Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Landa 5 Desa di Pasuruan, 6.379 Kepala Keluarga Terdampak

Kompas.com - 02/11/2020, 18:53 WIB
Dheri Agriesta

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 6.379 kepala keluarga di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, terkena banjir akibat hujan deras yang terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam.

"Bahkan, korban yang mengungsi di rumah kerabat masih dalam pendataan oleh Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dikutip dari Antara, Senin (2/11/2020) sore.

Baca juga: Saya Ingin Sekali Bertemu Pak Jokowi, kalau Bertemu, Saya Akan Minta Motor

Raditya mengatakan, terdapat lima desa yang terdampak banjir, yakni Desa Kedungringin, Desa Kedung Boto, dan Desa Cangkring Malang yang terletak di Kecamatan Beji.

Lalu, Desa Gempol dan Desa Legok di Kecamatan Gempol.

"Rata-rata genangan air berkisar antara 20 centimeter sampai 120 centimeter," kata Raditya.

Raditya mengatakan, banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Minggu malam.

Pada Senin sekitar pukul 11.30 WIB, banjir berangsur surut di beberapa titik. Tinggi genangan air sekitar 10 centimeter hingga 70 centimeter.

Selain itu, TRC BPBD Kabupaten Pasuruan juga telah melakukan kajian cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait bersama tim gabungan untuk mengevakuasi korban.

"Bersama instansi terkait juga telah mendistribusikan bantuan logistik kepada korban yang terdampak dari peristiwa banjir tersebut," katanya.

Baca juga: Baku Tembak Polisi Vs Begal di Pasuruan, 3 Petugas Terluka, Tersangka Tewas

Berdasarkan kajian BNPB, Kabupaten Pasuruan memiliki kajian bahaya banjir tingkat sedang hingga tinggi. Luas ancaman banjir lebih 32.000 hektare.

Sedangkan melalui kajian risikonya, kata dia, sebanyak 597.000 jiwa yang tersebar di Kabupaten Pasuruan berisiko terkena banjir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com