Setahun Dirawat di RSUP Medan, Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Akhirnya Pulang ke Labuhanbatu

Kompas.com - 03/03/2021, 14:29 WIB
Bayi kembar siam yang berhasil dipisahkan, Adam dan Aris berfoto bersama sebelum diserahkan oleh RSUP Haji Adam Malik kepada Pemkab Labuhanbatu sebelum pulang ke kampung halamannya di Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu. Kondisi kedua bayi cukup sehat. KOMPAS.COM/DEWANTOROBayi kembar siam yang berhasil dipisahkan, Adam dan Aris berfoto bersama sebelum diserahkan oleh RSUP Haji Adam Malik kepada Pemkab Labuhanbatu sebelum pulang ke kampung halamannya di Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu. Kondisi kedua bayi cukup sehat.

MEDAN, KOMPAS.com - Pasangan suami istri Supono (32) dan Nur Rahmawati (26) tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.

Harapannya untuk membawa pulang anak kembarnya, Adam dan Aris ke rumahnya di Labuhanbatu terkabul hari ini, Rabu (3/3/2021).

Lebih dari setahun mereka tinggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik di Medan

Di aula gedung administrasi, Adam dan Aris duduk di gendongan kedua orangtuanya di kursi bagian depan, berjejer dengan Direktur Utama RSUP Haji Adam Malik, dr. Zainal Safri, Sp.PD - KKV, Sp.JP (K), tim dokter dan perawat bayi kembar siam, Plt. Bupati Labuhanbatu, Yusuf Siagian dan lainnya. 

Baca juga: Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Boleh Pulang, Gubernur Sumut Puji Tim Dokter

Berterima kasih banyak dibantu

Di lantai 3 gedung tersebut, pihak RSUP Haji Adam Malik dilakukan serah terima bayi kembar siam Adam dan Aris kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. Supono, saat itu menggendong Aris dan Adam di gendongan istrinya.

"Perasaan saya saat ini, senang sekali. Tak terbilang lagi lah. Insyaalah hari ini pulang ke rumah," ujarnya. 

Dia sangat berterima kasih kepada pihak RSUP Haji Adam Malik, terutama tim bayi kembar, dari tim dokter hingga perawat.

Pihak humas, kata dia, juga sangat membantu mencarikan rumah singgah yang menjadi tempat tinggal dan makan gratis selama di Medan.

"Pertama kami di sini kan tak tahu apa-apa. Dicarikan humas rumah singgah. Alhamdulillah, membantu kami untuk tempat tinggal dan makan gratis," katanya.

Baca juga: Cerita Tim Dokter yang Pisahkan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris

Keluarga berencana menyambut

Keinginannya untuk membawa pulang kedua anak kembarnya selama ini ditahannya demi kesehatan sang anak.

Penilaian dari tim dokter lah yang memutuskan apakah kedua anaknya bisa dibawa pulang. Dia dan istrinya juga sudah mengikuti pelatihan untuk menganani dan merawat anaknya yang baru dipisahkan pada Rabu (20/1/2021). 

Dikatakannya, rencana kepulangan mereka ke rumahnya di Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu sudah diketahui oleh keluarganya yang lain.

Mereka menyambut dengan suka cita namun menurutnya, tidak ada persiapan spesial. Kemungkinan akan ada syukuran dalam waktu seminggu atau setengah bulan mendatang. 

"Rencana syukuran seminggu atau setengah bulan yang akan datang. Kan butuh istirahat, mereka kan gak mau dipaksa. Takutnya kecapekan," katanya.

Sementara itu istrinya, Nur Rahmawati (26) tak banyak berbicara karena 'sibuk' menenangkan Adam yang menangis. 

Baca juga: Hampir 10 Jam Dioperasi, Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Berhasil Dipisahkan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Mangkir Panggilan Polisi, Pembeli Pulau Lantigiang Masuk Daftar Pencarian Orang

Terus Mangkir Panggilan Polisi, Pembeli Pulau Lantigiang Masuk Daftar Pencarian Orang

Regional
Tak Larang Warga Mudik, Gubernur Sumsel: Kalau di Sini Namanya Pulang Kota

Tak Larang Warga Mudik, Gubernur Sumsel: Kalau di Sini Namanya Pulang Kota

Regional
Punya 6 Pengawal Pribadi dari TNI/Polri, Wagub Sumbar Dinilai Berlebihan

Punya 6 Pengawal Pribadi dari TNI/Polri, Wagub Sumbar Dinilai Berlebihan

Regional
UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

UPDATE Kapal Selam KRI Nanggala-402: Kronologi Hilang Kontak hingga Penjelasan Adanya Pergerakan

Regional
Diduga karena Jalan Tak Dicor, Warga Tikam Kadus hingga Tewas

Diduga karena Jalan Tak Dicor, Warga Tikam Kadus hingga Tewas

Regional
4 Hari Terombang-ambing di Laut, Ismail Bertahan Hidup Makan Kelapa Hanyut

4 Hari Terombang-ambing di Laut, Ismail Bertahan Hidup Makan Kelapa Hanyut

Regional
Cerita Zola, Gadis Penjelajah Hutan yang Membawa Misi Penting

Cerita Zola, Gadis Penjelajah Hutan yang Membawa Misi Penting

Regional
 Makan Bancakan Saat Hajatan, 37 Orang Sekampung di Pati Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Makan Bancakan Saat Hajatan, 37 Orang Sekampung di Pati Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

Terdeteksi Pergerakan di Bawah Air, Kapuspen: Tak Cukup Data untuk Identifikasi sebagai Kapal Selam

Regional
Positif Covid-19, Sebagian Warga Desa di Kerinci Isolasi Mandiri di Ladang, Ini Alasannya

Positif Covid-19, Sebagian Warga Desa di Kerinci Isolasi Mandiri di Ladang, Ini Alasannya

Regional
Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Kapal Selam KRI Nanggala-402 Hilang Kontak Saat Komandan Berikan Otoritas Penembakan Torpedo

Regional
716 Ponpes Calon Penerima Hibah di Banten Bermasalah, Sebagian Fiktif

716 Ponpes Calon Penerima Hibah di Banten Bermasalah, Sebagian Fiktif

Regional
Cerita 1 Desa di Kerinci Diisolasi karena 32 Orang Positif Covid-19 Usai Pemakaman Tanpa Prokes

Cerita 1 Desa di Kerinci Diisolasi karena 32 Orang Positif Covid-19 Usai Pemakaman Tanpa Prokes

Regional
Meski Ditegur KASN, Wali Kota Padang Kembali Lakukan Mutasi Besar-besaran

Meski Ditegur KASN, Wali Kota Padang Kembali Lakukan Mutasi Besar-besaran

Regional
Anaknya yang Masih SMA Ditembak Mati KKB, Ayah: Mereka Itu Teroris! 

Anaknya yang Masih SMA Ditembak Mati KKB, Ayah: Mereka Itu Teroris! 

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X