Punya 3 Anak yang Masih Kecil, Terdakwa Kasus Salah Transfer Ajukan Penangguhan Penahanan

Kompas.com - 04/03/2021, 18:11 WIB
Sidang agenda putusan sela kasus salah transfer Bank BCA di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALSidang agenda putusan sela kasus salah transfer Bank BCA di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kuasa hukum terdakwa kasus salah transfer Bank Central Asia (BCA) Ardi Pratama, Hendrix Kurniawan mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Alasannya, terdakwa Ardi Pratama adalah tulang punggung keluarga dan memiliki tiga anak yang masih kecil.

"Kami ajukan penangguhan penahanan karena klien kami adalah tulang punggung keluarga dan masih punya anak kecil. Ini alasan kemanusiaan saja," kata Hendrix usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (4/3/2021).

Keluarga bersedia menjadi penjamin terkait permohonan penangguhan penahanan itu.

"Keluarga siap menjadi penjamin. Istri dan anaknya siap menjadi penjamin," jelasnya.

Hendrix memastikan, Ardi tetap kooperatif menjalani proses hukum meski tak ditahan.

Baca juga: Kisah Melissa, WN Perancis yang Menikah dengan Pria Asal Lombok, Mengaku Suka Tempe Goreng

"Saya memastikan tidak akan melarikan diri apalagi menghilangkan barang bukti," tegasnya.

Ardi yang berprofesi sebagai makelar mobil itu ditahan sejak 26 November 2020. Ia mendekam di penjara setelah dilaporkan karena memakai uang salah transfer dari BCA sebesar Rp 51 juta.

Ardi mengira uang itu adalah komisi penjualan dua unit mobil dari usahanya.

Ternyata uang itu masuk ke rekening Ardi karena pegawai bank salah memasukkan nomor rekening. Pegawai itu lalu melaporkan Ardi ke polisi karena dinilai tidak memiliki niat baik untuk mengembalikan uang.

Istri Ardi, Devi Rahmawati berharap keadilan berpihak kepada suaminya. Sejak suaminya ditahan, Devi mengaku tak memiliki penghasilan.

Sementara, ia memiliki tiga anak yang masih kecil.

"Saya ingin suami saya bebas," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Anggota TNI Bunuh Pacar, Terungkap Setelah Jasad Korban Ditemukan Tinggal Tulang

Oknum Anggota TNI Bunuh Pacar, Terungkap Setelah Jasad Korban Ditemukan Tinggal Tulang

Regional
Jadi Korban Perundungan Sesama Tahanan, Napi Anak Berupaya Bunuh Diri

Jadi Korban Perundungan Sesama Tahanan, Napi Anak Berupaya Bunuh Diri

Regional
Desersi dan Gabung KKB, Pratu Lakius Jadi Target Utama TNI, Dicap Pengkhianat

Desersi dan Gabung KKB, Pratu Lakius Jadi Target Utama TNI, Dicap Pengkhianat

Regional
Arah Ancaman Merapi Berubah, Plastik Penutup Candi Mendut Dibuka

Arah Ancaman Merapi Berubah, Plastik Penutup Candi Mendut Dibuka

Regional
Datang ke Kalteng dengan Kapal dan Pesawat Wajib Tunjukkan Hasil PCR

Datang ke Kalteng dengan Kapal dan Pesawat Wajib Tunjukkan Hasil PCR

Regional
Pratu Lukius Bergabung dengan KKB Intan Jaya, TNI: Dia Tidak Bawa Senjata

Pratu Lukius Bergabung dengan KKB Intan Jaya, TNI: Dia Tidak Bawa Senjata

Regional
Wakapolsek di Klaten yang Diciduk Sedang Bersama Istri Orang Masih Diperiksa Propam

Wakapolsek di Klaten yang Diciduk Sedang Bersama Istri Orang Masih Diperiksa Propam

Regional
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Pasien Covid-19

RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Pasien Covid-19

Regional
Alasan Hakim Vonis Mati Mantan Anggota DPRD Palembang

Alasan Hakim Vonis Mati Mantan Anggota DPRD Palembang

Regional
9 Patok Perbatasan RI-Timor Leste di Kabupaten Belu, NTT, Hilang Diterjang Banjir

9 Patok Perbatasan RI-Timor Leste di Kabupaten Belu, NTT, Hilang Diterjang Banjir

Regional
Tembok 2,5 Meter yang Dibangun Sayuti Akhirnya Dibongkar, Ketua RW: Tanah Dia atau Bukan, Biar BPN yang Menentukan

Tembok 2,5 Meter yang Dibangun Sayuti Akhirnya Dibongkar, Ketua RW: Tanah Dia atau Bukan, Biar BPN yang Menentukan

Regional
Diminta Antar Rokok dan Pinang, Siswa SMA di Puncak Papua Ditembak Mati oleh KKB, Ini Kronologi Versi Polisi...

Diminta Antar Rokok dan Pinang, Siswa SMA di Puncak Papua Ditembak Mati oleh KKB, Ini Kronologi Versi Polisi...

Regional
Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Iseng Main Petasan Berujung Tawuran hingga Masuk Rumah Sakit

Iseng Main Petasan Berujung Tawuran hingga Masuk Rumah Sakit

Regional
Pratu Lukius Berkhianat, Memilih Bergabung dengan KKB, Brigjen Suswatyo: Ketemu Akan Ditindak Tegas

Pratu Lukius Berkhianat, Memilih Bergabung dengan KKB, Brigjen Suswatyo: Ketemu Akan Ditindak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X