Kompas.com - 05/12/2020, 19:26 WIB
Sejumlah murid menulis aksara Jawa dengan bimbingan guru di SD Katolik Frateran II, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2020). Kegiatan yang diikuti perwakilan pelajar tersebut guna memperkenalkan budaya Jawa agar tetap lestari sekaligus memperingati Hari Aksara Internasional. ANTARA FOTO/PRASETIA FAUZANISejumlah murid menulis aksara Jawa dengan bimbingan guru di SD Katolik Frateran II, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2020). Kegiatan yang diikuti perwakilan pelajar tersebut guna memperkenalkan budaya Jawa agar tetap lestari sekaligus memperingati Hari Aksara Internasional.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Aksara jawa diharapkan tak punah tergantikan dengan Bahasa Indonesia atau bahasa lainnya. Sehingga, peran digitalisasi jadi penting.

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia menilai, butuh banyak website dengan konten beraksara jawa untuk bisa memuluskan pendaftaran aksara Jawa agar bisa diakses dilaman internet.

"Website beraksara jawa ini diharapkan dapat membantu untuk meyakinkan ICANN (Lembaga Internet Dunia) bahwa aksara jawa masih tetap eksis digunakan hingga saat ini," kata Muhamad Shidiq Purnama, Chief Registry Officer Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, melalui rilis ke Kompas.com, Sabtu (05/12/2020).

Baca juga: Sultan Usulkan Digitalisasi Aksara Jawa ke Kominfo

Pihaknya bersama komunitas pegiat Aksara Jawa di Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam tim Juri sebelumnya telah membuat lomba website aksara Jawa.

Mereka juga sudah menentukan pemenangnya. Yakni Didin Ahmad Zaenudin keluar sebagai juara pertama, lalu April Nugroho sebagai juara kedua dan Bagus Aji Pamungkas sebagai juara ketiga.

Pembagian hadiah diberikan 5 Desember 2020 yang diserahkan langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X kepada para pemenang lomba.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengusulkan digitalisasi aksara Jawa ke Menkominfo.

Pasalnya, Sri Sultan tak mau bahasa ibu punah dan tergantikan dengan Bahasa Indonesia.

Sri Sultan menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan untuk digitalisasi aksara Jawa tidak hanya untuk Provinsi DIY saja tetapi juga ada provinsi-provinsi lainnya agar bahasa ibu tidak terlupakan oleh masyarakat.

"Kalau untuk aksara Jawa (digitalisasi) kami juga pernah mengusulkan, jadi ini tidak hanya jawa tapi juga dari provinsi lain juga ada sehingga harapan saya jangan sampai bahasa ibu ini kalah dengan bahasa indonesia," katanya saat menerima kunjungan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (16/10/2020).

Sri Sultan khawatir jika bahasa ibu tidak dilestarikan maka yang terjadi adalah tidak ada lagi masyarakat lokal yang menggunakan bahasa ibunya.

Dengan cara digitalisasi diharapkan dapat sehingga tidak ada yang menjaga aksara jawa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X