Kompas.com - 22/02/2021, 15:00 WIB
Sarang lebah. ShutterstockSarang lebah.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis di Provinsi Riau, menangkap seorang pria terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengatakan, pelaku berinisial S alias Turi (31), warga Kecamatan Rupat, Bengkalis.

Pelaku ditangkap karena mengambil madu lebah dengan cara dibakar, sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

"Tersangka mengambil madu lebah di atas pohon dengan cara mengumpulkan kayu, kemudian dibakar agar lebah lari, sehingga madunya bisa diambil. Namun, api yang dibuat tersangka menyebabkan kebakaran lahan seluas 2 hektar," kata Hendra dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Padamkan Karhutla di Bengkalis Riau, Petugas Harus Terobos Hutan Menuju Lokasi Kebakaran

Pelaku ditangkap setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan ditemukan barang bukti berupa dua batang kayu bekas terbakar, sebilah parang, sebuah kantong plastik berisi madu lebah, satu buah mancis, dua helai baju pengaman dan satu kantong plastik berisi tanah dan abu bekas kebakaran.

Setelah itu, polisi mengirimkan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU).

Lebih lanjut, Hendra menjelaskan, kasus ini terjadi pada Jumat (19/2/2021), sekitar pukul 12.20 WIB.

Baca juga: Kafe di Pesantren Ini Jadikan Robot sebagai Pelayan

Pelaku keluar dari sebuah lahan kosong di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rupat, Bengkalis.

Pelaku saat itu membawa sebuah kantong plastik berisi madu dan bertemu dengan petugas keamanan PT Priatama.

Tak jauh dari lokasi pria pembawa madu, satpam melihat asap tebal membumbung tinggi ke udara.

Satpam itu kemudian menghubungi Polsek Rupat.

"Anggota Satreskrim Polres Bengkalis dan Polsek Rupat mengecek ke lokasi dan benar ada kebakaran lahan akibat dari api pengambilan madu lebah oleh pelaku," kata Hendra.

Pelaku mengambil madu lebah di atas pohon akasia liar dengan cara mengumpulkan kayu, kemudian dibakar agar lebah lari sehingga madunya bisa diambil.

Namun, setelah mengambil madu lebah, pelaku tidak mematikan api dengan efektif, sehingga membakar lahan seluas 2 hektar yang berlokasi didekat PT Priatama dan PT SRL.

"Setelah diamankan pelaku, kita berupaya memadamkan titik api yang membakar lahan lebih kurang 2 hektar," sebut Hendra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.