Kronologi Aipda DS Dirampas Ponselnya dan Dianiaya dengan Katana, Bermula Bubarkan Remaja yang Main Game Online

Kompas.com - 28/01/2021, 14:25 WIB
Polisi memperlihatkan barang bukti sejumlah kasus di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (26/1/2021) KOMPAS.com/MASRIADI SAMBOPolisi memperlihatkan barang bukti sejumlah kasus di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (26/1/2021)

KOMPAS.com- Seorang polisi di Banda Aceh, Aipda DS diserang oleh seorang pemuda berinisial Z (26) pada Minggu (24/1/2021).

Z sempat menantang polisi tersebut, merampas ponsel petugas hingga menyerang dengan katana.

Baca juga: Seorang Pria Menyerang Polisi dengan Katana di Aceh Utara

Bermula permintaan bubarkan remaja yang bermain game online

Ilustrasi gamer, game online. Shutterstock Ilustrasi gamer, game online.

 

Peristiwa itu bermula ketika Aipda DS mendapatkan permintaan dari kepala desa untuk membubarkan anak-anak yang bermain game online.

Permintaan tersebut mengemuka lantaran para orangtua khawatir anak-anak mereka berkumpul di warnet untuk bermain game online.

Aipda DS yang bertugas di Polsek Meurah Mulia, Aceh Utara kemudian melakukan pembubaran.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat itu, Aipda DS membubarkan remaja yang main internet di warung desa itu," tutur Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, James Arthur: Partai Belum Minta Klarifikasi Saya

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi

Ponsel polisi dirampas hingga diserang dengan katana

Namun tak disangka, saat membubarkan para remaja, seorang pria berinisial Z tiba-tiba menghampirinya.

"Tidak terima, pemuda itu lalu menantang polisi. Merampas ponsel polisi dan mengeluarkan katana untuk membacok. Pelaku sempat memukul polisi dengan gagang katana itu," kata Eko.

Tak hanya itu, pelaku juga mengancam akan membunuh Aipda DS.

Akibat penyerangan itu, polisi tersebut mengalami sejumlah luka.

"Kaki kiri korban terkilir, pinggang dan punggung memar. Bahkan pelaku mengancam akan membunuh korban. Itu polisi pakaian dinas, lengkap," kata Eko.

Baca juga: Diterkam Buaya dan Diseret ke Perairan, Jasad Dandi Ditemukan di Hutan Bakau 4 Hari Kemudian

Konsumsi sabu

Ilustrasi narkoba.SHUTTERSTOCK Ilustrasi narkoba.
Setelah peristiwa penganiayaan tersebut, Z langsung melarikan diri untuk melaut selama 16 hari.

"Dia pergi ke Banda Aceh untuk melaut, baru pulang. Kita dapat kabar itu dan saya perintahkan tangkap dia," tutur Eko.

Z pun ditangkap oleh tim Polres Lhokseumawe di tempat pendaratan ikan (TPI) Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh pada Minggu (24/1/2021).

Ternyata pelaku selama ini adalah pemakai narkotika.

"Pelaku ini mengaku juga mengonsumsi sabu. Maka perangainya tidak stabil di desa," ujar dia.

Pelaku dijerat Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 ke-1e, ke-2e KUHP subsider Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 subsider Pasal 351 KUHP.

Z terancam hukuman penjara lebih dari 10 tahun.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lhokseumawe, Masriadi | Editor: Abba Gabrilin)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X