Cerita Pengungsi Intan Jaya di Tengah Konflik Bersenjata, Menangis Saat Ritual Rabu Abu di Pengungsian

Kompas.com - 22/02/2021, 13:30 WIB
Pemakaman Pratu Anumerta Ginanjar Arianda di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (17/02). Ia tewas dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Intan Jaya, Papua, (15/02). ANTARA FOTOPemakaman Pratu Anumerta Ginanjar Arianda di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (17/02). Ia tewas dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Intan Jaya, Papua, (15/02).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Jumlah warga yang mengungsi di sebuah gereja Katolik di Bilogai, Intan Jaya, dan beberapa kabupaten tetangga di Papua dilaporkan meningkat di tengah eskalasi konflik antara pasukan TNI dan kelompok bersenjata.

Pada pekan pertama Februari, sekitar 600 orang dilaporkan sudah mengungsi ke gereja Katolik itu setelah seorang warga sipil diserang oleh kelompok bersenjata.

Alih-alih berkurang, jumlah pengungsi dikabarkan justru bertambah setelah seorang anggota TNI bernama Prada Ginanjar Arianda dibunuh kelompok bersenjata pada Senin (15/2/2021).

Baca juga: Fakta-fakta KKB Masuk Kota di Intan Jaya, Ribuan Warga Mengungsi hingga Ratusan Brimob Dikirim ke Papua

Peristiwa itu kemudian berujung pada ditembaknya tiga orang. Penduduk menyebut ketiga individu tersebut warga sipil. Namun TNI menuding mereka sebagai bagian dari kelompok bersenjata.

TNI/Polri meminta warga tak khawatir dengan rentetan peristiwa ini, seraya menegaskan bahwa pasukan mereka selalu berpatroli untuk melindungi masyarakat.

Bagaimanapun, bagi para warga setempat, yang mayoritas umat Katolik, masa Pra-Paskah kali ini terbilang "suram".

Baca juga: Teror KKB, Intan Jaya Berubah Mencekam, Polisi Tetapkan Siaga Satu

Masa Pra-Paskah yang 'suram'

Sejumlah warga mengamankan diri ke Gereja Katolik St Misael Bilogai, Intan Jaya.Yamoye Abeth untuk BBC News Indonesia Sejumlah warga mengamankan diri ke Gereja Katolik St Misael Bilogai, Intan Jaya.
Pastor Benyamin Sugiyatanggu Magay pemimpin Paroki St Antonius Padua, Bumiwonorejo, Nabire, menceritakan saat dia menemui jemaat dari Intan Jaya yang mengungsi ke Kabupaten Nabire, karena eskalasi konflik di tempat asal mereka.

Pertengahan Februari adalah awal mula masa Pra-Paskah, masa ketika para umat Katolik menjalankan sejumlah ritual, seperti berpuasa dan pantang melakukan kebiasaan buruk.

Puncaknya adalah perayaan Paskah pada awal April mendatang.

Pada hari ritual yang disebut 'Rabu Abu' pekan lalu (17/2/2021), Pastor Benyamin melihat wajah umat dari Intan Jaya, yang disebutnya "suram".

Baca juga: Jaringan Telekomunikasi di Intan Jaya Terganggu 2 Hari Terakhir, Ini Alasannya...

"Di Paroki saya, jujur banyak wajah baru. Cara pembawaannya macam suram-suram. Mereka rindu merayakan di paroki mereka, tapi mereka merasa semacam ada yang kurang."

Ia pun melihat seorang ibu yang menangis.

"Ada mama-mama yang sempat nangis. [Dia katakan] kami rayakan ibadah di sini, tapi kami tinggalkan paroki kami, tinggalkan pastor [di Intan Jaya]".

"Saya bilang, 'Mama, ini situasi, tetapi lebih baik Mama menangis di hadapan Tuhan agar kedamaian bisa terwujud'. Masa-masa Pra-Paskah ini bagi orang Papua, khususnya Intan Jaya, benar-benar menantang mereka," kata Benyamin.

Baca juga: Konflik Senjata di Intan Jaya, Korban Jiwa Berguguran hingga Seruan Damai

Pengungsi di pastoran gereja mendapatkan bantuan.Yamoye Abeth untuk BBC News Indonesia Pengungsi di pastoran gereja mendapatkan bantuan.
Ia mencatat setidaknya 50 keluarga dari Intan Jaya sudah mengamankan diri ke Nabire.

Saat ini kebanyakan dari mereka, yang mengevakuasi diri ke Nabire, tinggal dengan sanak saudara. Meski begitu, menurut Pastor Benyamin, mereka sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, minuman, juga obat-obatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X