Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Kompas.com - 24/10/2020, 17:37 WIB
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menunjukkan mesin PCR pemberian pemerintah pusat untuk penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayahnya beberapa waktu lalu. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, menunjukkan mesin PCR pemberian pemerintah pusat untuk penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayahnya beberapa waktu lalu.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, seusai diperiksa sebagai tersangka kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 pada Jumat (23/10/2020) sore.

Informasi langsung cepat menyebar ke warga Kota Tasikmalaya dan beberapa di antaranya mengaku ikut prihatin dan terkejut.

Enjang Zenal Mutaqqin (50 tahun), salah satu warga Kota Tasikmalaya, mengaku terkejut dengan penahanan kepala daerahnya oleh KPK.

Meski telah lama ditetapkan sebagai tersangka, penahanan yang dilakukan kepada Wali Kota Tasikmalaya dinilai mendadak. 

"Sebagai warga, saya merasa terkejut karena selama ini Pak Wali selalu muncul dalam setiap kegiatan upaya penanganan Covid-19," jelas Enjang, Jumat sore.

Baca juga: Komentar Warga soal Wali Kota Tasikmalaya yang Ditahan KPK

Dikenal sarat prestasi

 

Enjang menilai sosok Wali Kota Tasikmalaya selama ini dikenal baik kepada warga. Selain itu, Budi dikenal sebagai memiliki banyak prestasi, terutama dalam kegiatan pembangunan.Enjang mengaku merasa kehilangan atas ditahannya Wali Kota Tasikmalaya.

"Saya sendiri merasakan apa yang telah dilakukannya semasa menjabat sebagai Wali Kota Tasikmalaya," tambah dia.

Hal sama diutarakan warga lainnya, Andri (34), mengaku kepala daerahnya dikenal banyak membangun infrastruktur di Kota Tasikmalaya.

Menurut dia, banyak pembangunan yang dilakukan olehnya selama menjabat sebagai Wali Kota dua periode terakhir.

"Zaman dia di Tasik ada bandara dan ada kampus Negeri. Saya merasa prihatin dengan penahanan Pak Budi sebagai tersangka oleh KPK," ujar dia.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Sekda Kaget

Tokoh Tasik imbau warga percayakan proses hukum ke KPK

 

Sementara itu, salah satu tokoh ulama di Kota Tasikmalaya, ustaz Yanyan Albayani mengimbau kepada masyarakat untuk tak perlu gaduh dengan penahanan Wali Kota Tasikmalaya.

Ia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK.

"Kita juga minta KPK menanganinya dengan benar. Tak boleh ada unsur politik. Ini diproses hukum murni, bukan sekadar pesanan," kata dia.

Sebagai ulama, ia menilai, Wali Kota Tasikmalaya cukup dekat dengan kalangannya. Banyak perhatian yang diberikan kepada pesantren.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat sore , KPK resmi menahan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, seusai memenuhi panggilan KPK sebagai tersangka kasus suap DAK 2018.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Diduga Beri Suap Rp 700 Juta untuk Urus Dana Alokasi Khusus

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Pemkot Yogyakarta Klaim Sudah Minta Indonesian Scooter Festival Diawasi

Regional
Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Polisi Dalami Keterlibatan FPI Dalam Demonstrasi di Rumah Mahfud MD

Regional
Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Buat Kerumunan di Yogyakarta, Indonesian Scooter Festival Dibubarkan

Regional
Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Debat Publik Pilkada Surabaya, Kedua Paslon Ungkap Gagasan Jaga Toleransi

Regional
Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Bertahun-tahun Jembatan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bima Nekat Terjang Sungai

Regional
Teriak 'Bunuh..Bunuh', Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Teriak "Bunuh..Bunuh", Pedemo Rumah Mahfud MD Ditetapkan Tersangka

Regional
Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Anggota DPRD Diduga Jadi Penadah Hasil Rampokan Oknum Polisi di Lampung

Regional
Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Cerita Nenek Lumpuh di Pematangsiantar Pasrah Tenggelam Saat Banjir

Regional
Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Bunuh Anak Tirinya, Perempuan Ini Sempat Mengaku Korban Meninggal karena Sakit

Regional
13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

13 Pejabat Bantaeng Positif Covid-19, Alami Gejala Demam dan Batuk

Regional
Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Sudah 2 Pekan Jalan Penghubung Rohul-Bengkalis Terendam Banjir

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Gunung Ile Lewotolok Meletus 3 Kali pada Hari Ini

Regional
62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

62 Kades di Jateng Langgar Netralitas Pilkada, Bawaslu Lapor ke Mendagri

Regional
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Perairan Pulau Komodo

Regional
Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X