Ini Konsep Hunian yang Digagas Paslon Bajo bagi Anak Yatim dan Fakir Miskin di Solo

Kompas.com - 09/11/2020, 14:30 WIB
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) ditemui di Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) ditemui di Kantor KPU Solo, Jawa Tengah, Senin (26/10/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), ingin membangun hunian bagi warga yang hidup di bawah garis kemiskinan di bantaran sungai.

Janji Bajo untuk membangunankan hunian warga ini terungkap dalam debat perdana yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo di Hotel Sunan Solo pada Jumat (6/11/2020) malam.

Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris selaku pengusung paslon Bajo, Tuntas Subagyo menjelaskan, program utama Bajo jika terpilih di Pilkada Solo 2020 adalah mewujudkan hunian anak-anak yatim dan fakir miskin.

"Memang yang paling utama nanti yang akan dilakukan oleh Bajo pada kepemimpinan di awal itu adalah memikirkan anak-anak yatim dan fakir miskin. Jadi, itu yang pertama kali yang akan disiapkan,"kata Tuntas saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Debat Kandidat Pilkada Solo, Bagyo Cecar Kontribusi Gibran sebagai Milenial

Pihaknya menambahkan sudah menyiapkan timeline untuk menuntaskan masalah di Solo. Baik tentang banjir, kemacetan, maupun tata kelola kota.

Terkait tata kelola kota ini di dalamnya terdapat pembangunan hunian bagi anak-anak yatim dan fakir miskin di bantaran sungai.

"Kita sudah siapkan hunian-hunian itu dengan memanfaatkan lahan-lahan yang mengkrak di Solo. Termasuk di pinggiram sungai. Bukan dalam arti di bantaran sungai itu akan menyebabkan banjir. Karena kita sudah siapkan mekanisme untuk mengatasi banjirnya," terang dia.

"Kan banyak sekali, ini mohon maaf ya. Hunian-hunian liar di pinggir sungai banyak. Itu nanti akan kita tata semuanya. Kemudian ada sistem pengairan, pompa dam sebagainya. Tanggul dan sebagainya kita perbaiki semuanya. Termasuk pembuatan sungai bawah tanah untuk mengatasi air ke Solo," sambung dia.

Baca juga: Gibran dan Bajo Disebut Minim Penguasaan Medan pada Debat Perdana

Dikatakan Tuntas, sasaran utama hunian atau tata kelola kota ini adalah untuk memelihara anak yatim piatu dan fakir miskin.

Disinggung konsep hunian yang akan diwujudkan jika Bajo terpilih, jelas Tuntas semua sudah dipersiapkan.

"Ada beberapa titik salah satunya di daerah Semanggi. Itu belum terkelola baik. Selain itu juga akan mengakomodir kesulitan dan aspirasi masyarakat di Mojosongo itu masih kekurangan air. Kita akan mengakomodir segala kesulitan masyarakat."

"Intinya Bajo ini saya hadirkan di Kota Solo dengan jargon orang cilik yang memang berasal dari wong cilik prioritas utama memikirkan anak yatim piatu dan fakir miskin," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah Acara di Bali Langgar Protokol Kesehatan, PDI-P: Namanya Tiup Lilin Kan Harus Buka Mulut

Bantah Acara di Bali Langgar Protokol Kesehatan, PDI-P: Namanya Tiup Lilin Kan Harus Buka Mulut

Regional
Gara-gara Bangun Kesiangan, Calon Pengantin Ini Dianiaya Kerabatnya hingga Tewas

Gara-gara Bangun Kesiangan, Calon Pengantin Ini Dianiaya Kerabatnya hingga Tewas

Regional
Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak Saat Acara Jumpa Fan, Artis TikTok Diperiksa Polisi

Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak Saat Acara Jumpa Fan, Artis TikTok Diperiksa Polisi

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Ditingkatkan ke Penyidikan

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Ditingkatkan ke Penyidikan

Regional
Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang: Saya Pakai Jilbab sejak SMP, Iman Saya Tidak Goyah

Siswi Non-Muslim SMKN 2 Padang: Saya Pakai Jilbab sejak SMP, Iman Saya Tidak Goyah

Regional
Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Wali Kota Salatiga Nyaris Gagal Divaksin karena Tensi Darah Naik

Regional
Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Regional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Regional
Viral Acara PDI-P Bali Buka Masker Tiup Lilin dan Suap-suapan Sendok yang Sama, Begini Penjelasannya

Viral Acara PDI-P Bali Buka Masker Tiup Lilin dan Suap-suapan Sendok yang Sama, Begini Penjelasannya

Regional
Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X