Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Kompas.com - 30/11/2020, 06:40 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi

JAMBI, KOMPAS.com - Bawaslu Jambi mencatat ada 26 kasus pelanggaran protokol kesehatan selama dua bulan kampanye tatap muka.

Total pelanggaran pilkada di Jambi mencapai 74 kasus, dengan rincian 44 kasus terbukti sebagai pelanggaran dan sisanya bukan pelanggaran.

"Kita sudah berikan sanksi tegas, berupa surat peringatan dan pembubaran kampanye tatap muka para calon," kata Anggota Bawaslu Jambi, Wein Arifin melalui pesan singkat, Senin (30/11/2020).

Dia mengatakan pelanggaran protokol kesehatan memang mendominasi selama kampanye dua bulan terakhir, dibanding jenis pelanggaran lain.

Baca juga: Pilkada di NTT Diwarnai Tawuran Antar Pendukung, Batu dan Pedang Diamankan Polisi

Lebih jauh, Wein merinci beberapa jenis pelanggaran, seperti administrasi totalnya lima kasus, kemudian pidana baru satu kasus, kode etik sebanyak sembilan kasus dan pelanggaran hukum lainnya itu menembus angka 29 kasus.

"Memang pelanggaran terhadap protokol kesehatan itu jumlahnya 26 kasus. Cukup banyak, biasanya tidak memakai masker dan tidak disertai surat tanda terima pemberitahuan (STTP)," kata Wein menjelaskan.

Dari angka itu, pelanggaran protokol kesehatan banyak terjadi di Kota Sungaipenuh, sebanyak 19 kasus, lalu Kabupaten Tanjab Barat sekitar 4 kasus dan kabupaten/kota yakni Kota Jambi, Kabupaten Bungo dan Merangin masing-masing satu pelanggaran.

Baca juga: Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Atas pelanggaran calon kepala daerah, Bawaslu telah memberikan sanksi berupa peringatan tertulis sebanyak 21 kasus, lalu penghentian dan pembubaran kampanye, totalnya lima kasus.

Bentuk pelanggaran sangat beragam. Ia mencontohkan ada kampanye tatap muka calon yang melibatkan kelompok rentan terhadap penularan corona.

"Kampanye calon itu mengikutsertakan balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta para lansia. Itu kan tidak boleh," kata Wein menegaskan.

Selanjutnya, para calon maupun pendukungnya, dalam kampanye kampanye terbuka maupun pertemuan terbatasnya tidak mengikuti protokol kesehatan.

Ada beberapa kasus, itu berkerumun atau tidak menjaga jarak, tidak mengenakan masker dan melengkapi sarana mencuci tangan di luar gedung pertemuan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X