Penetapan Bupati dan Wabup Gresik Terpilih Digelar dengan Protokol Kesehatan, Ini Jadwalnya

Kompas.com - 21/01/2021, 17:12 WIB
Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, dalam proses tahapan pengambilan nomor urut Pilkada Gresik 2020. KOMPAS.COM/istimewaFandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, dalam proses tahapan pengambilan nomor urut Pilkada Gresik 2020.

GRESIK, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik akan mentapkan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, dalam Pilkada Serentak 2020.

Acara penetapan kepala daerah terpilih berlangsung pada Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan, penetapan paslon bupati dan wabup dapat digelar karena tak adanya gugatan perselisihan hasil Pilkada Gresik di Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini sesuai dengan PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Mestinya paling lama tiga hari, tapi kami akan gelar pada Jumat besok," ujar Roni melalui keterangan tertulis, Kamis (21/1/2021).

Acara penetapan bupati dan wakil bupati terpilih akan digelar dengan mengacu protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Rencananya, KPU mengundang paslon terpilih, pimpinan partai pengusung, ketua tim kampanye, serta jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gresik.

"Akan kita undang, tapi tetap dengan mekanisme protokol kesehatan ketat," ucap dia.

Sesuai hasil penghitungan suara dari pencoblosan yang berlangsung pada 9 Desember 2020, paslon Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah berhasil meraup 369.844 suara.

Sementara paslon nomor urut 1 Mohammad Qosim-Asluchul Alif meraih 355.611 suara, selisih sebanyak 14.233 suara.

Baca juga: Pria Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Usai Bunuh Anaknya yang Kelas 6 SD

Adapun dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur yang belum bisa diumumkan pemenangnya adalah Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Banyuwangi.

Sedangkan 16 Kabupaten/Kota lain termasuk Gresik, sudah dapat diumumkan lantaran tidak adanya gugatan sengketa di MK.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X