Petugas Forensik Jadi Tersangka karena Mandikan Jenazah, Kerja 24 Jam akibat Kurang Tenaga

Kompas.com - 22/02/2021, 14:11 WIB
Foto: Petugas Forensik RSUD Djasamen Saragih dan Relawan MUI menangani jenazah di ruang Instalasi Jenazah Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Oktober 2020. (Foto: Istimewa). KOMPAS.COM/Teguh PribadiFoto: Petugas Forensik RSUD Djasamen Saragih dan Relawan MUI menangani jenazah di ruang Instalasi Jenazah Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Oktober 2020. (Foto: Istimewa).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Empat pria petugas forensik RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

Kasus ini berawal dari penanganan jenazah seorang wanita, Z (50) yang merupakan pasien suspect Covid-19.

Z meninggal dunia pada 20 September 2020 di RSUD Djasamen Saragih.

Penanganan jenazah itu disebut tidak sesuai dengan syariat Islam fardu kifayah.

Baca juga: Jadi Tersangka, 4 Petugas Forensik yang Mandikan Jenazah Wanita Tak Ditahan, Ini Alasannya

Keempat tersangka dinilai melanggar Pasal 156 huruf a jo Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Kepala Forensik RSUD Djasamen Saragih dr Reinhard Hutahaean mengungkapkan, keempat pria tersebut, 2 berstatus perawat dan 2 lainnya merupakan karyawan rumah sakit yang ditugaskan di ruang instalasi jenazah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hutahaean mengakui bahwa saat ini keempat petugas itu masih dibutuhkan sebagai tim medis forensik.

Sebab, hanya ada 7 orang petugas dan 1 dokter yang bertugas di ruang instalasi jenazah tersebut.

"Petugasnya laki-laki dan satu orang perempuan sebagai admin dan hanya saya dokter. Ini lah yang piket terus selama 24 jam," kata Hutahaean saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Fakta di Balik 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Usai Mandikan Jenazah Wanita Suspek Covid-19

Beberapa tahun sebelumnya, Hutahean sudah berulang kali mengajukan penambahan tim medis untuk ruang forensik.

Namun sampai saat ini permintaan itu belum terealisasi.

Padahal, di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan tenaga medis semakin diperlukan.

Menurut Reinhard, idealnya petugas terbagi dua sif dan dua orang dokter forensik.

"Satu sif minimal 4 sampai 5 orang petugas, kemudian dokter harus 2 orang. Jadi pembagian sif bisa dilakukan. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X