Cerita Nelayan di Sikka, Penghasilan Menurun Saat Pandemi, Berutang untuk Menyambung Hidup

Kompas.com - 05/11/2020, 15:51 WIB
Foto : Marianus (45), nelayan asal Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, sudah 10 tahun bekerja sebagai nelayan dengan menggunakan peralatan seadanya. Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Marianus (45), nelayan asal Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, sudah 10 tahun bekerja sebagai nelayan dengan menggunakan peralatan seadanya.


MAUMERE, KOMPAS.com - Marianus (45), warga Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT, bekerja sebagai nelayan dengan menggunakan peralatan seadanya.

Sejak 10 tahun lalu, ia bekerja sebagai nelayan mengandalkan sampan kecil saat mencari ikan di laut. 

Marianus mengatakan, menjadi nelayan demi menghidupi istri dan keempat anaknya.

"Karena hanya pakai sampan dan dayung, saya tidak bisa masuk lebih jauh. Tangan tidak kuat mengayuh untuk melewati ombak besar," tutur Marianus, saat dijumpai Kompas.com, di tempat tinggalnya, Kamis.

Marianus mengaku, karena kemampuan mengayuh sampan terbatas, hasil tangkapan pun sedikit.

Baca juga: Upacara Bendera di Bawah Laut Teluk Maumere, Penyelam Dikelilingi Hiu Putih

Hasil jual dari mencari ikan itu hanya berkisar Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Itu pun tidak setiap hari. 

"Uang itu hanya bisa beli makan dan minum sehari. Tidak ada untuk tabungan masa depan anak-anaknya," ungkap Marianus.

Marianus mengaku, tidak jarang dirinya pulang dengan kosong. Saat itu, ia terpaksa mengutang di kios untuk bisa dapatkan beras. 

Selain itu, karena penghasilan tidak menentu, sampai hari ini rumahnya belum teraliri listrik negara. Di malam hari mereka hanya mengandalkan lampu pelita.

"Bagaimana mau pasang meteran, beli buku anak sekolah saja tidak bisa. Uang hasil tangkapan saya hanya bisa beli beras," ujar Marianus.

Marianus mengaku, sang istri tidak bisa menbantu menopang ekonomi keluarga, sebab cacat permanen. Dia hanya bisa menjaga anak-anak di rumah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Cerita Warga Teluk Dawan, Bertahun-tahun Diteror Buaya, Pemerintah Hanya Pasang Spanduk

Regional
Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Awan Panas Guguran Muncul di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Regional
Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Kemensos dan Dinsos Sulsel Kirim Bantuan untuk Korban Gempa di Sulbar

Regional
Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Cerita Wali Kota Bandung Oded 8 Hari Melawan Covid-19, Batal Jadi Penerima Vaksin Tahap Pertama

Regional
Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Regional
15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

15 Korban Longsor Sumedang Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang

Regional
Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Cerita Dewi Jadi Korban Perampokan, Salah Satu Pelaku Hamil 8 Bulan, Awalnya Mengaku Beli Kerupuk

Regional
Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Aksi Ibu Hamil Bersama Anak dan Menantu Merampok Toko Sembako, Gasak Uang Rp 200 Juta

Regional
Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Masyarakat Korban Gempa Mamuju Diminta Tenang, Bantuan TNI Segera Tiba

Regional
Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Fakta TNI AD Dirikan RS Darurat di Solo, Kasus Covid-19 Tinggi, Berlokasi di Benteng Vastenburg

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X