Kompas.com - 15/10/2020, 18:30 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Gelombang demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja terus digelar berbagai elemen masyarakat di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (15/10/2020) sekitar pukul 13:00 Wib.

Kali ini giliran gabungan organisasi kemahasiswaaan, petani, dan buruh menggelar demonstrasi menuntut agar DPRD Kota Sukabumi ikut menolak UU Cipta Kerja yang disahkan 5 Oktober lalu.

Setelah dua jam, tiba-tiba hujan deras mengguyur. Meski kondisi basah kuyup massa tetap bertahan menggelar demonstrasi. Sejumlah perwakilan massa tetap berorasi di atas mobil bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara.

Baca juga: Penyusup Demo UMMI di DPRD Sukabumi Diduga Gila, Ditanya Petugas Jawabannya Ngawur...

Sementara massa lainnya berhadapan dengan petugas keamanan Polres Sukabumi Kota yang juga sama basah kuyup terus berupaya masuk ke halaman DPRD. Mereka terus meminta agar anggota DPRD menemuinya.

''Kami menolak omnibus law undang-undang cipta kerja. Karena itu harus dicabut,'' teriak seorang demonstran dalam orasinya sambil hujan-hujanan.

"Tolak, tolak, tolak omnibus law, tolak omnibus law sekarang juga," teriak para demonstran berulang kali.

Baca juga: Penyusup Didorong Keluar hingga Nyaris Babak Belur Saat Demo Mahasiswa UMMI di DPRD Sukabumi

Massa demonstran terus mendesak anggota DPRD menemuinya sambil hujan-hujanan. Akhirnya dua wakil rakyat menemui massa yaitu Maming Surita dari Partai Demokrat dan Wawan Juanda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sebelum hujan, massa demonstran sempat ditemui juga dua anggota DPRD. Namun saat itu massa aksi terus menggelar orasi secara bergantian. Akhirnya kedua anggota DPRD kembali masuk ke dalam gedung.

Saat kedua wakil rakyat ini sudah dihadirkan, massa demonstran berteriak-teriak secara bersama-sama agar kedua anggota DPRD itu membuka jaketnya. Keduanya pun mengikuti.

Baca juga: Kata Gubernur Sumsel Soal Omnibus Law: Tadinya Saya Khawatir UMR Hilang, Ternyata Malah Dikuatkan

Saat mereka akan menyampaikan tanggapannya. kembali massa aksi meminta agar kedua anggota DPRD ini duduk beralaskan aspal bersama-sama para demonstran.

Salah seorang mahasiswa langsung menyampaikan aspirasinya berupa penolakan omibuslaw UU Cipta kerja dengan menggunakan megaphone. Setelah selesai, massa aksi langsung berdiri dan membubarkan diri.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Atasi Dampak Kenaikan Harga BBM, Pemkot Medan Gelontorkan Subsidi untuk 900 Unit Angkot

Regional
Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Banyak Investasi Masuk ke Jateng, Ganjar: Tingkat Layanan Kita Sangat Serius

Regional
Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Tekan Inflasi di Wonogiri, Bupati Jekek Sebut Akan Buka Banyak Lapangan Pekerjaan

Regional
Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Pemprov Jabar Siap Tawarkan 17 Proyek Energi Terbarukan pada Gelaran WJIS 2022

Regional
Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Terapkan Materi Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Disdik Jabar Dapat Apresiasi dari Lemhannas

Regional
Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Kenduri Riau 2022 sebagai Daya Kejut Pemulihan Parekraf di Bumi Lancang Kuning

Regional
Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Capaian Gubernur Arizal Selama 3 Tahun Memimpin Lampung, Nilai Ekspor Tumbuh sampai Angka Kemiskinan Turun

Regional
Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

Regional
Jawa Barat Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pertama Se-Indonesia

Jawa Barat Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Pertama Se-Indonesia

Regional
Capai 80 Juta Vaksinasi, Kang Emil Buka Bandung Bike Festival 2022

Capai 80 Juta Vaksinasi, Kang Emil Buka Bandung Bike Festival 2022

Regional
Kang Emil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Kang Emil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2022

Regional
Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Sumedang Raih Penghargaan Pembangunan Terbaik Kedua Tingkat Nasional

Regional
Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Regional
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.