Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Irma Rintis Usaha Brownies Tempe, Nyaris Gulung Tikar akibat Pandemi

Kompas.com - 22/10/2020, 07:55 WIB
Fadlan Mukhtar Zain,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

BANYUMAS, KOMPAS.com - Aroma harum keluar dari jendela sebuah ruang semipermanen di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Di dalam ruangan dengan ukuran 3X3 meter itu berjejer meja, oven, kulkas, rak berukuran kecil dan beberapa perkakas lain.

Sementara, di bagian belakang terdapat pintu yang menghubungkan dengan dapur.

Sejak setahun terakhir, bangunan yang berada di depan rumah itu menjadi tempat produksi brownies dan cookies tempe.

Baca juga: Jadi Petani Sayur, Mantan Guru Honorer Ini Punya Omzet sampai Rp 10 Juta Sebulan

Sebuah makanan unik hasil karya Irma Kusmayanti (42) yang diklaim pertama di Banyumas.

Tidak mudah bagi Irma mengawali usaha kecil pembuatan makanan ringan tersebut.

Mantan manajer sebuah manajemen salon dan sales marketing di perusahaan ekspedisi ini memutuskan keluar dari pekerjaan Juli 2019 dan menekuni usahanya.

Namun, baru beberapa bulan mengawali usaha, muncul pandemi virus corona (Covid-19). Usaha rintisan yang sudah memiliki omzet lumayan itu pun terancam gulung tikar.

"Sebelum pandemi omzet bisa Rp 8 juta sampai Rp 12 juta, eh kena pandemi, penjualan sampai nol. Bulan Februari-Maret enggak ada penjualan sama sekali," tutur single parent dengan satu anak ini, Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Pria Ini Ciptakan Toples Berbentuk Virus Corona, Omzet Jutaan Rupiah Per Bulan

Saat itu gejolak batin juga dialami Irma. Pasalnya sang ibu merupakan orang yang paling tidak setuju dengan keputusan Irma keluar dari pekerjaan dan menekuni usaha tersebut.

"Keluarga sampai bilang tuh kan salah keluar kerja, sedih sekali. Saya pribadi merasa bersalah, karena ibu enggak mau saya keluar kerja, sampai akhirnya ibu meninggal tanggal 6 April," kata Irma.

"Tapi itu jadi motivasi saya. Saya mau tunjukkin bahwa pilihan saya enggak salah, saya bertahan di sini dan bisa berkembang," sambung Irma.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com