BPPTKG: Potensi Utama Bahaya Erupsi Merapi ke Arah Tenggara

Kompas.com - 10/11/2020, 19:54 WIB
Kepala Balai Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida saat di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKepala Balai Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida saat di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) menyebut potensi utama bahaya erupsi Gunung Merapi ada di Kali Gendol atau arah tenggara sesuai dengan bukaan kawah.

Namun, tidak menutup kemungkinan ada potensi ke arah barat sesuai dengan adanya deformasi.

"Untuk bahaya potensi utama karena bukaan kawah itu ada ke arah Kali Gendol, ini berarti bahwa ancaman utama di Kali Gendol," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida di barak pengungsian Glagaharjo, Sleman, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Miskin Suplai Gas, Magma Gunung Merapi Melaju ke Permukaan Perlahan-lahan

Hanik menyampaikan deformasi Gunung Merapi juga terpantau di arah barat. Artinya potensi bahaya juga ada di arah Barat.

"Deformasi ada ke arah Barat juga sehingga potensi ke sana juga ada," jelasnya.

Hanik mengatakan, pihaknya baru bisa mengitung kecepatan, besar maupun volume jika kubah lava sudah muncul. Namun, berdasarkan pengamatan morfologi kawah belum terlihat adanya kubah lava baru.

"Kalau kubah lava sudah muncul dipermukaan kami bisa menghitung kecepatannya, besarnya dan volumenya berapa. Itu nanti yang kita gunakan untuk menghitung seberapa jauh kalau terlontar atau terjadi satu erupsi sejauh mana," urainya.

Baca juga: Gunung Merapi Alami 12 Kali Gempa Guguran, BPPTKG: Kegempaan Ini Masih Fluktuatif

Potensi ancaman bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer.

"Dasar kami menentukan jarak yang ke arah selatan dan barat 5 km, kemudian sisi utara 3 Km atau lengkungan KRB III itu berdasarkan potensi bahaya yang ada sekarang," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, BPPTKG Yogyakarta pada tanggal 5 November 2020 meningkatkan status Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Radius bahaya berada di radius 5 km dari puncak Gunung Merapi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X