Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Kompas.com - 20/10/2020, 19:37 WIB
Detik-detik saat pendukung calon Wali Kota Makassar saat mengambil kembali baliho dukungannya yang digunakan mahasiswa untuk menutup jalan di Jalan A. P. Pettarani di Makassar, Selasa (20/10/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANDetik-detik saat pendukung calon Wali Kota Makassar saat mengambil kembali baliho dukungannya yang digunakan mahasiswa untuk menutup jalan di Jalan A. P. Pettarani di Makassar, Selasa (20/10/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa dan buruh kembali berunjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja di beberapa titik di Kota Makassar, Selasa (20/10/2020) siang.

Dalam aksi tersebut, demonstran sempat terlibat bentrok dengan salah satu pendukung pasangan calon wali kota-wakil wali kota Makassar di pertigaan Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan A. P. Pettarani, Makassar.

Bentrokan tersebut bermula ketika demonstran menurunkan baliho paslon peserta Pilkada Makassar nomor urut 1 untuk digunakan memblokade jalan.

Baca juga: Cawalkot Makassar Danny Pomanto Diperiksa Polisi Terkait Video Bagi-bagi Beras

Mengetahui hal tersebut, massa pendukung paslon kemudian meneriaki dan mengejar para demonstran.

Karena panik, demonstran berhamburan dari lokasi unjuk rasa.

"Kita dukung kalau tolak omnibus law, tapi jangan begini caranya. Masa baliho pasangan yang kami cintai diambil," kata Aksan, salah satu pendukung paslon saat kepada wartawan.

Beruntung bentrokan dapat diredam pihak kepolisian.

Sebagian pedemo kemudian menghampiri para pendukung paslon untuk meminta maaf.

"Ini sama halnya menciderai dan melukai perasaan kami. Kalau mau berdemo, silakan demo. Intinya jangan merusak yang menjadi aset kami. Kami dukung, apa yang teman-teman lakukan," imbuh dia.

Baca juga: Mengaku Polisi Saat Ambil Paksa Jenazah di Makassar, Pria ini Ditangkap

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, ada 2.224 personel yang diturunkan untuk mengawal unjuk rasa di Kota Makassar.

Sejauh ini, kata Ibrahim, unjuk rasa berlangsung tertib.

"Yang back up ada dari Polres Pelabuhan Makassar, Gowa, dan Maros," kata Ibrahim.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X