruk Timpa 2 Petani hingga Tewas, Warga: Ada Angin Kencang Datang Tiba-tiba

Regional
Seorang Petani Tewas Tertimbun Longsor Saat Tandur di Sawah

Seorang Petani Tewas Tertimbun Longsor Saat Tandur di Sawah

Regional
Kisah Kakek Makmur, Pengemis yang Menangis Usai Uangnya Dijambret, Kini Tewas di Tribun Lapangan

Kisah Kakek Makmur, Pengemis yang Menangis Usai Uangnya Dijambret, Kini Tewas di Tribun Lapangan

Regional
Gunung Merapi Tiga Kali Luncurkan Awan Panas dan 15 Guguran Lava Pijar

Gunung Merapi Tiga Kali Luncurkan Awan Panas dan 15 Guguran Lava Pijar

Regional
Fakta Dibalik Sukses Penggerebekan Kampung Narkoba, 'Benteng'-nya Sulit Ditembus, Pakai Senjata Petasan, hingga Bandar Berhasil Lolos

Fakta Dibalik Sukses Penggerebekan Kampung Narkoba, "Benteng"-nya Sulit Ditembus, Pakai Senjata Petasan, hingga Bandar Berhasil Lolos

Regional
Cegah Pemudik, Jalur Tikus hingga Perbatasan Banyumas Dijaga Ketat 24 Jam

Cegah Pemudik, Jalur Tikus hingga Perbatasan Banyumas Dijaga Ketat 24 Jam

Regional
Cerita Lansia 72 Tahun, Mau Divaksin gara-gara Ingin Foto Bareng Wagub Sumbar

Cerita Lansia 72 Tahun, Mau Divaksin gara-gara Ingin Foto Bareng Wagub Sumbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X