Kisah Supri, 8 Tahun Tinggal di Gubuk Bekas Kandang Sapi, Setelah Fotonya Viral Pemerintah Baru Turun Tangan

Kompas.com - 01/02/2021, 20:52 WIB
Gubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga. KOMPAS.com/USMAN HADIGubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kisah pilu dialami Supriyanto, warga Desa Milir, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pasalnya, sudah hampir delapan tahun ia dan keluarganya tinggal di gubuk reyot bekas kandang sapi.

Kondisi yang dialaminya menjadi perhatian publik setelah salah seorang tetangganya mengunggah foto rumahnya tersebut ke media sosial.

“Jadi awalnya (tetangga yang mengunggah) cuma izin sama orangtua. Setelah viral baru izin ke saya. Ya udah wes kadung nggih, monggo (sudah terlanjut ya silakan),” ujar Supri sapaan akrab Supriyanto, Senin (1/2/2021).

Saat Kompas.com berkunjung di kediamannya itu, kondisi gubuknya memang terlihat cukup memprihatinkan.

Baca juga: Ayah, Ibu, dan Anaknya Tinggal 8 Tahun di Bekas Kandang Sapi, Ini Ceritanya

Sebab, tiang penyangganya telah doyong dan dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu itu sudah lapuk serta bolong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubuk bekas kandang sapi dengan luas 3x6 meter tersebut diketahui milik orangtuanya.

Ia tinggal di gubuk tersebut bersama dengan istri dan anaknya yang sekarang sudah menginjak kelas 6 SD.

Selama ini, Supri hanya bekerja secara serabutan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan istrinya tidak bekerja.

Gubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga. KOMPAS.com/USMAN HADI Gubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga.

Karena serabutan itu, penghasilan yang didapat selama ini tidak menentu. Misal menjadi buruh bangunan, sehari bisa membawa pulang uang Rp 70.000. Namun selama pandemi ini, kondisinya semakin sulit.

Meski kondisinya memprihatinkan, selama ini Supri tidak terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Baik bantuan sosial dari PKH maupun penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI JKN).

“Cuma kemarin dapat (bantuan) beras 20 kg dua kali itu,” tutupnya.

Setelah viral pemerintah turun tangan

Gubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga. KOMPAS.com/USMAN HADI Gubuk reyot bekas kandang sapi yang ditempati Supri dan keluarga.

Setelah kisah yang dialami Supri dan keluarganya itu viral di media sosial, diketahui bantuan mulai berdatangan.

Selain dari Komunitas Nganjuk Peduli, Pemerintah Daerah setempat juga berencana memberikan bantuan kepada keluarga kecil tersebut.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat untuk membantu merenovasi rumah Supri.

“Nanti kita siap membantu lah, mengkomunikasikan dengan siapa pun kita bisa. Kita bisa bantu,” tegas Marhaen yang juga politikus PDI Perjuangan itu.

Sedangkan terkait bantuan lain seperti PKH dan PBI JKN-KIS, pihaknya juga siap memfasilitasi ke dinas dan instansi terkait.

“Nanti kita akan tanya dinas, kira-kira yang bersangkutan itu selama ini sudah dapat bantuan apa belum. Terus kemudian dia KK-nya seperti apa,” ujar Marhaen.

Baca juga: Kisah Suroto, 10 Tahun Tiduran dan Tak Pernah Bangun, hingga Rambutnya Gimbal Jadi Bantal

Penulis : Kontributor Nganjuk, Usman Hadi | Editor : David Oliver Purba



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.