Diduga Aniaya Anak Angkat hingga Tewas, Pelaku: Saya Hanya Pukul Pakai Kabel dan Rotan

Kompas.com - 15/10/2020, 06:00 WIB
EM tersangka dugaan penganiayaan terhadap anak angkat sendiri hingga tewas dihadirkan saat ekspos kasus di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (14/10/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYEM tersangka dugaan penganiayaan terhadap anak angkat sendiri hingga tewas dihadirkan saat ekspos kasus di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (14/10/2020)

KOMPAS.com - Di hadapan polisi, EM mengaku sering memukul anak angkatnya, SFO (7), dengan kabel dan rotan karena tak menurut saat disuruh makan.

"Saya tidak menganiaya pak, saya hanya memukuli korban dengan kabel dan sesekali dengan rotan," jawab EM kepada Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Kombes Pol Leo Nugraha Simatupang, Rabu (14/10/2020).

Saat itu, EM justru menuding istrinya, MK, yang sering menganiaya anak angkat mereka.

Baca juga: Pengakuan Pelaku yang Aniaya Anak Angkatnya hingga Tewas: Saya Tidak Menganiaya Pak...

"Saya baru tiga kali memukuli korban, itu karena dia bikin kesal tidak mau makan, biasa yang sering pukul itu istri saya," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, EM dan MK ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan kepada SFU hingga tewas.

Kasus tersebut terungkap setelah orangtua kandung korban mengaku korban sempat menceritakan perilaku semena-mena EM dan MK kepadanya.

Saat itu, tepatnya pada 3 Oktober 2020, SFO memang diantar ke rumah orangtua kandungnya Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

Namun, di hari yang sama, SFO datang sudah dalam keadaan lemas dan akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Diduga Terlibat Pembunuhan yang Picu Pembakaran Rumah di Kupang, Pemuda Ini Menyerahkan Diri

"Karena curiga orangtua kandung korban ini melapor ke polisi, apalagi saat mereka memandikan jasad korban mereka melihat tubuh korban kebiruan," kata Leo.

Usai menerima laporan orangtua kandung korban, polisi segera membongkar makam SFO.

Dari hasil otopsi sementara, ada luka memar di bagian punggung korban, kemudian pendarahan di bagian dada sebelah kanan, pendarahan di mata kanan lalu memar di dagu.

Selain itu ada pendarahan di telinga kiri dan kanan korban, pendarahan di hidung, memar di betis kanan, luka robek di bibir atas dan bawah serta pendarahan di usus kecil dan memar di bagian paha kiri korban.

“Saya kira itu yang didapat, nanti itu akan disimpulkan oleh dokter apakah ini yang menyebabkan korban meninggal atau bagaimana,” ujar dia.

Baca juga: Tidak Mau Merepotkan Anak Angkat, Kakek Ini Tinggal di Bekas Kandang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesan Sultan HB X Saat Lantik 3 Kepala Daerah di DIY: Segera Belanjakan APBD

Pesan Sultan HB X Saat Lantik 3 Kepala Daerah di DIY: Segera Belanjakan APBD

Regional
Ini Harapan F.X. Hadi Rudyatmo untuk Wali Kota Solo yang Baru

Ini Harapan F.X. Hadi Rudyatmo untuk Wali Kota Solo yang Baru

Regional
Cerita Petani Usian75 Tahun Jadi Tersangka karena Tebang Pohon Jati yang Ditanam Sendiri

Cerita Petani Usian75 Tahun Jadi Tersangka karena Tebang Pohon Jati yang Ditanam Sendiri

Regional
Bobby Nasution Resmi Jadi Wali Kota Medan

Bobby Nasution Resmi Jadi Wali Kota Medan

Regional
Usai Dilantik, Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya, Berikan Ponsel ke Penjaga Parkir

Usai Dilantik, Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya, Berikan Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Padang Panjang Melebihi Target

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Padang Panjang Melebihi Target

Regional
Tanggapan BCA soal Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Seorang Warga Dipenjara

Tanggapan BCA soal Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Seorang Warga Dipenjara

Regional
Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Regional
Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Regional
Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Regional
Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Regional
Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Regional
Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Regional
Derita Kusmiyati, Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Derita Kusmiyati, Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Regional
Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X