Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Kompas.com - 24/11/2020, 22:18 WIB
Rombongan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi proyek Jalur Lintas Selatan di Tulungagung, 13 September 2020. Dokumentasi Humas Pemprov JatimRombongan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi proyek Jalur Lintas Selatan di Tulungagung, 13 September 2020.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan tiga ruas tol konektor atau jalan penghubung dari Tol Trans Jawa menuju Jalur Lintas Selatan (JLS). 

Tol penghubung itu di antaranya, dari ruas Malang, ruas tol Probolinggo, dan ruas tol Kertosono.

Baca juga: Kurang 140 Kilometer, Proyek Jalur Lintas Selatan Jatim Rampung 3 Tahun Lagi

Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, rencana itu telah tertuang dalam Perpres 80 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik-Bangkalan, Mojokerto, Surabaya-Sidoarjo-Lamongan (Gerbangkertasusila), Kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), dan Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Konektor tol pertama adalah ruas Kertosono-Kediri-Tulungagung.

"Ruas ini saat ini sedang proses detail engineering design (DED) dan sudah ada calon pemrakarsanya," kata Khofifah dalam acara diskusi Forum Komunikasi Sinergitas Komisi Pembangunan DPRD Jawa Timur, Selasa (24/11/2020).

Konektor kedua dari ruas tol Malang ke Kepanjen. Ruas ini sedang dalam permohonan intelectual property rights (IPR).

Sementara konektor ketiga dari ruas tol Probolinggo ke Lumajang. Rencana proyek tersebut saat ini sedang dalam proses pra-feasibility study.

"Kedua rencana proyek tol juga sudah ada calon pemrakarsanya," ujar Khofifah.

Pembangunan JLS Jawa Timur dari Banyuwangi hingga Pacitan diprediksi rampung tiga tahun lagi.

Masih ada sekitar 140 kilometer lahan yang belum dibangun dari total 675 kilometer lebih panjang jalan.

Ratusan kilometer jalan yang belum terbangun itu di antaranya, 39,57 kilometer di Trenggalek, 21,14 kilometer di Tulungagung, 4,40 kilometer di Kabupaten Malang, 56,43 kilometer di Jember, dan 19,10 kilometer di Banyuwangi.

Sementara, sejumlah ruas dalam tahap pengerjaan, di antaranya 37,36 kilometer dibiayai Islamic Development Bank (IDB), 25,24 kilometer dibiayai APBN 2020-2021, 16, 89 kilometer dari APBN 2020-2021, dan 71,69 klometer dibiayai IDB.

Menurut Khofifah, JLS tak hanya membuka akses infrastruktur tapi membuka akses ekonomi warga di pantai selatan Jawa Timur.

"Masih ada kesenjangan yang cukup tinggi antara wilayah utara dan selatan Jawa Timur," katanya.

Selain potensi wisata alam berupa pantai yang sangat indah, JLS juga membuka potensi ekonomi industri sektor pertanian dan perikanan yang menjanjikan.

Baca juga: Video Viral Mobil Pikap Terguling ke Jurang Sedalam 100 Meter, Penumpang Melompat dan Selamat

"Sepanjang JLS itu pantai-pantai yang sangat indah. Punya corak pasir khas dan gugusan karang yang mempesona. Kalau sektor wisata jalan, secara otomatis UMKM juga ikut terdongkrak," terangnya.

JLS melintasi delapan daerah yakni Banyuwangi, Jember, Kabupaten Malang, Lumajang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga Pacitan. Proyek JLS dibangun sejak masa Gubernur Jawa Timur Imam Utomo pada 2002.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X