Viral, Foto Tunanetra Tak Dapat Beras karena Kartu Keluarga Sejahtera Diblokir, Ini Faktanya...

Kompas.com - 18/02/2021, 06:00 WIB
Tangkapan layar postingan di media sosial yang menyebut KKS tuna netra diblokir. Dibantah oleh Pemkab Probolinggo. TANGKAPAN LAYARTangkapan layar postingan di media sosial yang menyebut KKS tuna netra diblokir. Dibantah oleh Pemkab Probolinggo.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Sebuah foto yang memperlihatkan seorang tunanetra di Kabupaten Probolinggo tak bisa mengambil beras karena kartu keluarga sejahtera diblokir viral di media sosial.

Dalam foto yang diunggah akun @berbagisemangat itu tertulis keterangan, “Jagat media sosial ramai kisah keluarga Pak Sono, keluarga tunanetra asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, di mana Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mengaku diblokir. Pak Sono dan istrinya merupakan keluarga tunanetra. Keduanya tidak bisa melihat. Ia bersama istri dan satu anak perempuan yang masih kecil tinggal di Dusun Manggisan, Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil, Probolinggo.

Keluarga ini pemegang KKS yang digunakan untuk mencairkan bantuan pangan non-tunai. Namun saat ini Pak Sono tidak bisa mencairkan bantuan beras dan bahan pangan sebab KKS-nya diblokir. Apalagi Sono tidak bisa lagi bekerja, rumahnya tidak layak huni, dan masih harus merawat anak semata wayangnya.

Unggahan itu mendapat ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari warganet.

Kepala Diskominfo, Statistik, dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian mengatakan, unggahan yang menyebutkan KKS milik Sono (53) diblokir adalah hoaks.

“Dari hasil klarifikasi tersebut didapatkan bahwa Sono masih menerima BPNT (bantuan pangan nontunai) dan tidak ada pemblokiran KKS yang dimilikinya. Hanya saat akan mengecek dan ingin mencairkan, hak yang harusnya diterima masih belum masuk ke rekeningnya,” kata Yulius saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Dapat Uang Rp 18 M Usai Jual Tanah ke Pertamina, Nurul Beli Innova dan HRV, lalu Bangun TPA

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yulius mengatakan, Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko mendatangi langsung kediaman Sono untuk menanyakan kebenaran dari unggahan yang viral di media sosial itu.

Timbul mengaku diperintah langsung oleh Bupati Probolinggo untuk mengecek ke kediaman Sono di Dusun Manggisan, Desa Sumberduren, Kecamatan Krucil.

Saat kunjungan itu juga hadir tetangga Sono, Suyit yang pertama kali mengunggah foto dan keterangan tersebut.

Setelah diklarifikasi, kata Timbul, Sono masih menerima BPNT. KKS milik Sono juga tak diblokir.

Menurutnya, bantuan tersebut masih berlangsung dan diterima secara rutin oleh Sono.

“Saya minta masyarakat tidak mudah membuat postingan di medsos sebelum melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Ini pelajaran agar jangan sampai terulang lagi. Sebelum memposting, klarifikasi terlebih dahulu kebenarannya," kata Timbul di Krucil.

 

Pengakuan pengunggah

Sementara itu, Suyit menjelaskan awal mula unggahan yang memuat kisah tentang Sono tersebut.

Saat itu, Sono yang hendak mengambil beras mengecek rekeningnya. Ternyata, bantuannya belum masuk.

Sono pun menyebut kartu keluarga sejahtera miliknya diblokir. Suyit yang mendengar hal itu langsung mengunggahnya di media sosial.

"Saya mohon maaf kepada semua atas posting-an yang saya lakukan. Ternyata beras yang harus diterima oleh Pak Sono tersebut masih aktif. Saat mem-posting saya belum klarifikasi ke desa tetapi langsung di-posting. Apalagi waktu itu Pak Sono bilang kartunya mau dirusak," kata Suyit.

Kepala Desa Sumberduren Saniman mengimbau masyarakat tak seenaknya mengunggah informasi yang belum terkonfirmasi ke media sosial.

Baca juga: Terbang dari Padang, Pasutri Ini Ditangkap di Bandara Lombok, Ketahuan Bawa 5 Bungkus Sabu di Dubur

Sebaiknya, kata dia, informasi tentang bantuan itu dikonfirmasi dulu kepada pihak desa. 

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan yang mem-posting sudah minta maaf. Harus klarifikasi dan koordinasi dulu ke desa supaya ada titik terang dan bisa diselesaikan. Seperti sekarang Pak Sono kartunya masih aktif tapi kok dibilang diblokir. Kalau terblokir itu memang biasa, tapi kalau diblokir ini ada unsur kesengajaan,” ujar Saniman.

Menurut Saniman, Sono menerima bantuan sosial dari pemerintah sejak 2018.

Selama ini bantuan yang sudah menjadi haknya selalu cair. Hanya saja, bantuan bulan ini terlambat masuk dibandingkan sebelumnya. Dalam paket bantuan itu, Sono mendapat beras, minyak goreng, telur, dan ikan laut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.