Kompas.com - 23/11/2020, 12:27 WIB
Lembaga Adat Baduy memusnahkan puluhan botol madu palsu yang disita dari sejumlah tempat di lingkungan Baduy, Minggu (22/11/2020) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINLembaga Adat Baduy memusnahkan puluhan botol madu palsu yang disita dari sejumlah tempat di lingkungan Baduy, Minggu (22/11/2020)

LEBAK, KOMPAS.com - Lembaga Adat Baduy menyita puluhan botol madu palsu dari penjual di wilayahnya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Lembaga Adat Baduy baru mengetahui bahwa sejumlah oknum mengedarkan madu palsu kepada wisatawan yang berkunjung ke Baduy setelah ramai pemberitaan penggerebekan pabrik madu palsu.

Madu palsu disita karena dinilai telah mencoreng nama baik Baduy yang selama ini dikenal dengan kearifan lokal dan alami.

"Sebelumnya saya tidak tahu jika madu itu tidak asli, setelah tahu, kami lembaga adat berkumpul dan sepakat memberantas madu palsu di lingkungan Baduy," kata Tetua Adat Masyarakat Baduy sekaligus Kepala Desa Kanekes Jaro Saija, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Warga Baduy Merazia dan Musnahkan Madu Palsu

Hingga Minggu, madu palsu yang disita dari sejumlah tempat di Baduy sebanyak 20 botol dan satu dirigen ukuran 50 liter. Madu tersebut kemudian akan dimusnahkan.

Saija menyampaikan, dirinya sebagai kepala desa dan juga lembaga adat merasa ditipu dengan beredarnya madu palsu di lingkungan Baduy.

Selama ini, kata dia, pihaknya mengawasi satu per satu para penjual dan pembeli madu Baduy lantaran hampir 70 persen warga Baduy berjualan madu.

Baca juga: Ini 3 Jenis Madu Palsu yang Beredar di Indonesia, Menurut Pakar Madu UI

Saija mengatakan, warga Baduy selama ini menjadi korban oleh pihak yang mendistribusikan madu palsu ke Baduy.

"Kami orang Baduy merasa ditipu, mereka menganggap orang Baduy bodoh. Saya pun tidak tahu kalau ini madu palsu, soalnya saya tidak tahu dari mana datangnya dan keluarnya madu palsu ini," kata dia.

Saija berharap peredaran madu palsu di lingkungan Baduy bisa dihentikan. Selain dengan pengawasan ketat, juga dengan menggalakkan budidaya madu dari lebah odeng atau nyiruan.

"Kita menggerakkan budidaya nyiruan, saat ini kita bisa budidaya 500 kotak, ke depan ditargetkan bisa 5.000 kotak sarang di seluruh Baduy," kata dia.

Baca juga: Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Berita sebelumnya, Polda Banten membongkar sindikat peredaran madu palsu yang berbahaya jika dikonsumsi.

Madu palsu tersebut diedarkan dengan merek Madu Lebak dengan omzet miliaran rupiah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X