Kisah Irma Rintis Usaha Brownies Tempe, Nyaris Gulung Tikar akibat Pandemi

Kompas.com - 22/10/2020, 07:55 WIB
Pembuatan cookies tempe di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPembuatan cookies tempe di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2020).

BANYUMAS, KOMPAS.com - Aroma harum keluar dari jendela sebuah ruang semipermanen di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Di dalam ruangan dengan ukuran 3X3 meter itu berjejer meja, oven, kulkas, rak berukuran kecil dan beberapa perkakas lain.

Sementara, di bagian belakang terdapat pintu yang menghubungkan dengan dapur.

Sejak setahun terakhir, bangunan yang berada di depan rumah itu menjadi tempat produksi brownies dan cookies tempe.

Baca juga: Jadi Petani Sayur, Mantan Guru Honorer Ini Punya Omzet sampai Rp 10 Juta Sebulan

Sebuah makanan unik hasil karya Irma Kusmayanti (42) yang diklaim pertama di Banyumas.

Tidak mudah bagi Irma mengawali usaha kecil pembuatan makanan ringan tersebut.

Mantan manajer sebuah manajemen salon dan sales marketing di perusahaan ekspedisi ini memutuskan keluar dari pekerjaan Juli 2019 dan menekuni usahanya.

Namun, baru beberapa bulan mengawali usaha, muncul pandemi virus corona (Covid-19). Usaha rintisan yang sudah memiliki omzet lumayan itu pun terancam gulung tikar.

"Sebelum pandemi omzet bisa Rp 8 juta sampai Rp 12 juta, eh kena pandemi, penjualan sampai nol. Bulan Februari-Maret enggak ada penjualan sama sekali," tutur single parent dengan satu anak ini, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Pria Ini Ciptakan Toples Berbentuk Virus Corona, Omzet Jutaan Rupiah Per Bulan

Saat itu gejolak batin juga dialami Irma. Pasalnya sang ibu merupakan orang yang paling tidak setuju dengan keputusan Irma keluar dari pekerjaan dan menekuni usaha tersebut.

"Keluarga sampai bilang tuh kan salah keluar kerja, sedih sekali. Saya pribadi merasa bersalah, karena ibu enggak mau saya keluar kerja, sampai akhirnya ibu meninggal tanggal 6 April," kata Irma.

"Tapi itu jadi motivasi saya. Saya mau tunjukkin bahwa pilihan saya enggak salah, saya bertahan di sini dan bisa berkembang," sambung Irma.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kepala BNPB: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Regional
Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Bos Arisan Bodong Rp 9 M Ditetapkan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Ada Dugaan Korupsi, Kejari Sabang Geledah Kantor Dishub, Amankan Sejumlah Dokumen

Regional
Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Gubernur Riau dan Istri Punya Komorbid, Satgas Covid-19 Sebut Kondisinya Masih Stabil

Regional
Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Rival Anak Yusril Divonis Bebas dari Dakwaan Pelanggaran Pilkada Belitung Timur

Regional
Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Pejabat di Riau yang Positif Covid-19 Bertambah, Kabar Terakhir Kadiskominfotik Riau Juga Sakit

Regional
Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Kisah Pilu Dokter Sardjono dan Istrinya, Meninggal Bergiliran karena Covid-19 di Hari yang Sama

Regional
'Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran'

"Pandemi Belum Berakhir, Ini Buktinya, Ada Pasangan Suami Istri Meninggal Bergiliran"

Regional
Polri dan TNI Cegah Politik Uang Jelang Pilkada, Bentuk Tim Patroli hingga Kerja Sama dengan Bank

Polri dan TNI Cegah Politik Uang Jelang Pilkada, Bentuk Tim Patroli hingga Kerja Sama dengan Bank

Regional
Hujan Deras Sebabkab Tanah Longsor di Cianjur, Akses Jalan Kadupandak Putus

Hujan Deras Sebabkab Tanah Longsor di Cianjur, Akses Jalan Kadupandak Putus

Regional
Debat Pamungkas Pilkada Serang, Tatu-Pandji Pamer Prestasi, Nasrul-Eki Bicarakan Pengangguran

Debat Pamungkas Pilkada Serang, Tatu-Pandji Pamer Prestasi, Nasrul-Eki Bicarakan Pengangguran

Regional
Perjalanan 3 Camat di Jember Dihukum Tak Naik Gaji Setahun, Bermula Ucapan Terima Kasih ke Calon Bupati

Perjalanan 3 Camat di Jember Dihukum Tak Naik Gaji Setahun, Bermula Ucapan Terima Kasih ke Calon Bupati

Regional
Turnamen Sepak Bola dengan Ribuan Penonton, Digelar Saat PSBB, Kapolres dan Satgas Covid-19 Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola dengan Ribuan Penonton, Digelar Saat PSBB, Kapolres dan Satgas Covid-19 Tak Tahu

Regional
Pilkada, Dilema Pemilih di Tengah Pendemi, Ancaman Golput hingga Takut Corona

Pilkada, Dilema Pemilih di Tengah Pendemi, Ancaman Golput hingga Takut Corona

Regional
Mencari Jejak 'Mr Black'' Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Mencari Jejak "Mr Black"" Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X