Kompas.com - 15/10/2020, 20:14 WIB
Bupati Brebes Idza Priyanti didampingi Kepala Dinkes dr. Sartono memaparkan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, di Pendapa Brebes, Kamis (15/10/2020) (Dok: Humas Pemkab Brebes) KOMPAS.com/Tresno SetiadiBupati Brebes Idza Priyanti didampingi Kepala Dinkes dr. Sartono memaparkan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, di Pendapa Brebes, Kamis (15/10/2020) (Dok: Humas Pemkab Brebes)

BREBES, KOMPAS.com - Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi baru lahir (AKB) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terbilang cukup tinggi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencatat sejak tahun 2019 hingga kini terdapat 82 kasus AKI dan 505 kasus AKB.

"Kematian ibu dan bayi merupakan hasil dari interaksi berbagai aspek. Baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan kesehatan maupun faktor–faktor nonkesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono di Brebes, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Angka Kematian Ibu Melahirkan Tinggi, Hendi Minta BPJS Permudah Akses

Sartono mengatakan, pihaknya menghendaki adanya persamaan persepsi dan pengertian dari semua pihak mengenai peran dan pentingnya berbagai aspek tersebut.

"Untuk mengatasinya harus terintegrasi menyeluruh dari berbagai aspek," kata Sartono.

Menurutnya, ada dua faktor penyebab kematian ibu, yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung.

Penyebab langsung di antaranya seperti perdarahan, preeklamsia/eklamsia dan infeksi.

Sementara penyebab tidak langsung yaitu penyakit jantung, anemia, dan TBC.

Baca juga: Menkes: Masalah Kesehatan Indonesia adalah Stunting dan Kematian Ibu-Anak

Menanggapi hal itu, Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, meski terkonsentrasi menangani pandemi Covid-19, kasus AKI dan AKB yang masih tinggi jangan sampai luput dari perhatian.

“Meskipun kita masih berjibaku dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19, tapi jangan sampai kita mengesampingkan problematika kesehatan yang lain seperti AKI dan AKB,” kata dia.

Dikatakan Idza, upaya memperbaiki kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak telah menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut dia, tinggi rendahnya AKI dan AKB menjadi indikator utama derajat kesehatan suatu negara.

“AKI dan AKB menjadi indikator kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, pengetahuan masyarakat, kesehatan lingkungan, sosial budaya serta hambatan dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan,” tutur Idza.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X