Donasi untuk Korban Longsor Sumedang Terkumpul Rp 2,2 Miliar

Kompas.com - 18/01/2021, 15:04 WIB
Tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Minggu (17/1/2020). Sejauh ini total korban tewas sudah ditemukan sebanyak 32 orang dan 8 orang lainnya masih dalam pencarian. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHTim SAR gabungan melakukan upaya pencarian korban longsor di Cimanggung, Sumedang, Minggu (17/1/2020). Sejauh ini total korban tewas sudah ditemukan sebanyak 32 orang dan 8 orang lainnya masih dalam pencarian. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah mengetuk hati para dermawan.

Tidak sedikit dari kalangan pemerintahan, korporasi, hingga perorangan yang terketuk hatinya untuk membantu korban longsor Sumedang.

Para dermawan ini datang sehari pasca bencana longsor terjadi pada Sabtu (9/1/2021) lalu.

Baca juga: Update Longsor Sumedang, Tim SAR Temukan Jasad 2 Anak, Total Korban Tewas Jadi 36

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Sumedang Asep Taufik mengatakan, total donasi yang terkumpul untuk korban longsor dari berbagai pihak mencapai Rp 2,2 miliar.

"Donasi yang terkumpul hingga saat ini sebesar Rp 2,250,000,400," ujar Asep kepada Kompas.com di Posko Utama Tanggap Bencana Sumedang di SMAN Cimanggung, Minggu (17/1/2020).

Asep menuturkan, untuk mencegah terjadinya kerumunan di lokasi penampungan donasi, Pemkab Sumedang saat ini telah membuka rekening donasi.

Dengan begitu, warga dari luar Kabupaten Sumedang yang akan berdonasi bisa langsung mengirimkannya melalui nomor rekening Bank BJB 0113092963100.

"Rekening ini untuk memudahkan warga dari luar Sumedang yang ingin memberikan donasi untuk para korban bencana. Dengan begitu juga para donatur dapat terhindar dari kontak erat atau kerumunan di tengah situasi yang masih pandemi ini," tutur Asep.

Baca juga: Menteri PUPR Merasa Ngeri Lihat Perbukitan Jadi Perumahan di Sumedang

Asep menyebutkan, donasi yang terkumpul ini dikelola secara transparan dan dapat diketahui oleh seluruh masyarakat melalui aplikasi Sitabah.

"Aplikasi ini kami buat khusus untuk menginformasikan seputar perkembangan bencana longsor di Sumedang. Termasuk di dalamnya informasi donasi dari para donatur. Aplikasi Sitabah ini dapat diakses melalui www. sumedang.go.id," sebut Asep.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Regional
Puluhan Wartawan di Banyumas Disuntik Vaksin Covid-19

Puluhan Wartawan di Banyumas Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
11.490 Vaksin Tahap Kedua Tiba di Riau, Ini Daftar Golongan Penerima

11.490 Vaksin Tahap Kedua Tiba di Riau, Ini Daftar Golongan Penerima

Regional
Tamu Berjoget Tanpa Masker, Koordinator Resepsi hingga Pengelola Gedung Diinterogasi Polisi

Tamu Berjoget Tanpa Masker, Koordinator Resepsi hingga Pengelola Gedung Diinterogasi Polisi

Regional
Ini Penyebab Perselisihan Wali Kota Tegal dan Wakilnya yang Berujung Laporan Polisi

Ini Penyebab Perselisihan Wali Kota Tegal dan Wakilnya yang Berujung Laporan Polisi

Regional
Pemkot Pontianak Tetapkan Status Siaga Karhutla

Pemkot Pontianak Tetapkan Status Siaga Karhutla

Regional
Selundupkan Ganja dalam Bantal Saat Besuk Anak di Lapas, Ibu Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Selundupkan Ganja dalam Bantal Saat Besuk Anak di Lapas, Ibu Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Regional
Kronologi Pasutri di Lamongan Ditangkap karena Narkoba, Istri Simpan Sabu di Celana Dalam

Kronologi Pasutri di Lamongan Ditangkap karena Narkoba, Istri Simpan Sabu di Celana Dalam

Regional
Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Regional
Ini Awal Mula Ardi Dipenjara gara-gara Pakai Uang Rp 51 Juta Salah Transfer BCA

Ini Awal Mula Ardi Dipenjara gara-gara Pakai Uang Rp 51 Juta Salah Transfer BCA

Regional
Viral, Video Istri Wali Kota Bima dan Sejumlah Wanita Abaikan Prokes Saat Berjoget di Pesta Ultah

Viral, Video Istri Wali Kota Bima dan Sejumlah Wanita Abaikan Prokes Saat Berjoget di Pesta Ultah

Regional
Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Regional
Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Regional
Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Regional
Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X