Jadi Petani Sayur, Mantan Guru Honorer Ini Punya Omzet sampai Rp 10 Juta Sebulan

Kompas.com - 07/09/2020, 10:45 WIB
Foto : Eduardus Edjo, merawat sayur-sayurnya yang ditana, di kebun dekat rumahnya di Jati Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Minggu (6/9/2020). -Foto : Eduardus Edjo, merawat sayur-sayurnya yang ditana, di kebun dekat rumahnya di Jati Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Minggu (6/9/2020).

MAUMERE, KOMPAS.com - Eduardus Edjo memutuskan berhenti dari pekerjaan sebagai guru honorer di salah satu sekolah di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pria yang memiliki gelar sarjana pendidikan itu memilih menjadi petani dan peternak.

Eduardus menetap di Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, sejak 2009.

Ia sempat mengajar sebagai guru honorer di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Borong pada 2009-2011.

Pada 2012-2015, ia mengajar di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Borong. Selama mengajar di dua sekolah itu, ia mendapatkan honor sebesar Rp 800.000.

Keputusan penting untuk membanting setir menjadi petani dan peternak diambil Eduardus pada 2015.

Baca juga: Video Viral Bupati Jember Sebut Butuh Miliaran Rupiah untuk Dapat Rekomendasi Parpol


Keputusan itu diambil setelah melewati pertimbangan matang. Ia merasa tak bisa memberi kontribusi yang cukup kepada keluarga selama tujuh tahun mengajar.

Sebab, honor yang diberikan sekolah tak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. 

“Kita rasa waktu kuliah dulu orangtua sangat banyak keluarkan dana. Orangtua menghabiskan banyak uang. Kadang kita makan beras, orangtua makan dedaknya. Tetapi, kita begitu jadi sarjana, ya, gaji komite, sekitar Rp 300.000, Rp 500.000, dan Rp 800.000. Kita tidak bisa menjawab kebutuhan keluarga. Dunia terbalik," tutur Eduardus kepada Kompas.com, Minggu (5/9/2020).

Bukannya membantu orangtua, Eduardus justru merasa menambah beban orangtuanya.

"Kita bukannya membalas jasa orangtua, malah membebankan mereka. Seharusnya setelah jadi sarjana, penghargaan lebih besar kepada orangtua,” kata Eduardus.

Mulai menanam

Eduardus mulai menanam sayur di kebunnya yang berada di sekitar Kali Wae Laku, Desa Golo Kantar, pada 2016. Ia juga memiliki kebun di dekat rumahnya di Jati Desa Golo Kantar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X