Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Kompas.com - 20/01/2021, 06:06 WIB
Kristen Antoinette Gray (baju hitam) dan pasangannya Saundra Michelle Alexander (baju kuning) di Kanim Denpasar, Selasa (19/1/2021). Kompas.com/ Imam RosidinKristen Antoinette Gray (baju hitam) dan pasangannya Saundra Michelle Alexander (baju kuning) di Kanim Denpasar, Selasa (19/1/2021).

KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali memutuskan mendeportasi warga negara Amerika Serikat, Kristen Antoinette Gray dan pasangan wanitanya, Saundra Michelle Alexander.

Gray yang masuk dengan visa kunjungan itu diduga melakukan kegiatan bisnis dengan menjual e-book dan jasa konsultasi bagi turis asing yang ingin masuk ke Indonesia selama pandemi Covid-19.

Padahal, wisatawan asing masih dilarang masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Tindak lanjut WN Amerika Serikat Kristen Gray (dan pasangannya) dikenakan tindakan administrasi keimigrasian pendeportasian atau pengusiran," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk di Kantor Imigrasi Denpasar, Bali, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Putusan Banding, Vonis Jerinx Berkurang Jadi 10 Bulan Penjara


Sudah jual 50 e-book

Berdasarkan pemeriksaan, Gray telah menjual sekitar 50 e-book selama berada di Indonesia.

E-book berjudul Our Bali Life is Yours (Kehidupan Bali Kami adalah Milik Anda) itu dijual dengan harga 30 dolar Amerika Serikat atau setara Rp 422.000.

Selain menjual buku, ia juga menawarkan jasa konsultasi terkait cara masuk ke Indonesia selama pandemi Covid-19.

Gray memasang tarif sebesar 50 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 703.000 untuk 45 menit konsultasi.

 

Kegiatan itu, kata Jamaruli, membuktikan Gray melakukan aktivitas bisnis selama tinggal di Bali.

"Tentunya ada unsur bisnis, untuk membuka e-book dikenakan 30 dolar, kemudian 50 dolar per 45 menit konsultasi, jadi ada unsur bisnisnya," kata Jamaruli.

 

Cara masuk ke Indonesia

Jamaruli menjelaskan, salah satu topik yang dibahas dalam e-book tersebut adalah cara masuk ke Indonesia selama pandemi Covid-19.

Gray mengaku bisa memberi kemudahan bagi turis asing yang ingin masuk ke Indonesia, khususnya ke Bali, selama pandemi.

Baca juga: Kristen Gray Akhirnya Dideportasi Setelah Viral karena Twitnya soal Bali

Ia mengaku memiliki agen yang bisa membantu mempermudah urusan tersebut.

"Bahwa yang bersangkutan menawarkan kepada orang asing untuk pindah ke Indonesia saat corona. Itu jelas dituliskan dalam Twitternya dan ada di e-book yang bisa di-download, itu yang dilakukan di sini, dan itu hampir selama satu tahun," kata dia.

Jamaruli menambahkan, semua link e-book tersebut telah dihapus Gray ketika beritanya mulai viral dan dicari pihak Imigrasi.

"Saat bersangkutan dicari Imigrasi langsung dihapus semua," kata Jamaruli.

 

Selain alasan bisnis e-book dan jasa konsultasi, Kristen Gray juga dianggap menyebarkan informasi yang meresahkan masyarakat.

Informasi itu disampaikan Krsiten Gray lewat akun Twitternya. Ia meyebutkan, Bali memberi kenyamanan terhadap kaum LBT.

Bantahan Kristen Gray

Kristen Gray mengaku tak bersalah karena visa kunjungan miliknya tak kedaluwarsa.

Ia juga mengaku tak bekerja atau mencari uang di Indonesia.

"Saya tidak bersalah, visa saya tidak overstay, saya tidak menghasilkan uang dalam Indonesia Rupiah," kata Gray didampingi pengacaranya, Selasa.

Baca juga: Kristen Gray Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi, Tarifnya Rp 700.000

Gray menyebutkan, dirinya dideportasi karena komentarnya mengenai LGBT.

"Saya berkomentar mengenai LGBT dan saya dideportasi karena LGBT," kata Gray.

Keputusan mendeportasi Gray dan pasangannya diambil setelah pemeriksaan di Kantor Imigrasi Denpasar.

Pasangan Gray ikut dideportasi karena dianggap ikut terlibat.

Pasangan itu akan dideportasi setelah penerbangan dibuka. Saat ini, Gray dan pasangannya ditahan di Ruang Detensi Imigrasi, Kantor Imigrasi Denpasar.

(KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X