Kini Batal Diberikan, Ini Duduk Perkara Dana Hibah Rp 9 Miliar untuk Yudhoyono Foundation

Kompas.com - 23/02/2021, 06:00 WIB
Progres pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Kabupaten Pacitan. ANTARA/Fiqih ArfaniProgres pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Kabupaten Pacitan.

KOMPAS.com- Publik sempat dihebohkan dengan kabar adanya dana pemerintah sebesar Rp 9 miliar yang ditujukan kepada Yudhoyono Foundation.

Disebutkan bahwa dana itu digunakan untuk pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI di Pacitan, Jawa Timur.

Namun kini, dana hibah tersebut batal diberikan. Pemprov Jawa Timur akhirnya menarik bantuan hibah pada Pemkab Pacitan senilai Rp 9 miliar itu.

Berikut perjalanannya:

Baca juga: APBD Rp 9 Miliar untuk Museum SBY di Pacitan, Bendahara Demokrat: Pak SBY Tak Pernah Minta


Heboh dana hibah Rp 9 miliar di media sosial

Tudingan pemberian dana hibah tersebut kali pertama muncul dalam sebuah unggahan di media sosial.

Dalam unggahan itu disebutkan, dalam APBD Pacitan 2021 terdapat anggaran hibah sebesar Rp 9 miliar untuk Yudhoyono Foundation.

Unggahan tersebut akhirnya viral dan ramai menjadi pembahasan warganet.

Baca juga: Disebut Berikan Dana Hibah Rp 9 M untuk Museum SBY, Pemprov Jatim: Memang Ada...

Bupati Pacitan jelaskan dana ialah bantuan dari Pemprov Jatim

Bupati Pacitan Jawa Timur, ketika memberi klarifikasi terkait dana hibah 9 miliar untuk Yudhoyono Fondation, di ruang pertemuan kantor Bupati, Senin (15/02/2021).SLAMET WIDODO Bupati Pacitan Jawa Timur, ketika memberi klarifikasi terkait dana hibah 9 miliar untuk Yudhoyono Fondation, di ruang pertemuan kantor Bupati, Senin (15/02/2021).
Menanggapi kehebohan itu, Bupati Pacitan Indartato menyebut, dana hibah Rp 9 miliar bukan berasal dari APBD Pacitan namun dari Pemprov Jatim.

Indarto menjelaskan, Pemkab Pacitan pernah mengusulkan dana bantuan pembangunan Museum dan Galeri SBY-Ani pada pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Ceritanya dulu pemerintah daerah (Pacitan) mengusulkan kepada ibu gubernur (Pemprov, untuk memohon dukungan," kata dia, Senin (15/2/2021).

Usulan itu rupanya mendapat sambutan baik.

Pada 9 Desember 2020, Kabupaten Pacitan telah menerima dana yang disebut sebagai bantuan keuangan khusus (BKK) tersebut dari Pemprov Jawa Timur.

"Oleh karena itu, Pemprov memberi bantuan. Namanya bantuan keuangan khusus kepada pemerintah daerah untuk pembanunan museumnya Pak SBY," kata Indartato.

Setelah itu, Pemkab Pacitan memasukan dana tersebut ke dalam APBD Pacitan 2021.

Ia menyebut, dukungan Pemprov Jatim itu berkaitan dengan tujuan menggerakan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

Sebab, museum SBY-Any digadang-gadang bakal menarik wisatawan.

"Kalau semakin banyak yang wisata ke Pacitan kan devisanya makin bertambah," kata bupati.

Baca juga: Video Viral Anggota DPRD Sebut Pemakaman Covid-19 seperti Kuburkan Anjing, Diprotes dan Dikirimi Keranda Mayat

 

ilustrasi rupiah, ilustrasi anggaranthikstockphotos ilustrasi rupiah, ilustrasi anggaran
Pemprov Jatim benarkan perihal dana hibah Rp 9 miliar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono membenarkan dana hibah itu bersumber dari Pemprov Jatim.

Dana itu, menurutnya bukan hanya untuk Yudhoyono Foundation, tapi juga untuk program lainnya di Kabupaten Pacitan.

"Memang ada anggaran hibah dari Pemprov Jatim untuk Pacitan tapi anggarannya belum dicairkan dan masih utuh, masih ada di Pemkab Pacitan," tutur Heru, Rabu (17/2/2021).

Dia memastikan, pencairan dana hibah dari anggaran Pemprov Jatim ke Pemkab Pacitan itu sesuai prosedur.

"Kalau sekarang belum dicairkan berarti ada syarat-syarat administrasi yang belum dipenuhi. Itu wewenang Pemkab Pacitan," kata dia.

Baca juga: Anggota DPRD Sebut Pemakaman Covid-19 seperti Kubur Anjing, Wakil Ketua: Mestinya Tak Dilakukan Pejabat Publik

Bendahara demokrat: Pak SBY tak pernah minta

Bendahara Umum Partai Demokrat Renville AntonioKOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio
Meski telah ramai diperbincangkan, dana hibah tersebut belum diberikan pada Yudhoyono Faoundation.

Bendahara Umum Partai Demokrat Renville Antonio memastikan, Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat tak pernah meminta dana tersebut.

"Pak SBY tidak pernah meminta dana tersebut. Kami justru berterima kasih kepada Pemprov Jatim dan Pemkab Pacitan," tutur Renville di Surabaya.

Baca juga: Berniat Usir Lebah, Pencari Madu Malah Bakar 2 Hektar Lahan, Ini Ceritanya

Batal diberikan, ini alasannya

Pada tanggal 16 Februari 2021, Pemprov Jatim akhirnya menarik dana Rp 9 miliar yang telah diserahkan kepada Pemkab Pacitan.

Artinya, pemerintah batal memberikan dana bantuan kepada Yudhoyono Foundation terkait pembangunan Museum Ani Yudhoyono.

"Kami tarik karena tidak dipergunakan, dananya dikembalikan lagi ke rekening Pemprov Jatim," kata Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono, dikonfirmasi Senin (22/2/2021).

Penarikan dana sudah dilakukan sesuai surat dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur kepada Bupati Pacitan tertanggal 16 Februari 2021 perihal Penarikan Kembali Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten Pacitan Pada Perubahan APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2020.

"Nanti kalau masih diperlukan akan dianggarkan lagi di APBD murni 2021. Tentunya dengan syarat-syarat administrasi yang ditentukan," ujar dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor : Robertus Belarminus, Dheri Agriesta, David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X