Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Kompas.com - 29/10/2020, 12:21 WIB
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah yang ditemukan tersangkut di keramba di Kali Jangkuk, Kamis (29/10/2020). Dok. Humas SAR MataramTim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah yang ditemukan tersangkut di keramba di Kali Jangkuk, Kamis (29/10/2020).

MATARAM, KOMPAS.com - Warga Lingkungan Pelita, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki yang tersangkut di tepi Sungai Jangkuk, Kamis (29/10/2020) sekitar 06.30 Wita.

Mayat laki-laki tersebut, ditemukan warga tersangkut di keramba di tepi Sungai Jangkuk.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram menerima laporan tersebut dari warga setempat dan langsung memberangkatkan personelnya ke lokasi penemuan untuk mengevakuasi jenazah.

“Kami mengerahkan personel yang sedang melakukan pencarian korban dengan melakukan penyisiran di aliran Sungai Tibu Atas sampai dengan Sungai Jangkuk di wilayah Mataram dan Ampenan, ke lokasi penemuan (mayat) untuk melakukan evakuasi bersama unsur lainnya,” terang Kepala Basarnas Mataram, Nanang Sigit PH, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Jenazah kemudian dibawa tim SAR gabungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.

Nanang mengatakan, jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara ini merupakan salah satu korban tenggelam di air terjun Tibu Atas, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, yang selama ini dicari oleh tim SAR gabungan sejak Selasa (27/10/2020). 

Keluarga korban, telah mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan Jenazah yang ditemukan merupakan anggota keluarganya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan Jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya atas nama Samsul Irawan (17) asal Praya Lombok Tengah," kata Nanang.

Korban ditemukan sekitar 15,5 kilometer dari lokasi kejadian di air terjun Tibu Atas.

"Jadi cukup jauh, tapi memang kali jangkung itu satu aliran dengan Tibu atas. Memang dari kemarin hujan lebat, sehingga memungkinkan sekali bahwa korban terbawa aliran sungai yang memang cukup deras," terang Nanang.

Baca juga: Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Tim SAR gabungan sebelumnya telah menemukan satu korban atas nama Lalu Imam Baihaqi (18), Selasa (27/10/2020) pukul 17.15 WITA.

Korban ditemukan di pinggir sungai sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, dalam keadaan meninggal dunia dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

"Dengan telah ditemukannya seluruh korban yang berjumlah dua orang, operasi SAR (pencarian dan pertolongan) dinyatakan ditutup," kata Nanang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X