Untuk Pertama Kali Selama Setahun Pandemi, Tidak Ada Zona Merah di Jabar

Kompas.com - 03/03/2021, 13:57 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah menjelaskan soal perkembangan kasus Covid-19 di Jawa barat di Mapolda Jabar, Senin (22/2/2021). KOMPAS.com/AGIE PERMADIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah menjelaskan soal perkembangan kasus Covid-19 di Jawa barat di Mapolda Jabar, Senin (22/2/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mengumumkan hasil terbaru level kewaspadaan Covid-19 di 27 kota kabupaten di Jabar.

Hasilnya, untuk pekan ini tidak ada daerah di Jabar yang masuk kategori zona merah.

Situasi tersebut menjadi pertama kalinya terjadi di Jabar selama setahun pandemi melanda Indonesia.

"Izin melaporkan update di minggu ini, pertama kalinya dalam setahun ini tidak ada zona merah. Setelah berbulan bulan naik turun, empat bulan terakhir pindah-pindah. Hari ini tidak ada zona merah untuk level kota kabupaten," kata Emil, sapaan akrabnya, di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19 yang Renggut Nyawa 200 Orang di Kota Bogor...

Faktor PPKM

Menurut Emil, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jadi salah satu sebab kasus harian turun hingga 60 persen.

Jika dua pekan lalu kasus harian di Jabar berada di angka 28.000 kasus, saat ini hanya tinggal 10.000 kasus.

"Ini adalah data real time, kami tidak menggunakan data yang digunakan pemerintah pusat karena masih bercampur dengan data lama. Ini sudah dibersihkan, hanya data harian yang kami hitung, sehingga terjadi tren turun lumayan tinggi ke 60 persen dibanding sebelumnya," paparnya.

Baca juga: Ridwan Kamil: Varian Baru Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Karawang

Setahun pandemi, daya beli masyarakat mulai meningkat

Untuk sektor ekonomi, PPKM berskala mikro juga berdampak pada kenaikan tingkat jual beli hingga 33 persen. Kebijakan itu membuat daya beli masyarakat lebih meningkat.

"PPKM mikro ini, di level ekonomi menaikan confident daya beli masyarakat 33 persen. Kasus turun 60 persen, zona merah sudah tidak ada, tingkat kematian 1,1 persen. 99 persen udah sembuh dan sedang tahap penyembuhan," ungkapnya.

Proses vaksinisasi tahap II juga terus dikebut. Namun, ada kendala dalam ketersediaan vaksin yang masih terbatas.

"Kemudian juga saya laporkan kami sudah intensif untuk menyuntikkan vaksinasi tahap II, lansia dan profesi layanan publik, namun kami harus menyeleksi lagi. Karena 6 juta yang kami daftarkan, vaksin datang 1,2 juta," kata Emil. 

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19, Ridwan Kamil: Perang Belum Selesai



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis Ini Menangis Histeris, Mengaku Habis Disetubuhi Pacar 3 Kali

Gadis Ini Menangis Histeris, Mengaku Habis Disetubuhi Pacar 3 Kali

Regional
Selama Ramadhan, Vaksinasi Lansia di Banyumas Digelar Malam Hari

Selama Ramadhan, Vaksinasi Lansia di Banyumas Digelar Malam Hari

Regional
Lima Hari Usai Divaksin, Mario Alami Muntah Darah, Kepala Puskesmas: Tidak Berkorelasi dengan Vaksinasi

Lima Hari Usai Divaksin, Mario Alami Muntah Darah, Kepala Puskesmas: Tidak Berkorelasi dengan Vaksinasi

Regional
Tradisi Pembagian Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo Kembali Ditiadakan

Tradisi Pembagian Bubur Samin di Masjid Darussalam Solo Kembali Ditiadakan

Regional
Tanpa Pacaran, Tenri Dilamar dengan 2 Keping Bitcoin Senilai Rp 1,6 M, Ini Kisahnya

Tanpa Pacaran, Tenri Dilamar dengan 2 Keping Bitcoin Senilai Rp 1,6 M, Ini Kisahnya

Regional
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Boltim Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Boltim Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kesaksian Istri Guru yang Tewas Ditembak KKB, Selamat karena Sembunyi 5 Jam di Kamar Mandi: Pintunya Ditendang 2 Kali

Kesaksian Istri Guru yang Tewas Ditembak KKB, Selamat karena Sembunyi 5 Jam di Kamar Mandi: Pintunya Ditendang 2 Kali

Regional
Gadis Bulukumba Dilamar dengan 2 Keping Bitcoin Bernilai Rp 1,6 M: Harganya Naik Terus

Gadis Bulukumba Dilamar dengan 2 Keping Bitcoin Bernilai Rp 1,6 M: Harganya Naik Terus

Regional
Kepsek dan Guru SMP di Sleman Diberhentikan, Buntut Bocorkan Soal Matematika ASPD ke Siswa, Ingin Muridnya Dapat Nilai Bagus

Kepsek dan Guru SMP di Sleman Diberhentikan, Buntut Bocorkan Soal Matematika ASPD ke Siswa, Ingin Muridnya Dapat Nilai Bagus

Regional
3 Penjual Miras Ilegal di Kulon Progo Ditangkap, Satu di Antaranya Mahasiswa

3 Penjual Miras Ilegal di Kulon Progo Ditangkap, Satu di Antaranya Mahasiswa

Regional
3 Anak di Bawah Umur Mengaku Disiksa, Diancam Dibunuh, Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Polisi

3 Anak di Bawah Umur Mengaku Disiksa, Diancam Dibunuh, Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Polisi

Regional
Sumsel Masuki Musim Pancaroba, Flu Burung Mengintai Hewan Ternak

Sumsel Masuki Musim Pancaroba, Flu Burung Mengintai Hewan Ternak

Regional
Ada Kampung Narkoba, Ini Asal-usul Kota Palembang, Dikenal dengan Bumi Sriwijaya

Ada Kampung Narkoba, Ini Asal-usul Kota Palembang, Dikenal dengan Bumi Sriwijaya

Regional
Asal Bisa Calistung, Lulusan SD Bisa Jadi Kepala Desa di Nunukan, tapi...

Asal Bisa Calistung, Lulusan SD Bisa Jadi Kepala Desa di Nunukan, tapi...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Kampung Narkoba di Palembang | Viral Tiket Masuk Pantai Anyer Rp 100.000

[POPULER NUSANTARA] Fakta Kampung Narkoba di Palembang | Viral Tiket Masuk Pantai Anyer Rp 100.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X