Semua Korban Longsor Sumedang Ditemukan, Total 40 Orang Tewas

Kompas.com - 19/01/2021, 07:04 WIB
Tim SAR gabungan temukan seluruh korban longsor di Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHTim SAR gabungan temukan seluruh korban longsor di Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/1/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Semua korban longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, ditemukan.

Dua korban terakhir ditemukan tim SAR gabungan di lokasi longsor pertama di Perumahan Pondok Daud, Senin (18/1/2021) malam.

Kepala Basarnas Bandung Deden Ridwansah mengatakan, dengan telah ditemukannya semua korban hilang dalam bencana longsor Sumedang ini, operasi SAR resmi ditutup pukul 21.35 WIB.

"Sebanyak 40 korban telah kami temukan, maka operasi SAR kami tutup pukul 21.35 WIB," ujar Deden kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Senin malam.

Baca juga: 2 Jasad Anak Ditemukan, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Bertambah

Deden menuturkan, pada operasi SAR hari ke-10 ini, pencarian difokuskan pada sektor II di lokasi longsor pertama di Perumahan Pondok Daud.

"Upaya ini membuahkan hasil, di mana sejak pagi hingga malam hari ini, delapan korban kami temukan," tutur Deden.

Kedelapan korban tersebut yaitu Abraham Sihombing (8), laki-laki, ditemukan pukul 09.20 WIB; dan Roida Manaor Tampubolon (60), perempuan, ditemukan pukul 10.05 WIB.

Kemudian korban bernama Daniel Alvaro Pasaribu (5), laki-laki, ditemukan pukul 11.00 WIB; dan Boston Fanbel Pasaribu (1), laki-laki, ditemukan pukul 11.23 WIB.

Selanjutnya, Melati Natasya Sihombing (12), perempuan, ditemukan pukul 15.41 WIB; dan Cincin Rosa Arga Pasaribu (12), perempuan, ditemukan pukul 15.56 WIB.

"Dua korban lainnya berjenis kelamin laki-laki ditemukan pukul 19.59 WIB, kemudian korban berjenis kelamin perempuan ditemukan pukul 21.13 WIB. Nama keduanya masih proses identifikasi tim DVI Polda Jabar di Puskesmas Sawahdadap," sebut Deden.

Baca juga: Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Deden menambahkan, keberhasilan dalam operasi SAR di lokasi longsor ini berkat sinergi dan kerja sama tim di lapangan.

"Kami menerima banyak support dan spirit yang luar biasa, sehingga seluruh korban bisa kami temukan. Kami berharap, ke depan tidak ada lagi kejadian bencana yang terjadi di Jawa Barat khususnya, dan di Indonesia pada umumnya," kata Deden.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X