Kompas.com - 28/02/2021, 06:07 WIB
Seorang anak dari Suku Buton memiliki mata berwarna biru di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa, 15 September 2020. ANTARA FOTO/JojonSeorang anak dari Suku Buton memiliki mata berwarna biru di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa, 15 September 2020.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Di Desa Kaimbulawa yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Lapara, ibu kota Siompu Timur, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara terdapat kelompok masyarakat yang memiliki mata biru.

Selain bermata biru ada juga yang berambut pirang seperti bangsa Kaukasia atau Eropa.

Untuk bertemu kelompok mata biru, harus menaklukkan jalanan terjal hingga ke perbukitan di Kaimbulawa tempat mereka bermukim.

Masyarakat bermata biru ini menjadi bagian dari populasi 1.010 jiwa masyarakat Kaimbulawa.

Baca juga: Kisah Bocah Buton yang Memiliki Bola Mata Biru

Dilansir dari Indonesia.go,id, fenomena masyarakat bermata biru di kawasan tersebut pertama kali diungkapkan oleh La Ode Yusrie.

Saat itu peneliti budaya dan sejarah tersebut, bersama lembaga Summer Institute Linguistic (SIL), sedang melakukan riset mengenai dialek lokal unik di Siompu Timur di awal 2016.

Yusrie tertarik dengan ragam tutur berbeda yang dipakai oleh tiga komunitas masyarakat Siompu. Ia meneliti selama enam bulan.

Menjelang akhir kegiatan Yusrie mendapat informasi mengenai adanya komunitas warga dengan ciri fisik unik mirip dengan bangsa Eropa.

Baca juga: Jejak Si Mata Biru di Pulau Kisar

Ia berharap informasi ini bukan hoaks, karena seingatnya komunitas mata biru hanya ada di Desa Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh.

Ditemani warga setempat, Yusrie pun akhirnya bertemu dengan warga Kaimbulawa bermata biru.

Salah satunya adalah La Dala. Guru sekolah dasar berusia 55 tahun itu berciri fisik seperti diceritakan warga Siompu, yaitu bertubuh tinggi besar sekitar 180 sentimeter dan tentu saja bola matanya biru cerah.

Hidung pun mancung dan kulit lebih terang dari warga Siompu kebanyakan.

Baca juga: Resep Saraba, Minuman Rempah Hangat dari Sulawesi

Pernikahan putri Siompu dan pria Portugis

Ilustrasi pernikahan.PEXELS/DEEPAK KHIRODWALA Ilustrasi pernikahan.
Keturunan La Dala bermula dari persahabatan Raja Siompu II, La Laja atau La Sampula dengan para pelaut Portugis ketika berburu rempah ke Nusantara pada abad 16.

Saking eratnya persahabatan, Raja Siompu II menikahkan putrinya Wa Ode Kambaraguna dengan seorang Portugis, konon bernama Pitter.

Dari pernikahan putri Siompu dan pria Portugis itu lahirlah beberapa anak, termasuk La Ode Raindabula.

Ia memiliki postur tinggi, berkulit putih, dan bermata biru. Raindabula merupakan generasi pertama mata biru di Siompu.

Baca juga: Asal-Usul Kebo Bule, Hewan Milik Keraton Surakarta yang Dianggap Keramat

Selanjutnya, La Ode Raindabula mempersunting perempuan bangsawan dan memiliki lima anak, antara lain, La Ode Pasere yang merupakan kakek buyut La Dala dari pihak ibu.

Menurut La Dala, La Ode Raindabula sudah meramalkan perihal keturunannya yang bakal mewarisi ciri fisik ala Eropa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X