Kompas.com - 29/10/2020, 14:30 WIB
Jalak Bali yang dilepasliarkan di Taman Nasional Bali Barat, Sabtu (27/6/2020). IstimewaJalak Bali yang dilepasliarkan di Taman Nasional Bali Barat, Sabtu (27/6/2020).

DENPASAR, KOMPAS.com - Jalak atau curik bali merupakan satwa endemik khas Pulau Dewata. 

Perburuan liar dan perdagangan ilegal di pasar gelap sempat membuat burung dengan nama latin Leucopsar rothschildi ini terancam punah.

Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan mengatakan, penemuan jalak bali pertama kali dilaporkan oleh ahli burung berkebangsaan Inggris bernama Dr Baron Stressman pada 1911.

Lalu pada 1925, seorang peneliti lain bernama Dr Baron Victor Von Plessenn mengadakan penelitian lanjutan.

Dari peneliatannya, penyebaran jalak bali diketahui dari Bubunan, Buleleng, hingga Melaya, Jembrana atau dengan luas penyebaran 320 Kilometer persegi.

Pada waktu itu populasinya diperkirakan mencapai 900 ekor di alam liar. Namun, dari tahun ke tahun populasi jalak bali terus menurun.

Menyusutnya habitat alami memengaruhi populasi burung ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 1990-an, burung ini hanya menempati wilayah seluas 3 km persegi di Teluk Kelor dan Berumbun, wilayah TNBB.

Populasi jalak bali  

Catatan TNBB, pada 1974 hanya ada sekitar 125 ekor di alam liar. Jumlahnya terus menurun dan tahun 2001 sempat hanya ada enam ekor di alam.

Kemudian pada 2006, disebutkan tak ada lagi atau nol jalak bali di alam liar.

Di habitat alaminya, jalak bali juga berebut sarang dengan pesaingnya seperti jalak putih dan lebah madu dalam perebutan sarang di lobang pohon.

Burung ini juga menjadi incaran hewan pemangsa seperti elang, alap-alap, kucing hutan, hingga biawak.

"Jadi populasinya di alam kritis sekali," katanya saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

Anggota Kelompok Palak Uma Sari membuat pakan atau pelet untuk Jalak Bali di Subak Sembung, Desa Peguyangan, Denpasar, Bali, Rabu (28/10/2020). Kompas.com/ Imam Rosidin Anggota Kelompok Palak Uma Sari membuat pakan atau pelet untuk Jalak Bali di Subak Sembung, Desa Peguyangan, Denpasar, Bali, Rabu (28/10/2020).

Selain habitat yang menyusut, penurunan drastis populasi burun ini karena maraknya perburuan liar dan perdagangan ilegal di pasar gelap mulai 1960-an.

Perdagangan ilegal ini diduga karena tingkat kemiskinan warga sekitar habitat dan tingginya permintaan.

Pada medio 2000-an awal, harga satu pasang jalak bali bisa mencapai Rp 30 juta.

Strategi di 2015

Kerja keras pemerintah, warga, komunitas pecinta jalak bali dalam 10 tahun terakhir sedikit demi sedikit membuahkan hasil.

Pada 2020, 355 ekor jalak bali kini tercatat terbang bebas di alam liar tepatnya di Taman Nasional Bali Barat.

Titik balik kembali meningkatnya populasi burung ini saat TNBB menggunakan strategi baru pada 2015.

Strategi tersebut yakni pemilihan tempat pelepasliaran dan pelibatan masyarakat dalam penangkaran Jalak Bali.

Semula, pelepasliaran jalak bali hanya dilakukan di Teluk Berumbun.

Rupanya tempat ini kurang mendukung daya dukung jalak bali di alam liar karena lokasinya minim air dan hutan musim yang sangat kering.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Bupati Jekek Optimis Pembangunan 14.142 unit RTLH Wonogiri Selesai Pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.