Warga Desa Ini Biasa Jual Beli dengan Sayuran hingga Bisa Bertahan di Masa Pandemi

Kompas.com - 19/12/2020, 12:38 WIB
Merlin (24) menyerahkan sawi seberat dua kilogram hasil panennya kepada Nurlaela (35) Kamis (17/12/2020). Sawi itu ditukarkan dengan dua buah porsi bakso. Nurlaela merupakan salah satu pedagang bakso dan sembako yang melayani sistem barter sayuran. Keduanya merupakan warga Desa Nangka Kecamatan Kadugede, kabupaten Kuningan yang merintis sebagai Desa Agrobisnis. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONMerlin (24) menyerahkan sawi seberat dua kilogram hasil panennya kepada Nurlaela (35) Kamis (17/12/2020). Sawi itu ditukarkan dengan dua buah porsi bakso. Nurlaela merupakan salah satu pedagang bakso dan sembako yang melayani sistem barter sayuran. Keduanya merupakan warga Desa Nangka Kecamatan Kadugede, kabupaten Kuningan yang merintis sebagai Desa Agrobisnis.

KUNINGAN, KOMPAS.com – Umumnya, orang melakukan transaksi jual beli menggunakan uang.

Lain halnya di salah satu desa di Kabupaten Kuningan. Sebagian warganya menggunakan sayur mayur untuk melakukan transaksi.

Mereka melakukan barter dengan cara menukar sayur untuk dapat membeli tahu-tempe, telur, bahan sembako, bakso hingga mi ayam dan lainnya.

Hal ini berhasil lantaran hampir 100 persen warganya membudidayakan tanaman di rumah masing-masing sebagaimana program yang dicanangkan pemerintah desa setempat.

Hasil panen warga melimpah. Di saat sebagian warga terpuruk di tengah pandemi Covid-19, desa ini justru menjadi percontohan berbagai dalam dan luar daerah Kuningan yang dapat bangkit sebagai Desa Agrobisnis.

Cerita itu bukan isapan jempol. Nyata adanya. Kompas.com mengunjungi desa ini selama dua hari berturut-turut, dari Rabu dan Kamis (16-17/12/2020). Dialah Desa Nangka, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Pemukiman ini berjarak sekitar sepuluh kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan. Letaknya yang berada di Kaki Gunung Ciremai dengan hutan dan bukit yang mengelilingi, membuat pemukiman ini tampak asri. Mayoritas warganya bertani dan berkebun.

Baca juga: Saung Bali, Kreativitas yang Muncul karena Bosan WFH Selama Pandemi

Saat pengunjung masuk desa ini, berbagai macam jenis tanaman akan "menyapa". Mereka berjejer rapi di sisi kanan kiri jalan. Mereka memenuhi setiap undak-undakan yang terbuat dari bambu.

Hijaunya dedaunan membuat mata segar memandang. Buah dan sayuran yang sudah matang seakan menggoda pengunjung untuk memetiknya. Setiap warga memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya dan bercocok tanam.

Menanam di atap rumah

Seperti halnya Juned (56) dan Atin Rohatin (51). Sepasang suami istri itu menjadikan rumahnya yang tepat berada di pinggir jalan untuk bercocok tanam.

Keduanya tidak memiliki lahan pekarangan sama sekali. Mereka hanya memanfaatkan tembok rumahnya, batas pagar, dan trotoar untuk budidaya berbagai macam jenis tanaman.

“Ada tanaman daun bawang, seledri, pokcoy, selada bokor, selada air, bawang merah, dan lainnya. Hampir semua tanaman saya tanam pakai media polybag. Bahkan ada dalam satu polybag berisi dua hingga tiga jenis tanaman,” kata Juned kepada Kompas.com, Rabu (16/12/2020).

Pria yang menjabat ketua RT 05 RW 02 ini sangat senang dengan hasil budidayanya itu. Di saat musim kemarau, dia memanen berbagai jenis tanaman tiga minggu hingga satu bulan.

Hasil panennya untuk konsumsi sendiri dan sisanya dijual ke pasar-pasar tradisional. Sekali panen, Juned dapat mengantongi sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Gubernur Kalbar Geram karena Lahan Konsesi Sengaja Dibakar: Mereka Pikir Saya Takut

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Maret 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 1 Maret 2021

Regional
Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Diduga Korupsi Dana Rehabilitasi SD, Eks Pejabat Disdik Bantaeng Ditahan

Regional
Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Tambak Dipasena Dibangun Ulang, Bupati Tulang Bawang Berikan Apresiasi kepada Jokowi

Regional
Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X